Pria juga Bisa Mengidap Kanker Payudara, Perhatikan Gejalanya!
Senin, 05 Oktober 2020 - 16:30 WIB
loading...
A
A
A
Lebih lanjut, Barr mengungkapkan bagaimana orang gemuk memiliki kadar hormon estrogen dalam tubuhnya yang lebih tinggi. Kondisi ini bisa berperan dalam pertumbuhan sel kanker payudara, seperti halnya kerusakan hati kronis dan sindrom klinefelter.
NHS mengatakan kondisi tersebut - juga disebut sebagai KS atau XXY - terjadi ketika laki-laki lahir dengan kromosom X ekstra. Di mana wanita lahir dengan dua kromosom X dan pria lahir dengan kromosom X dan Y. Kromosom adalah sel kelamin yang menentukan jenis kelamin genetik bayi.
Mempengaruhi sekitar satu dari setiap 660 pria, sindrom klinefelter (lahir dengan kromosom XXY) dapat menyebabkan gejala halus sepanjang hidup seseorang. Gejalanya sangat ringan sehingga banyak orang mungkin tidak menyadari bahwa mereka memiliki kondisi tersebut. (Baca juga: Album Baru SuperM Duduki Posisi 2 Chart Billboard 200 )
Pada balita, bayi laki-laki membutuhkan waktu lebih lama untuk duduk, merangkak, berjalan dan berbicara, tampil lebih tenang dan pasif. Di masa kanak-kanak, disleksia ringan atau dyspraxia bisa terlihat, atau kesulitan dalam menulis, mengeja, dan memperhatikan.
Orang dewasa dengan kondisi ini mungkin mengalami dorongan seks rendah dan bisa jadi tidak subur.
NHS mengatakan kondisi tersebut - juga disebut sebagai KS atau XXY - terjadi ketika laki-laki lahir dengan kromosom X ekstra. Di mana wanita lahir dengan dua kromosom X dan pria lahir dengan kromosom X dan Y. Kromosom adalah sel kelamin yang menentukan jenis kelamin genetik bayi.
Mempengaruhi sekitar satu dari setiap 660 pria, sindrom klinefelter (lahir dengan kromosom XXY) dapat menyebabkan gejala halus sepanjang hidup seseorang. Gejalanya sangat ringan sehingga banyak orang mungkin tidak menyadari bahwa mereka memiliki kondisi tersebut. (Baca juga: Album Baru SuperM Duduki Posisi 2 Chart Billboard 200 )
Pada balita, bayi laki-laki membutuhkan waktu lebih lama untuk duduk, merangkak, berjalan dan berbicara, tampil lebih tenang dan pasif. Di masa kanak-kanak, disleksia ringan atau dyspraxia bisa terlihat, atau kesulitan dalam menulis, mengeja, dan memperhatikan.
Orang dewasa dengan kondisi ini mungkin mengalami dorongan seks rendah dan bisa jadi tidak subur.
(tdy)
Lihat Juga :