Aktivitas Seksual Sangat Bermanfaat buat yang Pernah Alami Serangan Jantung
Sabtu, 26 September 2020 - 03:23 WIB
loading...
Mereka yang mempertahankan atau meningkatkan frekuensi aktivitas seksual dalam 6 bulan pertama usai serangan jantung memiliki risiko kematian 35% lebih rendah. / Foto: ilustrasi/Healthline
A
A
A
JAKARTA - Penelitian terbaru menunjukkan bahwa orang yang pernah mengalami serangan jantung dapat meningkatkan peluang mereka untuk bertahan hidup dalam jangka panjang dengan kembali ke tingkat aktivitas seksual yang normal.
(Baca juga: Bagaimana Reaksi Tubuh saat Terinfeksi Virus Corona Baru? )
Banyak orang berhenti berhubungan seks setelah serangan jantung dengan keyakinan bahwa hal itu dapat memicu episode lain. Tetapi penelitian yang diterbitkan European Journal of Preventive Cardiology, baru-baru ini, mengungkapkan, seks baik untuk tingkat kelangsungan hidup.
Para peneliti mengikuti 495 pasangan selama sekitar 20 tahun dan menemukan bahwa mereka yang mempertahankan atau meningkatkan frekuensi aktivitas seksual mereka dalam enam bulan pertama setelah serangan jantung memiliki risiko kematian 35% lebih rendah daripada mereka yang berhenti berhubungan seks atau mengurangi frekuensi mereka.
"Seksualitas dan aktivitas seksual adalah penanda kesejahteraan," kata penulis studi Profesor Yariv Gerber dari Universitas Tel Aviv di Israel seperti dikutip CNN, Jumat (25/9).
(Baca juga: Bagaimana Reaksi Tubuh saat Terinfeksi Virus Corona Baru? )
Banyak orang berhenti berhubungan seks setelah serangan jantung dengan keyakinan bahwa hal itu dapat memicu episode lain. Tetapi penelitian yang diterbitkan European Journal of Preventive Cardiology, baru-baru ini, mengungkapkan, seks baik untuk tingkat kelangsungan hidup.
Para peneliti mengikuti 495 pasangan selama sekitar 20 tahun dan menemukan bahwa mereka yang mempertahankan atau meningkatkan frekuensi aktivitas seksual mereka dalam enam bulan pertama setelah serangan jantung memiliki risiko kematian 35% lebih rendah daripada mereka yang berhenti berhubungan seks atau mengurangi frekuensi mereka.
"Seksualitas dan aktivitas seksual adalah penanda kesejahteraan," kata penulis studi Profesor Yariv Gerber dari Universitas Tel Aviv di Israel seperti dikutip CNN, Jumat (25/9).
Lihat Juga :