Waspada Penyakit Mematikan

Sabtu, 24 Oktober 2020 - 06:01 WIB
loading...
A A A
Mengatasi penyakit jantung koroner dapat dilakukan dengan pemasangan stent (percutaneous coronary intervention) atau yang biasa dikenal dengan pemasangan ring. Hal ini dilakukan untuk melebarkan penyempitan pembuluh darah koroner dan tindakan ini harus dilakukan melalui kateterisasi. "Jumlah stent‎ yang dipasang bergantung pada kondisi penyempitan pembuluh darah pasien. Tindakan ini bisa dilakukan ketika obat-obatan sudah tidak bisa melebarkan pembuluh darah yang menyempit," papar Antono. (Baca juga: Diterima PayPal, Harga Bitcoin Ugal-ugalan)

Namun, pada kondisi di mana jumlah pembuluh darah yang menyempit terlalu banyak, Antono menganjurkan tindakan operasi Coronary Artery Bypass Graft (CABG) untuk membuat pembuluh darah baru. Nantinya pembuluh darah baru akan melewati pembuluh darah koroner yang menyempit sehingga otot-otot jantung mendapat pasokan darah yang cukup untuk kebutuhan kerja jantung.

Walau hampir semua keadaan penyempitan di pembuluh darah koroner dapat dilakukan pemasangan ring, namun ada kondisi ‎tertentu yang membuat pasien lebih disarankan melakukan operasi bypass. "Kalau pasang ring lebih dari tiga kali biayanya mahal, risiko pemasangannya juga sama dengan operasi baypass. Dalam jangka panjang juga hasilnya lebih baik bypass, terutama jika pasien memiliki penyakit hipertensi atau diabetes," paparnya.

Sementara itu, pada pasien yang hanya memiliki satu sumbatan darah yang pendek disarankan untuk memasang ring. Biaya pemasangan ring sekarang sekitar Rp80 juta. "Kisaran segitu, tapi bervariasi. Bisa lebih mahal kalau ring yang dipasang lebih dari satu atau tingkat kesulitannya tinggi hingga butuh alat lebih banyak atau kondisi klinisnya berat, misalnya sedang mengalami serangan jantung," katanya. (Baca juga: Mobilnya Dipasang Bom, Ulama Top Suriah Meninggal)

Dalam prosedur pemasangan cincin, dokter akan melakukan bius lokal kepada pasien untuk memasukkan stent ke dalam pembuluh darah. Sementara operasi bypass dilakukan dengan membuka bagian dada pasien.

Melakukan pencegahan dini menjadi langkah awal mendeteksi serangan jantung yang bisa terjadi secara tiba-tiba. Dokter spesialis jantung Mira Rahmawati menyarankan untuk orang-orang berusia lebih dari 30 tahun untuk melakukan pemeriksaan jantung. "Jadi kalau di atas 30 tahun, sebaiknya lakukan check up jantung untuk menilai risikonya sedang atau tinggi dalam lima tahun ke depan. Pencegahan jauh lebih baik ketimbang menunggu hingga penyakit jantung terlanjur datang," sarannya.

Jika merasa terkena serangan jantung, segeralah pergi ke instalasi gawat darurat ‎(IGD) untuk mendapatkan penanganan dari dokter. Menangani secepat mungkin perlu dilakukan agar otot jantung yang rusak tidak bertambah banyak. Tindakan dari dokter perlu dilakukan untuk membatasi kerusakan fungsi jantung. "Jangan tunggu serangan dulu baru kita urus karena kalau sudah kena serangan jantung urusannya sama waktu. Kalau tidak cepat ditangani ototnya semakin rusak," ucap Mira. (Lihat videonya: Diterjang Angin Puting Beliung, 109 Rumah Rusak di Bekasi Utara)

Selain jantung, masih ada penyakit yang tidak kalah mematikan seperti kanker, sakit paru-paru, stroke, diabetes, dan tuberkulosis. Pencegahan dini dan menjalankan pola hidup sehat menjadi kunci menjaga tubuh dari serangan penyakit-penyakit tersebut. (Aprilia S Andyna)
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kronologi Haji Bolot...
Kronologi Haji Bolot Dilarikan ke RS karena Serangan Jantung, Bermula dari Sesak Napas
Kaya Nutrisi, Semangka...
Kaya Nutrisi, Semangka Ternyata Berkhasiat Turunkan Risiko Penyakit Jantung
Calvin Dores Dirawat...
Calvin Dores Dirawat Karena Serangan Jantung, Begini Kondisinya Sekarang
Baru Curhat Soal Ekonomi,...
Baru Curhat Soal Ekonomi, Calvin Dores Dirawat di RS karena Serangan Jantung
Serangan Jantung Ancam...
Serangan Jantung Ancam Usia Produktif, Siloam Siapkan Sistem Penanganan Terintegrasi
Gangguan Irama Jantung...
Gangguan Irama Jantung Bisa Sebabkan Stroke, Dialami hingga 7 Juta Orang Indonesia
Ngeri, Pilot Pesawat...
Ngeri, Pilot Pesawat Pembawa 220 Penumpang Mendadak Serangan Jantung di Ketinggian 30.000 Kaki
PK3D DKI Latih Warga...
PK3D DKI Latih Warga Tangani Serangan Jantung di Ruang Publik
Pria China Meninggal...
Pria China Meninggal akibat Kerja Lembur, 8 Jam setelah Kematian Masih Diberi Tugas Kantor via Ponsel
Rekomendasi
Digitalisasi Perlinsos...
Digitalisasi Perlinsos Disambut Antusias di Surabaya, Komdigi Pastikan Warga Berhak Tak Terlewat Bantuan
Tak Ingin Terus Jadi...
Tak Ingin Terus Jadi Target Rudal Iran, UEA Bayar Rp53 Triliun ke Teheran
Gulkarmat Jakarta Evakuasi...
Gulkarmat Jakarta Evakuasi 26 Penumpang Kapal di Perairan Kepulauan Seribu
Berita Terkini
Menjelang 75 Tahun,...
Menjelang 75 Tahun, Kak Seto Beberkan 7 Kunci Hidup Sehat dan Bahagia untuk Lansia
Hadir di Jakarta Fair...
Hadir di Jakarta Fair 2026, KARA Rayakan Kekayaan Rasa Kelapa Lintas Generasi
Wamenkes Dante Ingatkan...
Wamenkes Dante Ingatkan Ancaman Aging Population, Lansia Indonesia Capai 12 Persen
16 Seniman Kontemporer...
16 Seniman Kontemporer Indonesia Boyong Skena Seni Jakarta ke Jepang
Mitos atau Fakta Golongan...
Mitos atau Fakta Golongan Darah O Rentan Kolesterol Tinggi? Ini Penjelasan Pakar IPB
Pianis Dunia Rueibin...
Pianis Dunia Rueibin Chen Akan Tampil di Jakarta, Bawakan Mahakarya Brahms
Infografis
Waspada! 4 Makanan Ini...
Waspada! 4 Makanan Ini Bisa Picu Kesemutan di Tangan dan Kaki
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved