Perkuat Imunitas agar Tetap Sehat Selama Pandemi
Jum'at, 16 Oktober 2020 - 14:15 WIB
loading...
A
A
A
Pada respons awal, jika tubuh kita kuat akan memungkinkan untuk mengendalikan infeksi dengan cepat. Pada kondisi ini, terjadi pelepasan protein interferon untuk mengganggu kemampuan virus agar tidak bereplikasi dalam sel-sel tubuh. Interferon juga akan merekrut sel-sel kekebalan lain untuk menyerang virus agar tidak menyebar. Misalnya, sel darah putih. (Baca juga: Pendidikan Guru Penggerak Diikuti 2.800 Guru)
Saat tubuh terserang oleh gas beracun atau radikal bebas, maka akan ditangkap oleh kolesterol yang berperan sebagai pelindung sel. Meskipun demikian, virus juga memiliki pertahanannya sendiri untuk menumpulkan atau melepaskan diri dari efek interferon.
Seperti apa respons imun bawaan saat terinfeksi virus? Bisa terlihat dari gejala klinis yang dialami ketika kita sakit, misalnya demam, batuk kering, nyeri tenggorokan, hidung tersumbat, malaise (rasa pegal dan tidak nyaman), sakit kepala, nyeri otot, atau diare.
Gejala-gejala tersebut merupakan manifestasi dari sistem imun bawaan sedang berupaya menyingkirkan virus. Sementara bagi penderita usia lanjut dan yang memiliki gangguan kekebalan tubuh (immunocompromised) terkadang gejala dan tandanya tidak khas.
Bagi mereka yang memiliki riwayat sakit, misalnya pada penderita diabetes melitus, imun akan tergantung pada tingkat kesehatannya sehingga pasien harus selalu mengontrol gula darah dan mengikuti petunjuk dokter. Perokok juga menjadi orang yang masuk dalam kategori rentan. Imun mereka cenderung rendah karena keracunan radikal bebas terus-menerus. (Baca juga: Jaga kesehatan Mata, Batasi Anak Main Gadget)
Saat tubuh terserang oleh gas beracun atau radikal bebas, maka akan ditangkap oleh kolesterol yang berperan sebagai pelindung sel. Meskipun demikian, virus juga memiliki pertahanannya sendiri untuk menumpulkan atau melepaskan diri dari efek interferon.
Seperti apa respons imun bawaan saat terinfeksi virus? Bisa terlihat dari gejala klinis yang dialami ketika kita sakit, misalnya demam, batuk kering, nyeri tenggorokan, hidung tersumbat, malaise (rasa pegal dan tidak nyaman), sakit kepala, nyeri otot, atau diare.
Gejala-gejala tersebut merupakan manifestasi dari sistem imun bawaan sedang berupaya menyingkirkan virus. Sementara bagi penderita usia lanjut dan yang memiliki gangguan kekebalan tubuh (immunocompromised) terkadang gejala dan tandanya tidak khas.
Bagi mereka yang memiliki riwayat sakit, misalnya pada penderita diabetes melitus, imun akan tergantung pada tingkat kesehatannya sehingga pasien harus selalu mengontrol gula darah dan mengikuti petunjuk dokter. Perokok juga menjadi orang yang masuk dalam kategori rentan. Imun mereka cenderung rendah karena keracunan radikal bebas terus-menerus. (Baca juga: Jaga kesehatan Mata, Batasi Anak Main Gadget)
Lihat Juga :