Studi: Gejala Depresi Selama Kehamilan Turunkan Kekebalan Anak
Rabu, 15 April 2020 - 17:32 WIB
loading...
A
A
A
"Imunoglobulin ini sangat penting dalam microbiome untuk mengembangkan toleransi oral terhadap antigen lingkungan," jelas pimpinan tim penulis studi, Liane Kang.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu yang melaporkan gejala depresi selama trimester ketiga atau secara terus-menerus sebelum dan sesudah kelahiran, dua kali lebih mungkin memiliki bayi dengan tingkat imunoglobulin A terendah dalam usus mereka.
Gejala ibu tidak harus parah untuk diagnosis klinis depresi. Tak ada hubungan yang ditemukan dengan depresi pascapersalinan. Hasilnya tetap benar, bahkan ketika faktor-faktor variabel seperti menyusui dan penggunaan antibiotik oleh ibu beserta bayi diperhitungkan.
Para peneliti mengatakan, penurunan kekebalan membuat bayi berisiko terkena infeksi saluran pernapasan atau pencernaan serta asma dan alergi. Juga dapat menyebabkan peningkatan risiko depresi, obesitas, serta penyakit autoimun seperti diabetes.
Kozyrskyj berpendapat bahwa kadar hormon stres (kortisol) yang lebih tinggi dapat ditransfer dari ibu yang depresi ke janin mereka dan mengganggu produksi sel yang akan membuat imunoglobulin setelah lahir. Dia menyarankan penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami hubungan antara microbiome ibu dan perkembangan kekebalan bayi. Kedua peneliti mengatakan, penelitian mereka menunjukkan bahwa lebih banyak dukungan kesehatan mental diperlukan oleh wanita hamil.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu yang melaporkan gejala depresi selama trimester ketiga atau secara terus-menerus sebelum dan sesudah kelahiran, dua kali lebih mungkin memiliki bayi dengan tingkat imunoglobulin A terendah dalam usus mereka.
Gejala ibu tidak harus parah untuk diagnosis klinis depresi. Tak ada hubungan yang ditemukan dengan depresi pascapersalinan. Hasilnya tetap benar, bahkan ketika faktor-faktor variabel seperti menyusui dan penggunaan antibiotik oleh ibu beserta bayi diperhitungkan.
Para peneliti mengatakan, penurunan kekebalan membuat bayi berisiko terkena infeksi saluran pernapasan atau pencernaan serta asma dan alergi. Juga dapat menyebabkan peningkatan risiko depresi, obesitas, serta penyakit autoimun seperti diabetes.
Kozyrskyj berpendapat bahwa kadar hormon stres (kortisol) yang lebih tinggi dapat ditransfer dari ibu yang depresi ke janin mereka dan mengganggu produksi sel yang akan membuat imunoglobulin setelah lahir. Dia menyarankan penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami hubungan antara microbiome ibu dan perkembangan kekebalan bayi. Kedua peneliti mengatakan, penelitian mereka menunjukkan bahwa lebih banyak dukungan kesehatan mental diperlukan oleh wanita hamil.
(tsa)
Lihat Juga :