Flu Misterius Mirip Covid-19 Menyerang Argentina, Pasien Butuh Bantuan Pernapasan
Sabtu, 20 April 2024 - 12:30 WIB
loading...
Flu misterius mirip Covid-19 dilaporkan menyerang Argentina. Penyakit ini menyebabkan orang dirawat di rumah sakit hingga pemerintah mengeluarkan peringatan. Foto/Yahoo News UK
A
A
A
ARGENTINA - Flu misterius mirip Covid-19 dilaporkan menyerang Argentina. Penyakit ini menyebabkan banyak orang dirawat di rumah sakit hingga pemerintah setempat mengeluarkan peringatan melalui sistem pengawasan kesehatan masyarakat internasional ProMED pada Rabu, 17 April 2024.
Covid-19 menjadi perhatian dunia pada 2019 melalui database yang sama. Peringatan tersebut menyatakan bahwa selama 30 hari terakhir, ada peningkatan kasus pneumonia atipikal parah yang memerlukan perawatan kritis di Buenos Aires, Argentina.
Dilansir dari Express, Sabtu (20/4/2024) mereka yang terkena dampak sebagian besar adalah usia muda yang tidak memiliki faktor risiko utama.
Pasien penyakit ini sering kali membutuhkan bantuan pernapasan, sementara 20 dari 60 kasus yang teridentifikasi menunjukkan tanda-tanda penyakit psittacosis. Banyak pasien yang terkena dampak tidak memiliki riwayat kontak dengan burung.
Baca Juga: Perbedaan Gejala Flu Singapura dan Flu Biasa
Psittacosis, juga dikenal sebagai ornithosis atau demam burung beo. Kondisi ini disebabkan oleh bakteri chlamydophila psittaci dan dikaitkan dengan burung seperti parkit, burung beo, dan cockatiel.
Spesies unggas lainnya, termasuk kalkun, bebek, merpati, dan burung pegar juga dapat menyebabkan infeksi saluran pernapasan. Orang dapat terinfeksi jika menghirup debu yang mengandung bakteri tersebut, yang tersebar dalam jumlah besar melalui kotoran dan sekresi burung yang terinfeksi.
Covid-19 menjadi perhatian dunia pada 2019 melalui database yang sama. Peringatan tersebut menyatakan bahwa selama 30 hari terakhir, ada peningkatan kasus pneumonia atipikal parah yang memerlukan perawatan kritis di Buenos Aires, Argentina.
Dilansir dari Express, Sabtu (20/4/2024) mereka yang terkena dampak sebagian besar adalah usia muda yang tidak memiliki faktor risiko utama.
Pasien penyakit ini sering kali membutuhkan bantuan pernapasan, sementara 20 dari 60 kasus yang teridentifikasi menunjukkan tanda-tanda penyakit psittacosis. Banyak pasien yang terkena dampak tidak memiliki riwayat kontak dengan burung.
Baca Juga: Perbedaan Gejala Flu Singapura dan Flu Biasa
Psittacosis, juga dikenal sebagai ornithosis atau demam burung beo. Kondisi ini disebabkan oleh bakteri chlamydophila psittaci dan dikaitkan dengan burung seperti parkit, burung beo, dan cockatiel.
Spesies unggas lainnya, termasuk kalkun, bebek, merpati, dan burung pegar juga dapat menyebabkan infeksi saluran pernapasan. Orang dapat terinfeksi jika menghirup debu yang mengandung bakteri tersebut, yang tersebar dalam jumlah besar melalui kotoran dan sekresi burung yang terinfeksi.
Lihat Juga :