Pemulihan Anak Pasien Covid-19 Dapat Dukungan Psikososial Tango Drink
Sabtu, 03 Oktober 2020 - 18:03 WIB
loading...
Tak sedikit anak-anak terinfeksi covid-19. Berdasarkan data Satuan Tugas Penanganan Covid 19, terdapat 9.5% kasus positif pada rentang usia 0-18 tahun. Mereka pun membutuhkan dukungan. Foto/Istimewa.
A
A
A
JAKARTA - Selama ini masih banyak yang menganggap mereka yang positif virus corona itu orang tua dan anak muda. Padahal, tak sedikit anak-anak yang terinfeksi covid-19. Berdasarkan data Satuan Tugas Penanganan Covid 19, terdapat 9.5% kasus positif pada rentang usia 0-18 tahun dan angka kematian pada rentang usia tersebut sebesar 3%.
Menurut Ikatan Dokter Anaka Indonesi (IDAI) angka kematian anak-anak di Indonesia akibat Covid- 19 termasuk yang tertinggi di kawasan Asia Pasifik. (Baca juga: "Ada Dewa di Sisiku" Episode 6, Jati Diri Orangtua Melati Terungkap )
RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran pun tak hanya memberikan pelayanan rawat inap dan isolasi kepada pasien golongan dewasa, juga memberikan pelayanan kepada pasien anak anak yang positif covid-19.
Anak-anak yang membutuhkan dukungan ini membuat Tango Drink dan tim Koordinator Relawan Satuan Tugas Penanganan Covid 19 menyelenggarakan aktivitas yang dapat menghibur dan membantu anak-anak tersebut dalam mengurangi kejenuhan dan tingkat stresor.
Bertempat di RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet, Jakarta, tim Tango Drink dan Koordinator Relawan Satgas Penanganan Covid-19 menyelenggarakan aktivitas mewarnai untuk sekitar 40an anak-anak, yang merupakan pasien positif Covid 19 atau anak dari orang tua positif Covid-19 yang sedang dirawat. Kegiatan ini diharapkan dapat menghibur dan mempercepat proses kesembuhan anak-anak tersebut.
“Kami dari OT Group, melalui brand Tango Drink, mengadakan aksi sosial korporasi yang difasilitasi oleh teman-teman dari tim Koordinator Relawan Satgas Penanganan Covid-19 berupa acara mewarnai. Kegiatan ini sifatnya fun dan menghibur,” kata Harianus Zebua selaku Head of Corporate and Marketing Communication OT Group.
“Sehingga diharapkan anak-anak yang sedang dirawat atau mendampingi orang tuanya yang sedang dirawat di Wisma Atlet ini ataupun isolasi di flat mandiri wisma atlet dapat terhibur dan senang sehingga berdampak kepada peningkatan imunitas tubuh serta terhindar dari faktor stres karena merasa bosan dan jenuh yang dapat berdampak kepada pertumbuhan mental mereka,” sambung dia.
Menurut Ikatan Dokter Anaka Indonesi (IDAI) angka kematian anak-anak di Indonesia akibat Covid- 19 termasuk yang tertinggi di kawasan Asia Pasifik. (Baca juga: "Ada Dewa di Sisiku" Episode 6, Jati Diri Orangtua Melati Terungkap )
RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran pun tak hanya memberikan pelayanan rawat inap dan isolasi kepada pasien golongan dewasa, juga memberikan pelayanan kepada pasien anak anak yang positif covid-19.
Anak-anak yang membutuhkan dukungan ini membuat Tango Drink dan tim Koordinator Relawan Satuan Tugas Penanganan Covid 19 menyelenggarakan aktivitas yang dapat menghibur dan membantu anak-anak tersebut dalam mengurangi kejenuhan dan tingkat stresor.
Bertempat di RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet, Jakarta, tim Tango Drink dan Koordinator Relawan Satgas Penanganan Covid-19 menyelenggarakan aktivitas mewarnai untuk sekitar 40an anak-anak, yang merupakan pasien positif Covid 19 atau anak dari orang tua positif Covid-19 yang sedang dirawat. Kegiatan ini diharapkan dapat menghibur dan mempercepat proses kesembuhan anak-anak tersebut.
“Kami dari OT Group, melalui brand Tango Drink, mengadakan aksi sosial korporasi yang difasilitasi oleh teman-teman dari tim Koordinator Relawan Satgas Penanganan Covid-19 berupa acara mewarnai. Kegiatan ini sifatnya fun dan menghibur,” kata Harianus Zebua selaku Head of Corporate and Marketing Communication OT Group.
“Sehingga diharapkan anak-anak yang sedang dirawat atau mendampingi orang tuanya yang sedang dirawat di Wisma Atlet ini ataupun isolasi di flat mandiri wisma atlet dapat terhibur dan senang sehingga berdampak kepada peningkatan imunitas tubuh serta terhindar dari faktor stres karena merasa bosan dan jenuh yang dapat berdampak kepada pertumbuhan mental mereka,” sambung dia.
Lihat Juga :