COVID-19 Sebabkan Otak Menua 10 Tahun
Minggu, 01 November 2020 - 13:46 WIB
loading...
Di beberapa kasus COVID-19 yang berat, infeksi virus corona dihubungkan dengan penurunan kemampuan kognitif selama beberapa bulan. Foto Ilustrasi/BBC
A
A
A
JAKARTA - Penyintas COVID-19 dilaporkan berisiko mengalami gangguan fungsi otak di mana kemampuan otak menua 10 tahun. Ini terungkap dari studi terhadap 84.000 orang yang dipimpin oleh Adam Hampshire, seorang dokter di Imperial College London.
Penelitian itu menemukan, di beberapa kasus COVID-19 yang berat, infeksi virus corona dihubungkan dengan penurunan kemampuan kognitif selama beberapa bulan.
(Baca Juga: Sering Insomnia? Coba Konsumsi 4 Makanan Ini Sebelum Tidur )
“Analisa kami sejalan dengan pandangan di mana ada dampak kognitif kronik bagi penyintas COVID-19. Meski sudah tidak mengeluhkan gejala tapi beberapa penyintas mengalami penurunan kemampuan kognitif,” tulis peneliti, seperti dikutip dari Reuters.
Pemeriksaan kognitif mengukur seberapa baik performa otak dalam melakukan tugasnya seperti mengingat kata-kata, menghubungkan titik-titik, dan mengerjakan puzzle. Pemeriksaan ini secara luas digunakan sebagai asesmen dalam menangani penyakit seperti alzheimer dan membantu dokter dalam meneliti kerusakan otak sementara.
Penelitian itu menemukan, di beberapa kasus COVID-19 yang berat, infeksi virus corona dihubungkan dengan penurunan kemampuan kognitif selama beberapa bulan.
(Baca Juga: Sering Insomnia? Coba Konsumsi 4 Makanan Ini Sebelum Tidur )
“Analisa kami sejalan dengan pandangan di mana ada dampak kognitif kronik bagi penyintas COVID-19. Meski sudah tidak mengeluhkan gejala tapi beberapa penyintas mengalami penurunan kemampuan kognitif,” tulis peneliti, seperti dikutip dari Reuters.
Pemeriksaan kognitif mengukur seberapa baik performa otak dalam melakukan tugasnya seperti mengingat kata-kata, menghubungkan titik-titik, dan mengerjakan puzzle. Pemeriksaan ini secara luas digunakan sebagai asesmen dalam menangani penyakit seperti alzheimer dan membantu dokter dalam meneliti kerusakan otak sementara.
Lihat Juga :