Aktivitas Seksual Sangat Bermanfaat buat yang Pernah Alami Serangan Jantung
Sabtu, 26 September 2020 - 03:23 WIB
loading...
A
A
A
"Melanjutkan aktivitas seksual segera setelah serangan jantung mungkin merupakan bagian dari persepsi diri seseorang sebagai orang yang sehat, berfungsi, muda dan energik. Hal ini dapat mengarah pada gaya hidup yang lebih sehat secara umum," lanjutnya.
Sementara aktivitas fisik yang tiba-tiba, seperti berhubungan seks, dapat memicu serangan jantung, risiko jangka panjang masalah jantung berkurang dengan aktivitas fisik yang teratur. Peneliti menyebutkan, episode aktivitas seksual yang terisolasi telah terbukti memicu masalah jantung dalam beberapa kasus, orang yang berolahraga secara teratur berisiko lebih rendah.
(Baca juga: 4 Fakta Pneumonia pada Anak yang Perlu Orang Tua Ketahui )
Sebanyak 495 pasien yang terlibat dalam penelitian ini berusia 65 tahun ke bawah dan dirawat di rumah sakit karena serangan jantung pertama mereka pada 1993. Usia rata-rata mereka adalah 53, dan 90% di antaranya adalah laki-laki. Peneliti menemukan bahwa setelah 22 tahun, 211 pasien atau 43% dari total partisipan, telah meninggal.
Mereka kemudian menyesuaikan faktor-faktor seperti obesitas, aktivitas fisik, dan status sosial ekonomi untuk menentukan perbedaan risiko kematian antara kedua kelompok. Dan ditemukan bahwa manfaat kelangsungan hidup sebagian besar disebabkan oleh penurunan kematian nonkardiovaskular seperti kanker -yakni orang-orang dalam kelompok yang meninggal sebagian besar menjadi korban kondisi selain penyakit jantung.
Sementara aktivitas fisik yang tiba-tiba, seperti berhubungan seks, dapat memicu serangan jantung, risiko jangka panjang masalah jantung berkurang dengan aktivitas fisik yang teratur. Peneliti menyebutkan, episode aktivitas seksual yang terisolasi telah terbukti memicu masalah jantung dalam beberapa kasus, orang yang berolahraga secara teratur berisiko lebih rendah.
(Baca juga: 4 Fakta Pneumonia pada Anak yang Perlu Orang Tua Ketahui )
Sebanyak 495 pasien yang terlibat dalam penelitian ini berusia 65 tahun ke bawah dan dirawat di rumah sakit karena serangan jantung pertama mereka pada 1993. Usia rata-rata mereka adalah 53, dan 90% di antaranya adalah laki-laki. Peneliti menemukan bahwa setelah 22 tahun, 211 pasien atau 43% dari total partisipan, telah meninggal.
Mereka kemudian menyesuaikan faktor-faktor seperti obesitas, aktivitas fisik, dan status sosial ekonomi untuk menentukan perbedaan risiko kematian antara kedua kelompok. Dan ditemukan bahwa manfaat kelangsungan hidup sebagian besar disebabkan oleh penurunan kematian nonkardiovaskular seperti kanker -yakni orang-orang dalam kelompok yang meninggal sebagian besar menjadi korban kondisi selain penyakit jantung.
Lihat Juga :