4 dari 5 Pasien COVID-19 Miliki Gejala Neurologis
Kamis, 08 Oktober 2020 - 13:33 WIB
loading...
A
A
A
Temuan juga menunjukkan bahwa penyakit pernafasan parah yang membutuhkan ventilasi mekanis terjadi pada 134 pasien. Lebih lanjut, para peneliti menemukan bahwa COVID-19 yang parah dan usia yang lebih muda adalah faktor risiko independen untuk mengembangkan manifestasi neurologis apa pun. (Baca juga: SuperM dan WHO Bicarakan Kesehatan Mental, Acaranya Gratis! )
Menurut penelitian tersebut, ensefalopati (istilah untuk penyakit difus otak yang mengubah fungsi atau struktur otak) secara independen terkait dengan hasil fungsional yang lebih buruk dan kematian yang lebih tinggi dalam 30 hari setelah dirawat di rumah sakit. Studi tersebut juga mencatat bahwa ensefalopati dikaitkan dengan peningkatan morbiditas dan mortalitas, terlepas dari tingkat keparahan penyakit pernapasan.
Studi tersebut menunjukkan bahwa sekitar 71% (362) dari semua pasien memiliki hasil fungsional yang baik pada saat keluar. Di seluruh dunia, setidaknya 1.037.971 orang kini telah meninggal karena COVID-19 dan lebih dari 35.243.990 kasus telah dikonfirmasi.
Menurut penelitian tersebut, ensefalopati (istilah untuk penyakit difus otak yang mengubah fungsi atau struktur otak) secara independen terkait dengan hasil fungsional yang lebih buruk dan kematian yang lebih tinggi dalam 30 hari setelah dirawat di rumah sakit. Studi tersebut juga mencatat bahwa ensefalopati dikaitkan dengan peningkatan morbiditas dan mortalitas, terlepas dari tingkat keparahan penyakit pernapasan.
Studi tersebut menunjukkan bahwa sekitar 71% (362) dari semua pasien memiliki hasil fungsional yang baik pada saat keluar. Di seluruh dunia, setidaknya 1.037.971 orang kini telah meninggal karena COVID-19 dan lebih dari 35.243.990 kasus telah dikonfirmasi.
(tdy)
Lihat Juga :