Tonjolkan Rasa Manis Alami, Pisang Panik Makin Diminati

Selasa, 27 Oktober 2020 - 17:24 WIB
loading...
Tonjolkan Rasa Manis...
Rasa manis dari Pisang Panik keluar lantaran dilakukannya teknik menggoreng tersendiri, tanpa bantuan unsur telur dan butter atau mentega. / Foto: ist
A A A
JAKARTA - Bisnis makanan belakangan ini menjadi salah satu sektor yang terus berkembang dan banyak diminati. Usaha-usaha yang bergerak di bidang kuliner pun banyak yang bermunculan, salah satunya adalah kedai camilan Pisang Panik.

(Baca juga: Iga Bakar Madu Bisa Jadi Menu Spesial saat Menikmati Libur Panjang )

Mulai hadir sejak dua tahun lalu, Pisang Panik (PP) awalnya hanya melayani pelanggan yang terbatas. Oleh karena, memperoleh sambutan yang sangat baik dari orang-orang terdekat, CEO Pisang Panik, Kevin Rahardja pun memberanikan diri untuk menjamah pelanggan yang lebih luas pada 2019.

Di awal-awal berdirinya, PP menggunakan sistem pemasaran yang masih sangat konvensional. Namun, sadar membutuhkan penetrasi pemasaran melalui dunia maya, Kevin pun memanfaatkan media sosial , serta penjualan lewat sejumlah aplikasi daring seperti Go-Food, Grab Food, hingga Tokopedia.

Dengan merambah ke dunia maya, penjualan PP mengalami peningkatan hingga 2-3 kali lipat. Di tengah pandemi Covid-19 sekarang ini, PP semakin gencar untuk melakukan penjualan secara daring. Apalagi adanya pembatasan sosial berskala besar (PSBB) membuat orang-orang memiliki banyak waktu berselancar di dunia maya ketika di rumah saja.

"Kami, selama pandemi mengalami peningkatan penjualan 7-8 kali lipat. Ditambah dampak pemasaran lewat medsos, 2-3 bulan belakangan ini berbagai daerah, sudah datang permintaan Pisang Panik, seperti Bandung, Malang, Surabaya , Jogja, Bali dan Makassar," tukas Kevin melalui keterangan tertulisnya, Selasa (27/10).

Pisang Panik sendiri merupakan camilan yang berbahan dasar pisang madu. "Keunikan Pisang Panik adalah gorengan sehat yang menggunakan bahan tepung berkualitas, memakai minyak sekali pakai, tidak pakai pengawet, tanpa pemanis gula atau madu tambahan. Manisnya itu langsung natural dari pisangnya," kata Kevin.

Menurut Kevin, rasa manis dari Pisang Panik keluar lantaran dilakukannya teknik menggoreng tersendiri, tanpa bantuan unsur telur dan butter atau mentega.

"Awalnya kami membuat Pisang Panik yang orisinal, lalu kita coba inovasi dengan ide-ide mengeluarkan pisang wijen. Kemudian, kami membuat pisang donat. Yang terakhir kami membuat Banana Tape Goreng (Batagor), yaitu pisang donat dengan tambahan toping tape di atasnya," ungkap Kevin.



Saat ini, outlet Pisang Panik, yang juga menyajikan minuman kopi, bisa dijumpai di kawasan Jalan Kyai Maja, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Dihadirkan dengan berbagai kemasan box, mulai dari isi 8, 24 hingga 50 piece per boxnya, Pisang Panik dibanderol di kisaran Rp60.000-300.000.

(Baca juga: Jangan Buang Sisa Makanan, Olah Saja Jadi Hidangan Nikmat Lainnya )

Sementara itu, Kevin juga menjelaskan bahwa nama Pisang Panik diambil dari sang founder, yakni Nicolas. "Karena kami sering memanggil founder Pak Nic, akhirnya timbul ide kami menggunakan nama merek Panik dalam merek pisang goreng ini," ucapnya.
(nug)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hari Keempat PRJ 2026...
Hari Keempat PRJ 2026 Padat Pengunjung, Area Kuliner Paling Ramai
Perjalanan Usaha Kuliner...
Perjalanan Usaha Kuliner Lokal yang Berawal dari Gerobak Kaki Lima
Bandung Disulap Jadi...
Bandung Disulap Jadi Korea Mini, Ribuan Pengunjung Serbu Festival K-Food Halal dan K-Culture
Menjelajah Rasa Surabaya...
Menjelajah Rasa Surabaya lewat Deretan Kuliner Legendaris Pilihan ShopeeFood
Kopi Spesial Terjangkau...
Kopi Spesial Terjangkau Jadi Pilihan Baru untuk Penikmat Kopi Harian
Studio Billy Ubah Senopati...
Studio Billy Ubah Senopati Jadi Ruang Nongkrong Urban, Santai dan Intim
Gastronomi Molekuler...
Gastronomi Molekuler Ungkap Cara Menjaga Laut Lewat Pilihan Seafood
The Banjoemas, Diplomasi...
The Banjoemas, Diplomasi Identitas Banyumas di Pusat Budaya Ibu Kota
Mahasiswa IP Trisakti...
Mahasiswa IP Trisakti Raih 3 Medali di Salon Culinaire Bali 2026
Rekomendasi
Seskab Teddy Bertemu...
Seskab Teddy Bertemu Kepala BNN Komjen Suyudi, Ada Apa?
Kukuhkan Kepengurusan...
Kukuhkan Kepengurusan Nasional, GPIM Komitmen Sukseskan Program Prabowo
Dorong Kesejahteraan...
Dorong Kesejahteraan Petani, Inovasi Fungisida Syngenta Hadir di Jember
Berita Terkini
Tembus Pasar Global,...
Tembus Pasar Global, Brand Lokal Queensi Sukses Cetak Rekor 1 Juta Penjualan
Perkenalkan Budaya Aceh,...
Perkenalkan Budaya Aceh, Peserta Audisi Miss Indonesia 2026 Tampil dengan Tari Ratoh Jaroe
Miss Indonesia 2026...
Miss Indonesia 2026 Cari 38 Finalis Terbaik, Audisi Terakhir Digelar di Jakarta
Kabar Duka, Icuk Nugroho...
Kabar Duka, Icuk Nugroho Pemeran Saep di Preman Pensiun Meninggal Dunia
Mengenal Terapi Regeneratif,...
Mengenal Terapi Regeneratif, Pendekatan Medis untuk Peremajaan dan Pemulihan Jaringan
Ruben Onsu Akui Sempat...
Ruben Onsu Akui Sempat Minta Bertemu Anak di Sekolah, Namun Gagal karena Alasan Ini
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved