Dukung Indonesia Bebas Sampah 2030 dengan Dropbox Sampah Kemasan
Jum'at, 25 September 2020 - 05:35 WIB
loading...
Hero Group, Nutrifood dan Garnier berkolaborasi untuk membantu dalam mengurangi jumlah sampah kemasan melalui peluncuran program Dropbox Sampah Kemasan. / Foto: ist
A
A
A
JAKARTA - Berdasarkan data Sustainable Waste Indonesia tahun 2018, Indonesia diperkirakan menghasilkan 64 juta ton sampah per tahun. Besarnya jumlah sampah tersebut bersumber dari rumah tangga (48%), pasar tradisional (24%), kawasan komersial (9%) dan sisanya dari fasilitas publik. Dari jumlah sampah tersebut, hanya 7% yang berhasil didaur ulang , sedangkan 69% berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan 24% dibuang tanpa izin.
(Baca juga: Disney Pastikan Tunda Perilisan Sejumlah Film, Termasuk Black Widow dan West Side Story )
Menyingkapi kondisi ini, PT Hero Supermarket, Tbk (HERO Group), Nutrifood dan Garnier berkolaborasi untuk membantu dalam mengurangi jumlah sampah kemasan melalui peluncuran program Dropbox Sampah Kemasan. Kolaborasi ini diawali dengan penempatan lima dropbox sampah kemasan di sejumlah gerai Giant di kawasan Jabodetabek, antara lain Giant CBD Bintaro, Giant BSD City Serpong, Giant Harapan Indah Bekasi, Giant Tole Iskandar Depok, serta Giant Taman Yasmin Bogor pada minggu ke-3 bulan September.
Jumlah dropbox sampah kemasan akan terus ditingkatkan serta diperluas ke berbagai gerai HERO Group. Adapun jenis sampah yang dikumpulkan pada dropbox sampah kemasan adalah valuable inorganic waste yang dibagi menjadi tiga kategori, yakni sampah kemasan kertas seperti dupleks, kotak minuman, cup kertas dan dus kosmetik, kategori sampah kemasan plastik seperti botol plastik, gelas plastik, tube plastik, sachet atau bungkus plastik, serta kategori sampah kemasan kaca seperti botol kaca, toples kaca dan sebagainya.
"Hadirnya program Dropbox Sampah Kemasan ini sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam pengurangan sampah, khususnya pengurangan sampah oleh produsen di Indonesia, seperti diamanatkan dalam UU RI No. 18 tahun 2009 tentang Pengelolaan Sampah, PP RI No. 81 tahun 2012 tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Jenis Rumah Tangga, dan Peraturan Menteri LHK No. P.75 tahun 2019 terkait Peta Jalan Pengurangan Sampah oleh Produsen," kata Direktur Pengelolaan Sampah, Direktorat Jenderal PSLB3, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Novrizal Tahar dalam sebuah keterangan tertulis, Kamis (24/9).
Head of Communication and Government Relations, Hero Supermarket, Diky Risbianto memaparkan, program CSR ini dilakukan HERO Group sebagai langkah perusahaan guna menciptakan kualitas lingkungan dan kesehatan yang lebih baik serta mendorong pendidikan masyarakat atas pengelolaan sampah.
"Melalui kolaborasi ini, kami berharap dapat menginspirasi konsumen untuk ikut mengurangi jumlah sampah ke TPA dengan mendaur ulang sampah kemasan mereka. Pelaksanaan CSR Dropbox Sampah Kemasan ini juga sejalan dengan salah satu fokus pilar CSR kami yaitu lingkungan hidup dan juga penerapan ISO 2600 yang diharapkan bisa memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan hidup," terang Diky.
(Baca juga: Disney Pastikan Tunda Perilisan Sejumlah Film, Termasuk Black Widow dan West Side Story )
Menyingkapi kondisi ini, PT Hero Supermarket, Tbk (HERO Group), Nutrifood dan Garnier berkolaborasi untuk membantu dalam mengurangi jumlah sampah kemasan melalui peluncuran program Dropbox Sampah Kemasan. Kolaborasi ini diawali dengan penempatan lima dropbox sampah kemasan di sejumlah gerai Giant di kawasan Jabodetabek, antara lain Giant CBD Bintaro, Giant BSD City Serpong, Giant Harapan Indah Bekasi, Giant Tole Iskandar Depok, serta Giant Taman Yasmin Bogor pada minggu ke-3 bulan September.
Jumlah dropbox sampah kemasan akan terus ditingkatkan serta diperluas ke berbagai gerai HERO Group. Adapun jenis sampah yang dikumpulkan pada dropbox sampah kemasan adalah valuable inorganic waste yang dibagi menjadi tiga kategori, yakni sampah kemasan kertas seperti dupleks, kotak minuman, cup kertas dan dus kosmetik, kategori sampah kemasan plastik seperti botol plastik, gelas plastik, tube plastik, sachet atau bungkus plastik, serta kategori sampah kemasan kaca seperti botol kaca, toples kaca dan sebagainya.
"Hadirnya program Dropbox Sampah Kemasan ini sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam pengurangan sampah, khususnya pengurangan sampah oleh produsen di Indonesia, seperti diamanatkan dalam UU RI No. 18 tahun 2009 tentang Pengelolaan Sampah, PP RI No. 81 tahun 2012 tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Jenis Rumah Tangga, dan Peraturan Menteri LHK No. P.75 tahun 2019 terkait Peta Jalan Pengurangan Sampah oleh Produsen," kata Direktur Pengelolaan Sampah, Direktorat Jenderal PSLB3, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Novrizal Tahar dalam sebuah keterangan tertulis, Kamis (24/9).
Head of Communication and Government Relations, Hero Supermarket, Diky Risbianto memaparkan, program CSR ini dilakukan HERO Group sebagai langkah perusahaan guna menciptakan kualitas lingkungan dan kesehatan yang lebih baik serta mendorong pendidikan masyarakat atas pengelolaan sampah.
"Melalui kolaborasi ini, kami berharap dapat menginspirasi konsumen untuk ikut mengurangi jumlah sampah ke TPA dengan mendaur ulang sampah kemasan mereka. Pelaksanaan CSR Dropbox Sampah Kemasan ini juga sejalan dengan salah satu fokus pilar CSR kami yaitu lingkungan hidup dan juga penerapan ISO 2600 yang diharapkan bisa memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan hidup," terang Diky.
Lihat Juga :