Efek Instan yang Menyesatkan: Mengapa Jamu Mengandung Bahan Kimia Obat Masih Diminati Masyarakat?
Selasa, 14 Juli 2026 - 12:16 WIB
loading...
A
A
A
“Praktik penambahan BKO memiliki pola yang berulang, yaitu memilih bahan kimia tertentu agar konsumen segera merasakan manfaat, kemudian membangun kepercayaan melalui pengalaman sekali minum langsung terasa,” kata Devana.
Testimoni Masih Memengaruhi Keputusan Konsumen
Rendahnya literasi mengenai kandungan BKO menjadi salah satu alasan produk dengan efek instan masih diminati. Sebagian masyarakat belum mengetahui bahwa jamu tidak diperbolehkan mengandung bahan kimia obat.
Keputusan membeli juga masih banyak dipengaruhi testimoni, rekomendasi orang terdekat, serta promosi di media sosial. Sementara itu, kebiasaan memeriksa legalitas produk melalui aplikasi resmi belum dilakukan secara optimal.
Testimoni konsumen tidak dapat menjadi satu-satunya ukuran keamanan. Pengalaman setiap orang dapat berbeda, sedangkan kandungan tersembunyi dalam suatu produk hanya dapat dipastikan melalui pemeriksaan laboratorium.
Cara Memilih Jamu yang Aman
Sebelum membeli jamu, masyarakat disarankan menerapkan Cek KLIK, yaitu memeriksa kemasan, label, izin edar, dan tanggal kedaluwarsa. Nomor izin edar juga perlu dipastikan melalui aplikasi atau kanal resmi BPOM.
Konsumen sebaiknya mewaspadai produk yang memiliki klaim berlebihan. Jamu yang disebut mampu mengatasi banyak keluhan sekaligus, mulai dari pegal linu, meningkatkan stamina, melangsingkan tubuh, hingga menyembuhkan berbagai penyakit, patut dipertanyakan.
“Dalam dunia kesehatan, tidak ada satu produk yang mampu menjadi solusi untuk semua masalah. Solusi yang terdengar terlalu sempurna justru layak dipertanyakan,” ujar Devana.
Efek instan juga tidak selalu menandakan produk tersebut lebih berkualitas. Jamu dan obat bahan alam memiliki mekanisme kerja yang berbeda dari obat kimia.
Ketika suatu produk memberikan hasil yang terasa terlalu cepat, konsumen perlu memeriksa kembali keamanan, legalitas, dan kandungannya. Pertimbangan utama seharusnya bukan seberapa cepat efek dirasakan, melainkan apakah produk tersebut aman, bermutu, dan memiliki khasiat yang telah dibuktikan sesuai ketentuan.
Sebab, menjaga kesehatan tidak hanya berorientasi pada hasil sesaat, tetapi juga perlindungan tubuh dalam jangka panjang.
Testimoni Masih Memengaruhi Keputusan Konsumen
Rendahnya literasi mengenai kandungan BKO menjadi salah satu alasan produk dengan efek instan masih diminati. Sebagian masyarakat belum mengetahui bahwa jamu tidak diperbolehkan mengandung bahan kimia obat.
Keputusan membeli juga masih banyak dipengaruhi testimoni, rekomendasi orang terdekat, serta promosi di media sosial. Sementara itu, kebiasaan memeriksa legalitas produk melalui aplikasi resmi belum dilakukan secara optimal.
Testimoni konsumen tidak dapat menjadi satu-satunya ukuran keamanan. Pengalaman setiap orang dapat berbeda, sedangkan kandungan tersembunyi dalam suatu produk hanya dapat dipastikan melalui pemeriksaan laboratorium.
Cara Memilih Jamu yang Aman
Sebelum membeli jamu, masyarakat disarankan menerapkan Cek KLIK, yaitu memeriksa kemasan, label, izin edar, dan tanggal kedaluwarsa. Nomor izin edar juga perlu dipastikan melalui aplikasi atau kanal resmi BPOM.
Konsumen sebaiknya mewaspadai produk yang memiliki klaim berlebihan. Jamu yang disebut mampu mengatasi banyak keluhan sekaligus, mulai dari pegal linu, meningkatkan stamina, melangsingkan tubuh, hingga menyembuhkan berbagai penyakit, patut dipertanyakan.
“Dalam dunia kesehatan, tidak ada satu produk yang mampu menjadi solusi untuk semua masalah. Solusi yang terdengar terlalu sempurna justru layak dipertanyakan,” ujar Devana.
Efek instan juga tidak selalu menandakan produk tersebut lebih berkualitas. Jamu dan obat bahan alam memiliki mekanisme kerja yang berbeda dari obat kimia.
Ketika suatu produk memberikan hasil yang terasa terlalu cepat, konsumen perlu memeriksa kembali keamanan, legalitas, dan kandungannya. Pertimbangan utama seharusnya bukan seberapa cepat efek dirasakan, melainkan apakah produk tersebut aman, bermutu, dan memiliki khasiat yang telah dibuktikan sesuai ketentuan.
Sebab, menjaga kesehatan tidak hanya berorientasi pada hasil sesaat, tetapi juga perlindungan tubuh dalam jangka panjang.
(dra)
Lihat Juga :