Waspada Penyakit Mematikan

Sabtu, 24 Oktober 2020 - 06:01 WIB
loading...
A A A
Di China, penyakit ini lebih banyak menyerang laki-laki, yakni sekitar 52%, perempuannya 48%. Di Jepang, penderita laki-laki juga lebih banyak, yakni 54%. Namun, di Rusia penyakit ini lebih banyak menyerang kaum perempuan, sekitar 59%. Kondisi ini juga terjadi di Brasil, sekitar 56% penyakit jantung diidap kaum hawa dan 52% juga terjadi di Eropa.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementrian Kesehatan (PTM Kemenkes), Cut Putri Arianie, mengatakan, hingga kini penyakit kardiovaskular masih menjadi penyakit tidak menular utama penyebab kematian di Indonesia. "Penyakit jantung koroner yang merupakan salah satu jenis penyakit kardiovaskular menjadi penyebab 26,4% kematian di Indonesia dan angka ini lebih tinggi dari angka kematian akibat kanker," ungkap Putri.

Bahkan, serangan jantung tidak hanya diderita oleh orang berusia lanjut, usia produktif pun bisa ikut terserang penyakit mematikan ini. Salah satunya karena pekerja usia produktif cenderung memiliki waktu kerja panjang, bekerja di belakang meja (sedikit bergerak), tidak mengonsumsi makanan sehat. Makanan cepat saji memiliki peran cukup besar menyebabkan penyakit jantung pada usia muda. (Baca juga: Covid-19 Lima Kali Lebih Mematikan Dibanding Virus Flu)

Putri menjelaskan, pola hidup yang tidak sehat seperti mengonsumsi olahan makanan yang banyak mengandung tepung dan gula, dan stres memiliki peran cukup besar menyebabkan penyakit jantung pada usia muda. "Bahkan ada yang usianya 35 tahun terkena serangan mendadak. Jumlahnya juga cukup mengkhawatirkan, mencapai 1,4 juta jiwa," tambahnya.

Data di atas menunjukkan, penyakit kardiovaskular merupakan penyakit dengan jumlah rasio kematian cukup mengkhawatirkan. Salah satu faktor risiko yang dapat meningkatkan penyakit jantung yaitu kolesterol tinggi, merokok, stres, diabetes, tekanan darah tinggi, abdominal obesitas (perut yang besar), tidak berolahraga, serta kurang mengonsumsi sayuran dan buah. Itu sebabnya pencegahan penyakit ini harus terus dilakukan.

Jenis penyakit jantung bukan hanya koroner. Salah satu yang paling banyak diidap adalah kelainan irama jantung (atrial fibrilasi), yaitu kelainan atrium yang membesar akibat hipertensi, kelainan katup jantung atau jantung lemah, dan kelainan genetika. Gejala yang paling mudah dikenali detak jantung yang tidak teratur secara tiba-tiba, meski seseorang tidak sedang menjalani aktivitas tertentu. (Baca juga: Tsunami Setinggi 80 Meter Pernah Menerjang Ambon pada Tahun 1674)

"Detak jantung ini bisa cepat, lambat, atau kombinasi cepat dan lambat. Kalau detak jantung 120 per menit dalam kondisi tidak ada aktivitas harus diwaspadai karena detak jantung ideal orang dewasa sekitar 60 sampai 100 per menit. Gangguan irama jantung cepat biasanya ditandai dengan sesak nafas dan cepat lelah. Jika detaknya lambat, biasanya disertai mau pingsan dan kehilangan kesadaran sementara. Ciri ini harus diwaspadai karena itu salah satu dari gejala serangan jantung," ujar spesialis jantung Antono Sutandar.

Jika pada kasus atrial fibrilasi karena adanya kelainan genetik, jantung koroner lebih disebabkan oleh penyempitan atau penyumbatan pembuluh darah koroner yang membuat jantung kekurangan oksigen dan nutrisi untuk memompa darah. Penyempitan atau penyumbatan ini terjadi karena adanya proses penumpukan lemak di dinding pembuluh darah yang berlangsung secara bertahap.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kaya Nutrisi, Semangka...
Kaya Nutrisi, Semangka Ternyata Berkhasiat Turunkan Risiko Penyakit Jantung
Calvin Dores Dirawat...
Calvin Dores Dirawat Karena Serangan Jantung, Begini Kondisinya Sekarang
Baru Curhat Soal Ekonomi,...
Baru Curhat Soal Ekonomi, Calvin Dores Dirawat di RS karena Serangan Jantung
Serangan Jantung Ancam...
Serangan Jantung Ancam Usia Produktif, Siloam Siapkan Sistem Penanganan Terintegrasi
Gangguan Irama Jantung...
Gangguan Irama Jantung Bisa Sebabkan Stroke, Dialami hingga 7 Juta Orang Indonesia
Susu Almond, Alternatif...
Susu Almond, Alternatif Sehat Tanpa Laktosa yang Baik untuk Jantung hingga Kulit
Ngeri, Pilot Pesawat...
Ngeri, Pilot Pesawat Pembawa 220 Penumpang Mendadak Serangan Jantung di Ketinggian 30.000 Kaki
PK3D DKI Latih Warga...
PK3D DKI Latih Warga Tangani Serangan Jantung di Ruang Publik
Pria China Meninggal...
Pria China Meninggal akibat Kerja Lembur, 8 Jam setelah Kematian Masih Diberi Tugas Kantor via Ponsel
Rekomendasi
DPR Minta Menteri Pariwisata...
DPR Minta Menteri Pariwisata Bangun Konektivitas Udara untuk Dongkrak Wisatawan
Bonjowi Minta PTUN Jakarta...
Bonjowi Minta PTUN Jakarta Tolak Gugatan UGM Soal Keberatan Putusan Komisi Informasi Pusat
World Chiz Day 2026,...
World Chiz Day 2026, Prochiz Sasar Lebih dari 1.000 Siswa SD di Tiga Kota
Berita Terkini
Clara Shinta Tegaskan...
Clara Shinta Tegaskan Tak Punya Catatan Kriminal, SKCK Jadi Bukti di Tengah Polemik
Latihan Kaki Tak Hanya...
Latihan Kaki Tak Hanya Bakar Kalori, Ternyata Penting untuk Keseimbangan Hormon
Rencanakan Liburan dengan...
Rencanakan Liburan dengan Lebih Fleksibel Melalui Paylater
Sinopsis Terikat Janji...
Sinopsis 'Terikat Janji' 4 Juni 2026: Identitas Aslinya Runtuh, Sena Rela Pikul Kesalahan Sendiri demi Lindungi Davina
ARMY Siap-Siap! Tiket...
ARMY Siap-Siap! Tiket Konser Comeback BTS di Jakarta Mulai Dijual Juni Ini
Sinopsis Microdrama...
Sinopsis Microdrama CEO Who Killed My Father di V+Short, Misi Jurnalis Bongkar Kejahatan CEO Berkuasa
Infografis
Waspada! Ini Gejala...
Waspada! Ini Gejala Super Flu yang Masuk ke Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved