Influencer Gaungkan Kampanye Freedom Online di Hari Anak Perempuan Internasional
Rabu, 30 September 2020 - 02:53 WIB
loading...
Nazwa Shihab akan terlibat dalam kampanye Freedom Online yang dihadirkan untuk memperingati Hari Anak Perempuan Internasional. Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Dalam rangka Hari Anak Perempuan Internasional 2020, Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) kembali menggelar #Girlstakeover: Sehari Jadi Pemimpin 2020 pada Oktober dengan tema "Freedom Online". Anak perempuan akan mengambil alih akun media sosial para tokoh serta bersama-sama menyuarakan kebebasan berekspresi di ranah daring .
Tahun ini ada lima tokoh yang berkomitmen memberikan ruang bagi lima anak perempuan untuk bersuara di media sosial mereka. Mereka adalah Najwa Shihab (pendiri Narasi), Hannah Al Rashid (pegiat isu kesetaraan gender dan aktris), Angkie Yudistia (Staf Khusus Presiden RI), Muhammad Farhan (Anggota DPR RI Komisi 1), dan Budiman Sudjatmiko (Ketua umum Gerakan Inovator 4.0 Indonesia). (Baca Juga: Pria Ini Punya Ratusan Koleksi Sneaker, Salah Satunya Berharga Rp65 Juta )
Sementara lima anak perempuan yang terpilih melalui seleksi ketat adalah Patrichia (Papua), Devie (Maluku Utara), Phylia (Nusa Tenggara Timur), Salwa(Kalimantan Timur), dan Fayanna (Jawa Barat). Sebelumnya mereka terlibat dalam serangkaian kegiatan seleksi melalui seminar daring, kelas kepemimpinan, hingga kompetisi video blog tentang "Freedom Online" yang diikuti lebih dari 600 anak perempuan di Indonesia.
“Tema "Freedom Online" bermaksud merespon tingginya kegiatan daring anak di masa pandemi COVID-19”, ujar Nazla Mariza, Direktur Influencing Yayasan Plan International Indonesia, melalui siaran resminya pada Selasa (29/9).
"Intensitas kegiatan daring ini turut berdampak pada meningkatnya risiko Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) yang kerap dialami anak perempuan. Perlu penanganan serius terhadap KBGO karena dapat membuat anak merasa tertekan, hilang kepercayaan diri, mengisolasi diri, bahkan bisa membungkam suara dan kesempatan mereka untuk maju," lanjut Nazla.
Tahun ini ada lima tokoh yang berkomitmen memberikan ruang bagi lima anak perempuan untuk bersuara di media sosial mereka. Mereka adalah Najwa Shihab (pendiri Narasi), Hannah Al Rashid (pegiat isu kesetaraan gender dan aktris), Angkie Yudistia (Staf Khusus Presiden RI), Muhammad Farhan (Anggota DPR RI Komisi 1), dan Budiman Sudjatmiko (Ketua umum Gerakan Inovator 4.0 Indonesia). (Baca Juga: Pria Ini Punya Ratusan Koleksi Sneaker, Salah Satunya Berharga Rp65 Juta )
Sementara lima anak perempuan yang terpilih melalui seleksi ketat adalah Patrichia (Papua), Devie (Maluku Utara), Phylia (Nusa Tenggara Timur), Salwa(Kalimantan Timur), dan Fayanna (Jawa Barat). Sebelumnya mereka terlibat dalam serangkaian kegiatan seleksi melalui seminar daring, kelas kepemimpinan, hingga kompetisi video blog tentang "Freedom Online" yang diikuti lebih dari 600 anak perempuan di Indonesia.
“Tema "Freedom Online" bermaksud merespon tingginya kegiatan daring anak di masa pandemi COVID-19”, ujar Nazla Mariza, Direktur Influencing Yayasan Plan International Indonesia, melalui siaran resminya pada Selasa (29/9).
"Intensitas kegiatan daring ini turut berdampak pada meningkatnya risiko Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) yang kerap dialami anak perempuan. Perlu penanganan serius terhadap KBGO karena dapat membuat anak merasa tertekan, hilang kepercayaan diri, mengisolasi diri, bahkan bisa membungkam suara dan kesempatan mereka untuk maju," lanjut Nazla.
Lihat Juga :