FoodCycle Indonesia Bagikan 15.000 Sarapan Bergizi Anak Indonesia
Jum'at, 16 Oktober 2020 - 18:41 WIB
loading...
FoodCycle Indonesia Bagikan 15.000 Sarapan Bergizi Anak Indonesia/FoodCycle
A
A
A
FoodCycle Indonesia, organisasi sosial yang berdiri sejak November 2017, menggelar acara “Semangat Pagi Indonesia: Sarapan Bergizi Bagi Anak Bangsa”. Acara ini digelar untuk menyambut Hari Pangan Sedunia 2020 .
Melalui acara ini FoodCycle Indonesia mengajak masyarakat dan perusahaan membantu anak-anak keluarga pra-sejahtera mendapatkan asupan nutrisi yang layak. Astrid Paramita, Co-Founder FoodCycle Indonesia, menjelaskan bahwa di masa pandemi, banyak keluarga yang terdampak secara ekonomi. Akibatnya, penghasilan makin berkurang dan anak-anak harus dihadapkan pada risiko kelaparan serta kekurangan nutrisi.
“Pandemi Covid-19 telah memberikan kita pelajaran untuk bisa menghargai hal kecil yang selama ini kurang disyukuri keberadaannya, seperti makanan,” papar Astrid. “Sadar atau tidak, seringkali kita tidak menghabiskan makanan dengan alasan kenyang atau mengambil porsi terlalu banyak. Padahal, di sekitar masih banyak saudara kita yang kurang beruntung dan harus bekerja lebih keras untuk mengisi perut mereka. Terlebih di masa pandemi ini, anak-anak kurang mampu di Indonesia selain terancam risiko penyakit masih harus berhadapan dengan masalah kelaparan.”
Baca Juga: Kecantikan Nikita Willy di Hari Pernikahan Bikin Netizen Pangling
Astrid menambahkan, ''Jumlah anak gizi buruk di Indonesia meningkat akibat banyak keluarga yang kehilangan pendapatan selama pandemi Covid-19, sehingga mereka tidak mampu membeli makanan sehat dan bergizi. Menurut laporan Oxfam, kelaparan saat pandemi Covid-19 diperkirakan mencapai 12 ribu per hari di akhir tahun 2020. Dalam laporan yang dirilisnya, Oxfam menyebut potensi kematian akibat kelaparan bisa merenggut lebih banyak nyawa dari infeksi virus Corona itu sendiri.”
Melalui acara ini FoodCycle Indonesia mengajak masyarakat dan perusahaan membantu anak-anak keluarga pra-sejahtera mendapatkan asupan nutrisi yang layak. Astrid Paramita, Co-Founder FoodCycle Indonesia, menjelaskan bahwa di masa pandemi, banyak keluarga yang terdampak secara ekonomi. Akibatnya, penghasilan makin berkurang dan anak-anak harus dihadapkan pada risiko kelaparan serta kekurangan nutrisi.
“Pandemi Covid-19 telah memberikan kita pelajaran untuk bisa menghargai hal kecil yang selama ini kurang disyukuri keberadaannya, seperti makanan,” papar Astrid. “Sadar atau tidak, seringkali kita tidak menghabiskan makanan dengan alasan kenyang atau mengambil porsi terlalu banyak. Padahal, di sekitar masih banyak saudara kita yang kurang beruntung dan harus bekerja lebih keras untuk mengisi perut mereka. Terlebih di masa pandemi ini, anak-anak kurang mampu di Indonesia selain terancam risiko penyakit masih harus berhadapan dengan masalah kelaparan.”
Baca Juga: Kecantikan Nikita Willy di Hari Pernikahan Bikin Netizen Pangling
Astrid menambahkan, ''Jumlah anak gizi buruk di Indonesia meningkat akibat banyak keluarga yang kehilangan pendapatan selama pandemi Covid-19, sehingga mereka tidak mampu membeli makanan sehat dan bergizi. Menurut laporan Oxfam, kelaparan saat pandemi Covid-19 diperkirakan mencapai 12 ribu per hari di akhir tahun 2020. Dalam laporan yang dirilisnya, Oxfam menyebut potensi kematian akibat kelaparan bisa merenggut lebih banyak nyawa dari infeksi virus Corona itu sendiri.”
Lihat Juga :