IKEA Indonesia dan Waste4Change Setuju Kurangi Limbah Pangan

Jum'at, 30 Oktober 2020 - 22:50 WIB
loading...
IKEA Indonesia dan Waste4Change...
Ikea mendukung bisnis ramah lingkungan. foto/dok ist
A A A
JAKARTA - Permasalahan sampah makanan sudah menjadi isu global yang patut diperhatikan dalam beberapa tahun terakhir, khususnya Indonesia. Sebagai negara penghasil limbah makanan terbesar kedua di dunia menurut Economist Intelligence Unit tahun 2018, dengan rata-rata limbah tiap orang sekitar 300 kg limbah pangan setiap tahunnya, sudah seharusnya masyarakat Indonesia, khususnya pelaku bisnis kuliner mencari solusi untuk dapat mengatasi masalah ini.

Sekitar 64 ton limbah di tempat pembuangan akhir, 50% adalah sampah organic termasuk limbah pangan, yang jika dibiarkan mengendap akan memghasilkan gas metana yang berbahaya bagi ozon dan memicu pemanasan global serta perubahan iklim secara cepat.

Baca juga :IKEA Rilis Masker untuk Bantu Cegah Sebaran COVID-19

Menanggapi hal tersebut, perusahaan perabot asal Swedia, IKEA melalui bisnis kuliner IKEA Food, berkomitmen untuk mengurangi limbah makanan melalui inisiatif Food is Precious.

“Menjaga lingkungan dengan mengurangi limbah makanan sudah menjadi tanggung jawab IKEA yang juga memiliki bisnis kuliner. Kami percaya bahwa semua individu maupun organisasi yang bergerak dalam rantai pasokan makanan (food chain) memiliki peran penting untuk mengurangi limbah pangan,” IKEA Food Commercial Manager, Ririh Dibyono dalam acara virtual bertajuk Pengelolaan Food Waste Berkelanjutan untuk Skala Industri, beberapa waktu lalu.

Gagasan ini dimulai dari pencegahan limbah makanan dari dapur IKEA Food melalui pendekatan Track, Monitor, dan Reduce setiap harinya. Optimalisasi operasional dapur dilakukan demi terhindar dari bahan makanan yang tidak terpakai dan berakhir dibuang. Selain itu, Ikea menggunakan sistem timbangan pintar yang dapat mengukur dan merekam limbah pangan, Waste Watcher yang terhubung dengan komputer dan digunakan oleh setiap coworker IKEA untuk mengidentifikasi alasan dan melaporkan setiap makanan yang tersisa.

Baca juga :Warung Sedekah Makanan-Sembako di Pinggir Jalan Diserbu Warga

“Data yang dikumpulkan co-worker kami kemudian dianalisa untuk menemukan cara terbaik mengurangi limbah yang dihasilkan. Dengan membiasakan co-worker mencatat limbah yang dihasilkan, terbukti dapat meningkatkan kepedulian limbah pangan sehingga mereka turut terinspirasi mengurangi limbah pangan di rumah masing-masing,” ujar Ririh.

Selain upaya pencegahan, limbah yang sudah terlanjur dihasilkan akan didaur ulang untuk menghindari limbah makanan agar tidak sampai di TPA dan menambah tumpukan sampah. IKEA menggandeng perusahaan pengelolaan sampah ramah lingkungan, Waste4Change dalam program Zero Waste to Landfill.

Kerjasama ini merupakan bagian dari inisiatif Food is Precious untuk mencegah tumpukan limbah makanan yang dapat memberikan dampak buruk terhadap lingkungan. Limbah makanan yang dihasilkan dari dapur dengan mengolah kembali menjadi sumber energi lain seperti kompos dan pengembang biak larva lalat Black Soldier Flies (BSF), yang berfungsi untuk mengurangi limbah organik.


“Pertama-tama, sampah dipilah menjadi beberapa kategori seperti anorganik, kertas, organic, dan residu. Sampah organik akan melalui proses composting selama 2-3 bulan dengan perbandingan sampah dapur dan sampah taman 1:2. Kemudian, sampah yang telah melewati proses itu telah berubah bentuk menjadi tektur kompos pada umumnya bau sampah pun sudah mulai menghilang, baru setelah itu diayak untuk mendapatkan tekstur yang lebih halus dan siap dipacking dan didistribusikan kepada partner dan dijual ke masyarakat,” ujar Organic Coordinator Waste4Change, Khairunnisa Humaam.

Melalui program Food is Precious, setelah berhasil menerapkan pengelolaan limbah makanan di internal, IKEA Indonesia juga ingin mengajak pelanggan untuk turut serta melakukan hal serupa. Salah satu upayanya adalah meningkatkan kesadaran akan isu food waste di Indonesia kepada pelanggan melalui edukasi akan pentingnya isu food waste dapat dimulai sejak dini.

IKEA Indonesia bersama dengan Kedutaan Swedia di Indonesia dan Greeneration Foundation akan meluncurkan buku anak-anak tentang limbah makanan di tahun 2021. Melalui kegiatan ini, IKEA mengajak orang tua dan guru untuk mengajarkan anak-anak tentang siklus makanan dan cara memanfaatkan makanan menjadi kompos. (mg1)
(sal)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Cara Efektif Mengurangi...
Cara Efektif Mengurangi Sampah Plastik di Rumah dan Lingkungan
Sandiaga Uno Groundbreaking...
Sandiaga Uno Groundbreaking Gedung Kemenparekraf Jadi Pesona Nusantara, Bakal Lebih Ramah Lingkungan
Umrah Ramah Lingkungan...
Umrah Ramah Lingkungan Solusi Beribadah Tanpa Merusak Alam
Dukungan untuk ISAGO...
Dukungan untuk ISAGO Kembangkan Bisnis Perhiasan yang Peduli Kelestarian Lingkungan
Influencer Puji Desain...
Influencer Puji Desain Timeless dan Konsep Ramah Lingkungan pada Perhiasan ISAGO
Ini Keunggulan Perhiasan...
Ini Keunggulan Perhiasan ISAGO yang Berbahan Dasar Lab-Grown Diamond dan Emas 14 Karat
Bank Mantap Dorong Penerapan...
Bank Mantap Dorong Penerapan Gaya Hidup Ramah Lingkungan di Sekolah
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
Lippoland Raih Top CSR...
Lippoland Raih Top CSR Awards 2026, Perkuat Komitmen Implementasi ESG
Rekomendasi
Beda Jauh dengan GPS,...
Beda Jauh dengan GPS, Kenapa AirTag dan Smart Tag Sering Telat Update Lokasi?
Putin Mengamuk! Serangan...
Putin Mengamuk! Serangan Rusia Tewaskan 11 Orang dan Hancurkan Katedral Bersejarah
Ucapkan Selamat Tahun...
Ucapkan Selamat Tahun Baru 1448 Hijriah, Menag Ajak Umat Jaga Persatuan
Berita Terkini
Hello Jadoo Tampil Perdana...
Hello Jadoo Tampil Perdana di Indonesia, Yuk Meriahkan Liburan Sekolah Bersama Animasi Populer Kesayanganmu
Sinopsis Sinetron Terikat...
Sinopsis Sinetron 'Terikat Janji' Eps 72: Ketegangan Memuncak! Sena Nekat Terjun ke Operasi Penyergapan di Tengah Demam Tinggi!
Jangan Tunggu Sampai...
Jangan Tunggu Sampai Hari H! Ini 5 Persiapan Uang yang Bikin Pensiun Makin Nyaman
Jadi Anak Pejabat, Okie...
Jadi Anak Pejabat, Okie Agustina Larang Kiesha Alvaro Flexing di Media Sosial
Menkes Budi Gunadi Soroti...
Menkes Budi Gunadi Soroti Fenomena FOMO Lari: Tak Masalah asal Sehat
Liburan Sekolah, Berbagai...
Liburan Sekolah, Berbagai Hotel dan Resor Ini Hadirkan Program Unik bagi Keluarga
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved