Berawal dari Pengalaman Jadi Pasien, Kini Jadi Konsultan Bedah Plastik
Sabtu, 26 September 2020 - 11:00 WIB
loading...
A
A
A
"Klien saya ada juga bule Australia, tapi mayoritas orang Indonesia dari Skotlandia, Baku-Azerbaijan, Arab Saudi, Amerika, Australia, Thailand, Jerman dan orang Indonesia yang berdomisili di Indonesia. Klien saya itu semua datang dari saluran Youtube saya," tutur Olivia.
Berdasarkan pengalamannya melakukan tiga kali operasi dengan belasan tindakan bedah membuatnya mengerti prosedur yang harus dijalani kliennya. Olivia awalnya menjalani konsultasinya melalui WhatsApp. Dia memberikan pemahaman tentang bedah plastik bagi mereka yang masih awam dengan operasi plastik.
"Untuk pemilihan negara kadang ada jenis operasi yang saya sarankan harus di Korsel karena pertimbangan risiko setelah operasi, tingkat kesulitan, dan tingkat kegagalan. Setelah semua oke mulai harga hingga waktu. Mereka saya arahkan untuk membayar uang muka ke rumah sakit untuk booking slot," kata pemilik akun Instagram @oribiahansu ini.
Bagi Olivia memilih operasi plastik di Bangkok dan Korsel hanya karena kebetulan dia tinggal di luar negeri dan tentu sekalian berlibur. Dia pun merasa saat ingin melakukan operasi dua tahun lalu tidak banyak iklan hasil operasi seperti before and after. (Baca juga: Penjelasan BMKG Mengenai Hujan Es)
"Setiap tanya dokter, hasil bedah tidak mau diperlihatkan karena katanya privasi klien. Padahal kadang yang ingin kita lihat hanya bagian mata saja atau hidung saja," sambung Olivia.
Pengalaman operasi plastik pertama Olivia cukup berkesan, yakni pada Oktober 2018. Dia terbang ke Bangkok dan memilih Rumah Sakit Masterpiece. Tindakan yang dilakukan ialah face liposuction di tiga area (sedot lemak wajah) seharga 49.000 baht (setara Rp22 juta), buccal fat removal atau membuang lemak di dalam pipi dengan biaya 25.000 baht (Rp11,6 juta), double eyelid (lipatan mata) senilai 35.000 baht (Rp16,3 juta), dan epicantoplasty (buka sudut dalam mata) seharga 20.000 baht (Rp9,3 juta). Total operasi pertama Olivia di Bangkok itu menghabiskan 129.000 baht (Rp60,1 juta), sudah termasuk obat dan lepas jahitan.
Namun Olivia sempat mendapat kendala, yakni dia mengalami kerusakan saraf, antara pipi dan mata selalu kedutan. Ternyata setelah dikonsultasikan pada dokter bedah plastik lain, itu akibat luka sayatan di atas hidung yang sebenarnya tidak boleh.
Berdasarkan pengalamannya melakukan tiga kali operasi dengan belasan tindakan bedah membuatnya mengerti prosedur yang harus dijalani kliennya. Olivia awalnya menjalani konsultasinya melalui WhatsApp. Dia memberikan pemahaman tentang bedah plastik bagi mereka yang masih awam dengan operasi plastik.
"Untuk pemilihan negara kadang ada jenis operasi yang saya sarankan harus di Korsel karena pertimbangan risiko setelah operasi, tingkat kesulitan, dan tingkat kegagalan. Setelah semua oke mulai harga hingga waktu. Mereka saya arahkan untuk membayar uang muka ke rumah sakit untuk booking slot," kata pemilik akun Instagram @oribiahansu ini.
Bagi Olivia memilih operasi plastik di Bangkok dan Korsel hanya karena kebetulan dia tinggal di luar negeri dan tentu sekalian berlibur. Dia pun merasa saat ingin melakukan operasi dua tahun lalu tidak banyak iklan hasil operasi seperti before and after. (Baca juga: Penjelasan BMKG Mengenai Hujan Es)
"Setiap tanya dokter, hasil bedah tidak mau diperlihatkan karena katanya privasi klien. Padahal kadang yang ingin kita lihat hanya bagian mata saja atau hidung saja," sambung Olivia.
Pengalaman operasi plastik pertama Olivia cukup berkesan, yakni pada Oktober 2018. Dia terbang ke Bangkok dan memilih Rumah Sakit Masterpiece. Tindakan yang dilakukan ialah face liposuction di tiga area (sedot lemak wajah) seharga 49.000 baht (setara Rp22 juta), buccal fat removal atau membuang lemak di dalam pipi dengan biaya 25.000 baht (Rp11,6 juta), double eyelid (lipatan mata) senilai 35.000 baht (Rp16,3 juta), dan epicantoplasty (buka sudut dalam mata) seharga 20.000 baht (Rp9,3 juta). Total operasi pertama Olivia di Bangkok itu menghabiskan 129.000 baht (Rp60,1 juta), sudah termasuk obat dan lepas jahitan.
Namun Olivia sempat mendapat kendala, yakni dia mengalami kerusakan saraf, antara pipi dan mata selalu kedutan. Ternyata setelah dikonsultasikan pada dokter bedah plastik lain, itu akibat luka sayatan di atas hidung yang sebenarnya tidak boleh.