Terapi Hidrogen Disebut Bisa Bantu Penanganan Hipoksia

Minggu, 27 September 2020 - 19:39 WIB
loading...
Terapi Hidrogen Disebut...
Penggunaan hidrogen untuk menjaga kesehatan dan bantu pencegahan berbagai penyakit di Indonesia sudah mulai dilakukan sebagian masyarakat. / Foto: ist
A A A
JAKARTA - Gejala hipoksia bukan spesifik terjadi pada pasien Covid-19 saja. Kepala Instalasi Gawat Darurat dan tim medis Covid-19 RS PGI Cikini, Jakarta, dr. Bintang Cristo Fernando, SpBS, mengatakan, apabila kondisi seseorang memiliki gangguan atau kerusakan paru-paru , maka bisa berisiko menimbulkan gejala hipoksia, akibat ketidakmampuan memberikan oksigen yang cukup ke jaringan dan sel tubuh.

(Baca juga: 5 Fakta yang Perlu Diketahui tentang Imunitas Tubuh )

"Contoh yang paling sering memang pada pasien yang menderita infeksi paru , penyakit paru obstruksi kronik, serta tumor paru atau hingga ke keganasan yang menyebar ke parenkim paru," tutur dr. Bintang saat dihubungi awak media, Jumat (25/9).

Manifestasi hipoksia klinisnya mulai dari saluran napas atas hingga ke organ paru-paru . "Apabila infeksi terjadi dan bergejala berat, artinya paru-paru manusia sudah mulai berkurang kemampuannya untuk memberikan suplai oksigen yang cukup ke jaringan dan sel tubuh," papar dr. Bintang.

Hipoksia merupakan kondisi di mana tubuh tidak mendapatkan oksigen yang cukup. Menurut dr. Bintang, kondisi hipoksia ini biasa terjadi di jaringan dan sel yang kemudian dapat menimbulkan gejala atau keluhan klinis. "Berbeda dengan hipoksemia, di mana terjadi kondisi kekurangan oksigen di dalam darah. Kondisi hipoksemia kemudian dapat menimbulkan hipoksia," ucap dokter spesialis bedah saraf ini.

Berdasarkan hasil penelitian Scientific Report pada 22 Mei 2018, dan diterbitkan situs penelitian NCBI, terapi hidrogen memperbaiki cedera paru yang diinduksi hipoksia. Pada penelitian ini dinyatakan bahwa hidrogen dapat memperbaiki cedera paru-paru yang diinduksi hipoksia dengan menghambat produksi radikal hidroksil (radikal bebas yang sangat reaktif) dan peradangan di paru-paru.

"Secara molekular, paru-paru sering cedera akibat adanya pembentukan radikal hidroksil. Menurut tanggapan saya pada penelitian tersebut, dengan penggunaan hidrogen dalam jumlah konsentrasi tinggi (berikatan dengan air) akan menghambat sistem inflamasi di dalam paru-paru, sehingga mencegah dan mengurangi terjadinya kerusakan paru yang lebih luas atau masif dengan menghambat faktor-faktor peradangan dan inflamasi," terang dr. Bintang.

Penggunaan hidrogen untuk menjaga kesehatan dan bantu pencegahan berbagai penyakit di Indonesia sudah mulai diterapkan sebagian masyarakat. Hal ini diakui Leonardo Wiesan, pendiri perusahaan LiveWell Global, distributor Hydro-Gen Fontaine PEM & Inhaler dari Korea Selatan yang merupakan mesin generator portabel penghasil air bermolekul hidrogen tinggi.

"Saat ini permintaan terhadap Hydro-Gen Fontaine PEM & Inhaler semakin tinggi. Saya rasa masyarakat Indonesia mulai memahami manfaat air hidrogen. Masyarakat di negara maju sepeti Jepang, Korea, China sudah banyak menggunakan air minum berkandungan hidrogen sehari-harinya untuk menjaga kesehatan," ujar Leonardo melalui keterangan tertulisnya, Minggu (27/9).

(Baca juga: Begini Alasan Lansia Berisiko Tinggi Terinfeksi Covid-19 )

Menurut Leonardo, air dan inhalasi hidrogen juga telah mendapat respons positif dari para peneliti dunia untuk membantu perawatan pasien Covid-19 di China. "Hal ini bisa dilihat dalam jurnal Therapeutic Advances in Respiratory Disease yang diterbitkan situs penelitian NCBI berjudul Covid-19 dan Inhalasi Hidrogen, yang diterbitkan 30 Agustus 2020. Di artikel tersebut, tertulis mengenai laporan Komisi Kesehatan Nasional Tiongkok dan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Tiongkok yang merekomendasikan terapi inhalasi perpaduan oksigen dan hidrogen pada perawatan pada pasien Covid-19 dengan pneumonia Tiongkok," kata Leonardo.
(nug)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
5 Tanda Kuku yang Bisa...
5 Tanda Kuku yang Bisa Jadi Gejala Penyakit, Jangan Diabaikan!
Gigi Hilang Jangan Dibiarkan,...
Gigi Hilang Jangan Dibiarkan, Bisa Ganggu Fungsi Kunyah dan Susunan Gigi
Indonesia Siapkan Bank...
Indonesia Siapkan Bank Plasma Nasional, Target Beroperasi pada 2027
Sering Dikira Daki,...
Sering Dikira Daki, Bercak Hitam di Leher Bisa Jadi Tanda Resistensi Insulin
Menjaga Sendi Tetap...
Menjaga Sendi Tetap Sehat agar Nyaman Bergerak di Setiap Usia
Studi: 2 dari 5 Orang...
Studi: 2 dari 5 Orang Kardiovaskular Berisiko Serangan Jantung dan Stroke
Robot Humanoid Cetak...
Robot Humanoid Cetak Sejarah, Berhasil Melakukan Operasi Jarak Jauh Pertama di Dunia
Kimia Farma Siapkan...
Kimia Farma Siapkan Rantai Layanan Hulu-Hilir Percepat Penanggulangan TB
Satu Sendok, Sejuta...
Satu Sendok, Sejuta Mitos: Sasa Luruskan Fakta MSG yang Benar
Rekomendasi
Pakar Hukum: Penetapan...
Pakar Hukum: Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa Asal Ada 2 Alat Bukti
Kumpulan Ayat-ayat Al...
Kumpulan Ayat-ayat Al Quran tentang Pernikahan yang Penting Diketahui
Febrie Ditetapkan Jadi...
Febrie Ditetapkan Jadi Tersangka Tanpa Diperiksa, Pakar: Bertentangan dengan Konstitusi dan Langgar HAM
Berita Terkini
Pihak Fangfang Ungkap...
Pihak Fangfang Ungkap Peluang Damai dengan Vicky Prasetyo Kian Menipis
Meisya Amira Belajar...
Meisya Amira Belajar Bahasa Isyarat demi Peran Tunarungu di Film Juminten Edan
Telur Ceplok atau Dadar,...
Telur Ceplok atau Dadar, Mana yang Gizinya Lebih Tinggi? Ini Penjelasannya
Kabar Bahagia, Chelsea...
Kabar Bahagia, Chelsea Islan Umumkan Kelahiran Anak Pertama
Cinta Laura Biayai Sekolah...
Cinta Laura Biayai Sekolah Asisten hingga Lulus SMA, Alasannya Bikin Haru
Ruben Onsu Tak Lagi...
Ruben Onsu Tak Lagi Ceria Sejak Konflik dengan Sarwendah, Eks Manajer: Dia Banyak Merenung
Infografis
3 Kejanggalan Penanganan...
3 Kejanggalan Penanganan Kasus Febrie Adriansyah, KPK Diminta Bertindak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved