Film Juminten Edan Ungkap Trauma Masa Lalu, Kisah Mencekam yang Menjadi Teror
Jum'at, 17 Juli 2026 - 16:20 WIB
loading...
A
A
A
Juminten Edan tidak hanya menawarkan ketegangan khas film horor. Film yang
dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 23 Juli 2026 ini memberi sisi beda pada cerita yang lebih organic dan realistis, dengan menyoroti dampak trauma, konflik keluarga, serta perjuangan seseorang ketika harus kembali menghadapi masa lalu yang belum selesai.
Film ini dibintangi Meisya Amira dan Dimas Aditya. Meisya Amira dipercaya memerankan tokoh Juminten, sedangkan Dimas Aditya berperan sebagai Manto. Ada juga artis senior Anne J. Coto sebagai Salma, Kukuh Prasetyo sebagai Marlan, Deden Bagaskara sebagai Kadir, Bambang Oeban sebagai Kakek Juminten, Wina Marrino sebagai Farida, Sharon Jovian sebagai Saskia, Teguh Julianto sebagai Heri, Wanto Cacing sebagai Sidik, Feril Ali sebagai Manto kecil, serta Maria Lituhayu sebagai Juminten kecil.
Dedy mengatakan film Juminten Edan mengajak penonton menelusuri penyebab perubahan Juminten sekaligus mengungkap rahasia yang tersimpan di balik masa lalunya.
“Ini yang orang-orang yang mungkin dianggap waras seringkali melakukan sebuah kegilaan dalam tanda kutip. Bahkan mungkin sebaliknya juga gitu, orang-orang yang dianggap gila atau orang yang gak dianggap justru punya keluhuran budi. Punya kewarasan yang dalam tanda kutip,” ucap Dedy.
dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 23 Juli 2026 ini memberi sisi beda pada cerita yang lebih organic dan realistis, dengan menyoroti dampak trauma, konflik keluarga, serta perjuangan seseorang ketika harus kembali menghadapi masa lalu yang belum selesai.
Film ini dibintangi Meisya Amira dan Dimas Aditya. Meisya Amira dipercaya memerankan tokoh Juminten, sedangkan Dimas Aditya berperan sebagai Manto. Ada juga artis senior Anne J. Coto sebagai Salma, Kukuh Prasetyo sebagai Marlan, Deden Bagaskara sebagai Kadir, Bambang Oeban sebagai Kakek Juminten, Wina Marrino sebagai Farida, Sharon Jovian sebagai Saskia, Teguh Julianto sebagai Heri, Wanto Cacing sebagai Sidik, Feril Ali sebagai Manto kecil, serta Maria Lituhayu sebagai Juminten kecil.
Dedy mengatakan film Juminten Edan mengajak penonton menelusuri penyebab perubahan Juminten sekaligus mengungkap rahasia yang tersimpan di balik masa lalunya.
“Ini yang orang-orang yang mungkin dianggap waras seringkali melakukan sebuah kegilaan dalam tanda kutip. Bahkan mungkin sebaliknya juga gitu, orang-orang yang dianggap gila atau orang yang gak dianggap justru punya keluhuran budi. Punya kewarasan yang dalam tanda kutip,” ucap Dedy.
(dra)
Lihat Juga :