Kementerian Kesehatan Pastikan Kesiapan dan Kehalalan Vaksin COVID-19
Minggu, 25 Oktober 2020 - 08:12 WIB
loading...
A
A
A
Di Indonesia, pemerintah telah mengidentifikasi dan menjajaki kerjasama dengan empat produsen vaksin yakni Sinovac, Sinopharm, dan CanSino asal Tiongkok, kemudian AstraZeneca dari Inggris. Keempat produsen tersebut, seluruhnya telah berkomitmen untuk mengirimkan vaksin COVID-19 buat Indonesia.
Merujuk pada komitmen dari produsen tersebut, pemerintah mencatat sebanyak 9,1 juta vaksin akan tersedia hingga akhir 2020. Adapun kepastian mengenai waktu ketersediannya, bergantung pada Emergency Use Authorization yang dikeluarkan oleh BPOM serta rekomendasi kehalalan dari MUI dan Kemenag.
"Semua direncanakan selesai akhir Oktober. Diharapkan awal November dapat kepastian terminologi manfaat dan akibat dari BPOM, serta keamanan lewat aspek kehalalan dari Kemenag dan MUI," ujar Yuri.
Yuri menyatakan, pemerintah telah menetapkan orang-orang yang diprioritaskan untuk menerima vaksin pada tahap awal. Pertama adalah tenaga kesehatan di RS rujukan yang memberi perawatan bagi pasien COVID-19, tenaga kesehatan di laboratorium tempat pemeriksaan spesimen COVID-19, dan tenaga kesehatan yang melakukan contact tracing untuk menemukan kasus baru.
Kedua, publik services yang memberikan penegakan kedisiplinan protokol kesehatan seperti Satpol PP, TNI, dan Polri. Publik services yang dimaksud juga termasuk pegawai yang memberikan layanan terhadap pengguna jasa bandara, stasiun, dan pelabuhan.
Merujuk pada komitmen dari produsen tersebut, pemerintah mencatat sebanyak 9,1 juta vaksin akan tersedia hingga akhir 2020. Adapun kepastian mengenai waktu ketersediannya, bergantung pada Emergency Use Authorization yang dikeluarkan oleh BPOM serta rekomendasi kehalalan dari MUI dan Kemenag.
"Semua direncanakan selesai akhir Oktober. Diharapkan awal November dapat kepastian terminologi manfaat dan akibat dari BPOM, serta keamanan lewat aspek kehalalan dari Kemenag dan MUI," ujar Yuri.
Yuri menyatakan, pemerintah telah menetapkan orang-orang yang diprioritaskan untuk menerima vaksin pada tahap awal. Pertama adalah tenaga kesehatan di RS rujukan yang memberi perawatan bagi pasien COVID-19, tenaga kesehatan di laboratorium tempat pemeriksaan spesimen COVID-19, dan tenaga kesehatan yang melakukan contact tracing untuk menemukan kasus baru.
Kedua, publik services yang memberikan penegakan kedisiplinan protokol kesehatan seperti Satpol PP, TNI, dan Polri. Publik services yang dimaksud juga termasuk pegawai yang memberikan layanan terhadap pengguna jasa bandara, stasiun, dan pelabuhan.
Lihat Juga :