Tingkatkan Kesadaran Kurangi Susut dan Limbah Pangan Bergizi
Selasa, 20 Oktober 2020 - 15:16 WIB
loading...
A
A
A
Sebesar 90% kerusakan jumlah dan gizi makanan terjadi dari proses produksi hingga penjualan, sementara limbah makanan hanya sekitar 10%. Menurut Agnes, semua orang berperan penting dalam upaya perbaikan sistem pangan ini dan dapat menjadi pahlawan pangan agar perilaku untuk untuk mengurangi susut makanan dapat menjadi kebiasaan dan berkelanjutan dalam pekerjaan dan kehidupan kita semua.
Menyikapi hal tersebut, Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSKP), Ir. Artati Widiarti, MA ikut mendukung langkah dan aksi yang dilakukan GAIN dan Jejaring Pasca-Panen untuk Gizi Indonesia (JP2GI) untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang dampak susut dan limbah pangan terhadap ketahanan pangan dan gizi (KPG) di tingkat nasional hingga pelosok nusantara.
"Sebagai pemegang dan pelaksana kebijakan, Kementerian Kelautan dan Perikanan mendukung langkah yang dilakukan GAIN dan JP2GI yang peduli akan banyaknya susut dan limbah pangan yang tidak saja berdampak pada perekonomian masyarakat tetapi juga pada pemenuhan gizi masyarakat," kata Artati.
"Oleh sebab itu, kami berupaya melakukan pengembangan inovasi produk, peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia, Penguatan Edukasi Publik, Pengembangan Infrastruktur, Penyederhanaan Regulasi dan Birokrasi, serta Transformasi Ekonomi yang telah dijabarkan ke dalam 7 Agenda Pembangunan (AP) RPJMN 2020-2024," sambungnya.
Menyikapi hal tersebut, Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSKP), Ir. Artati Widiarti, MA ikut mendukung langkah dan aksi yang dilakukan GAIN dan Jejaring Pasca-Panen untuk Gizi Indonesia (JP2GI) untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang dampak susut dan limbah pangan terhadap ketahanan pangan dan gizi (KPG) di tingkat nasional hingga pelosok nusantara.
"Sebagai pemegang dan pelaksana kebijakan, Kementerian Kelautan dan Perikanan mendukung langkah yang dilakukan GAIN dan JP2GI yang peduli akan banyaknya susut dan limbah pangan yang tidak saja berdampak pada perekonomian masyarakat tetapi juga pada pemenuhan gizi masyarakat," kata Artati.
"Oleh sebab itu, kami berupaya melakukan pengembangan inovasi produk, peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia, Penguatan Edukasi Publik, Pengembangan Infrastruktur, Penyederhanaan Regulasi dan Birokrasi, serta Transformasi Ekonomi yang telah dijabarkan ke dalam 7 Agenda Pembangunan (AP) RPJMN 2020-2024," sambungnya.
Lihat Juga :