Rutin Lari Disebut Bisa Picu Plak Jantung? Begini Kata Dokter
Senin, 27 Juli 2026 - 15:39 WIB
loading...
Ilustrasi rutinitas lari disebut bisa memicu plak jantung. Foto/Dok/SINDOnews.
A
A
A
JAKARTA - Belakangan ini ramai diperbincangkan anggapan bahwa rutin lari , terutama maraton , dapat memicu munculnya plak di pembuluh darah jantung. Menanggapi hal tersebut, dokter Adam Prabata memberikan penjelasan.
Menurutnya, temuan tersebut memang didukung sejumlah penelitian ilmiah. Namun tidak boleh disimpulkan secara sepihak.
Baca juga: Dubai Sulap Enam Mal Raksasa Jadi Trek Lari Indoor 10 Km
Menurut dr Adam, plak merupakan penumpukan kolesterol dan komponen lain di pembuluh darah. Jika plak terus bertambah dan menebal, aliran darah bisa menyempit sehingga meningkatkan risiko serangan jantung.
Ia mengutip sebuah penelitian yang melibatkan sekitar 550 partisipan, terdiri dari atlet olahraga endurance sejak muda, atlet yang mulai berlatih setelah usia 30 tahun, dan orang dewasa sehat yang bukan atlet.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang yang rutin melakukan olahraga endurance memiliki risiko 86 persen lebih tinggi memiliki lebih dari satu plak di pembuluh darah jantung dibandingkan orang dewasa sehat yang tidak rutin menjalani olahraga endurance.
Baca juga: Menkes Budi Gunadi Soroti Fenomena FOMO Lari: Tak Masalah asal Sehat
Temuan serupa juga ditemukan dalam penelitian terhadap pelari maraton. Meski volume plak di pembuluh darah jantung lebih tinggi, diameter pembuluh darah mereka tidak mengalami penyempitan yang signifikan.
Namun, dr Adam menegaskan bahwa peningkatan plak tersebut tidak otomatis membuat seseorang lebih berisiko mengalami penyakit jantung atau meninggal dunia.
Ia mengutip penelitian lain terhadap 108 pelari maraton yang menunjukkan bahwa risiko penyakit jantung dan kematian pada kelompok tersebut tidak berbeda signifikan dibandingkan orang dewasa sehat, meskipun memiliki plak pembuluh darah jantung lebih banyak.
Baca juga: Tren Jogging Meningkat, Ahli Gizi Tekankan Pentingnya Protein untuk Performa Olahraga
Ia juga menjelaskan ada beberapa dugaan mengapa olahraga endurance dapat dikaitkan dengan munculnya plak. Salah satunya karena aktivitas tersebut memberikan stres berulang pada pembuluh darah jantung.
Selain itu, lari jarak jauh juga dapat memicu peradangan sementara yang diduga ikut berkontribusi terhadap pembentukan plak. Meski begitu, dr Adam mengingatkan masyarakat agar tidak salah mengartikan hasil penelitian tersebut.
“Olahraga endurance, termasuk lari, berasosiasi dengan peningkatan risiko munculnya plak pada pembuluh darah jantung. Namun kondisi tersebut tidak berhubungan dengan peningkatan risiko penyakit jantung dan kematian. Malah lari merupakan salah satu olahraga yang dapat meningkatkan usia harapan hidup,” pungkasnya.
Menurutnya, temuan tersebut memang didukung sejumlah penelitian ilmiah. Namun tidak boleh disimpulkan secara sepihak.
Baca juga: Dubai Sulap Enam Mal Raksasa Jadi Trek Lari Indoor 10 Km
Menurut dr Adam, plak merupakan penumpukan kolesterol dan komponen lain di pembuluh darah. Jika plak terus bertambah dan menebal, aliran darah bisa menyempit sehingga meningkatkan risiko serangan jantung.
Ia mengutip sebuah penelitian yang melibatkan sekitar 550 partisipan, terdiri dari atlet olahraga endurance sejak muda, atlet yang mulai berlatih setelah usia 30 tahun, dan orang dewasa sehat yang bukan atlet.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang yang rutin melakukan olahraga endurance memiliki risiko 86 persen lebih tinggi memiliki lebih dari satu plak di pembuluh darah jantung dibandingkan orang dewasa sehat yang tidak rutin menjalani olahraga endurance.
Baca juga: Menkes Budi Gunadi Soroti Fenomena FOMO Lari: Tak Masalah asal Sehat
Temuan serupa juga ditemukan dalam penelitian terhadap pelari maraton. Meski volume plak di pembuluh darah jantung lebih tinggi, diameter pembuluh darah mereka tidak mengalami penyempitan yang signifikan.
Namun, dr Adam menegaskan bahwa peningkatan plak tersebut tidak otomatis membuat seseorang lebih berisiko mengalami penyakit jantung atau meninggal dunia.
Ia mengutip penelitian lain terhadap 108 pelari maraton yang menunjukkan bahwa risiko penyakit jantung dan kematian pada kelompok tersebut tidak berbeda signifikan dibandingkan orang dewasa sehat, meskipun memiliki plak pembuluh darah jantung lebih banyak.
Baca juga: Tren Jogging Meningkat, Ahli Gizi Tekankan Pentingnya Protein untuk Performa Olahraga
Ia juga menjelaskan ada beberapa dugaan mengapa olahraga endurance dapat dikaitkan dengan munculnya plak. Salah satunya karena aktivitas tersebut memberikan stres berulang pada pembuluh darah jantung.
Selain itu, lari jarak jauh juga dapat memicu peradangan sementara yang diduga ikut berkontribusi terhadap pembentukan plak. Meski begitu, dr Adam mengingatkan masyarakat agar tidak salah mengartikan hasil penelitian tersebut.
“Olahraga endurance, termasuk lari, berasosiasi dengan peningkatan risiko munculnya plak pada pembuluh darah jantung. Namun kondisi tersebut tidak berhubungan dengan peningkatan risiko penyakit jantung dan kematian. Malah lari merupakan salah satu olahraga yang dapat meningkatkan usia harapan hidup,” pungkasnya.
(nnz)
Lihat Juga :