Mengenal Rapid Test Antigen yang Gantikan Rapid Test Antibodi
Kamis, 01 Oktober 2020 - 16:02 WIB
loading...
A
A
A
"Sebagian besar dari tes cepat ini akan tersedia untuk negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah. Tes-tes ini memberikan hasil yang dapat diandalkan dalam waktu sekitar 15 sampai 30 menit, daripada berjam-jam atau hari, dengan harga lebih rendah dengan peralatan yang canggih," kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus, seperti dilansir dari CNN, Kamis (1/10).
Tedros menambahkan, tes vital ini akan membantu memperluas pengujian di daerah terpencil yang tidak memiliki fasilitas laboratorium atau petugas kesehatan yang cukup terlatih untuk melakukan tes PCR. Rapid test antigen bakal menunjukkan di mana virus bersembunyi, yang merupakan kunci untuk dengan cepat melacak dan mengisolasi kontak serta memutus rantai penularan.
Seperti PCR, rapid test antigen memerlukan swab hidung atau tenggorokan. Tetapi, tidak seperti tes PCR yang mencari materi genetik dari virus SARS-CoV-2, rapid test antigen mencari protein yang hidup di permukaan virus. Proses ini sedikit kurang padat karya daripada pengujian PCR, karena tidak banyak bahan kimia yang terlibat, namun juga kurang sensitif. Antigen dapat terdeteksi ketika ada infeksi yang sedang berlangsung di tubuh seseorang. (Baca Juga: 1 Juta Lebih Orang di Dunia Meninggal karena COVID-19 )
Memiliki sifat cepat, lebih mudah, serta lebih murah, rapid test antigen dapat digunakan untuk pemeriksaan di sekolah, universitas, dan tempat kerja. Meskipun tes tidak akan mengambil semua kasus, tapi dapat memungkinkan banyak orang yang terinfeksi diidentifikasi sebelum mereka memiliki gejala dan masuk ke karantina.
Tes ini adalah alat penting bagi pemerintah saat mereka berupaya membuka kembali ekonomi dan pada akhirnya menyelamatkan, baik kehidupan maupun mata pencaharian.
Tedros menambahkan, tes vital ini akan membantu memperluas pengujian di daerah terpencil yang tidak memiliki fasilitas laboratorium atau petugas kesehatan yang cukup terlatih untuk melakukan tes PCR. Rapid test antigen bakal menunjukkan di mana virus bersembunyi, yang merupakan kunci untuk dengan cepat melacak dan mengisolasi kontak serta memutus rantai penularan.
Seperti PCR, rapid test antigen memerlukan swab hidung atau tenggorokan. Tetapi, tidak seperti tes PCR yang mencari materi genetik dari virus SARS-CoV-2, rapid test antigen mencari protein yang hidup di permukaan virus. Proses ini sedikit kurang padat karya daripada pengujian PCR, karena tidak banyak bahan kimia yang terlibat, namun juga kurang sensitif. Antigen dapat terdeteksi ketika ada infeksi yang sedang berlangsung di tubuh seseorang. (Baca Juga: 1 Juta Lebih Orang di Dunia Meninggal karena COVID-19 )
Memiliki sifat cepat, lebih mudah, serta lebih murah, rapid test antigen dapat digunakan untuk pemeriksaan di sekolah, universitas, dan tempat kerja. Meskipun tes tidak akan mengambil semua kasus, tapi dapat memungkinkan banyak orang yang terinfeksi diidentifikasi sebelum mereka memiliki gejala dan masuk ke karantina.
Tes ini adalah alat penting bagi pemerintah saat mereka berupaya membuka kembali ekonomi dan pada akhirnya menyelamatkan, baik kehidupan maupun mata pencaharian.
(tsa)
Lihat Juga :