Bisa Perburuk Kondisi, Penderita Diabetes Jangan Abai Risiko Covid-19
Kamis, 05 November 2020 - 11:16 WIB
loading...
Foto/dok
A
A
A
JAKARTA - Diabetes menjadi penyakit kedua tertinggi setelah hipertensi dalam kasus Covid-19 di Indonesia. Komorbid ini memperburuk kondisi seseorang yang terinfeksi Covid-19.
![Bisa Perburuk Kondisi, Penderita Diabetes Jangan Abai Risiko Covid-19]()
Diabetes dan hipertensi adalah dua penyakit penyerta (komorbid) yang berisiko tinggi bagi penderita Covid-19. Diperkirakan 10-11 juta orang Indonesia menderita diabetes. Itu artinya 1 dari 25 orang terkena diabetes. Riskesdas 2018 menunjukkan prevalensi diabetes di Indonesia mencapai 10.9 persen dan diprediksi akan terus meningkat. (Baca: Waspada dengan Virus Kejahilan)
Dijelaskan oleh Prof. Dr. dr. Sidartawan Soegondo, Sp.PD-KEMD, FINASIM, FACE selaku Executive Board Member IDF Western Pacific Region, orang dengan penyakit penyerta (komobid) dan lanjut usia memang lebih rentan mengalami risiko komplikasi bila terinfeksi Covid-19.
“Kalau penderita diabetes terkena Covid-19 , mereka akan lebih sulit diobati dan membuat imunitas tubuh mereka menjadi cepat turun. Sehingga lebih mudah terjadinya infeksi dan lebih berat,” ujar Prof. Sidartawan dalam webinar Press Conference World Diabetes Day 2020 Bersama Diabetasol, Sayangi Dia, Selasa (3/11/2020).

Diabetes dan hipertensi adalah dua penyakit penyerta (komorbid) yang berisiko tinggi bagi penderita Covid-19. Diperkirakan 10-11 juta orang Indonesia menderita diabetes. Itu artinya 1 dari 25 orang terkena diabetes. Riskesdas 2018 menunjukkan prevalensi diabetes di Indonesia mencapai 10.9 persen dan diprediksi akan terus meningkat. (Baca: Waspada dengan Virus Kejahilan)
Dijelaskan oleh Prof. Dr. dr. Sidartawan Soegondo, Sp.PD-KEMD, FINASIM, FACE selaku Executive Board Member IDF Western Pacific Region, orang dengan penyakit penyerta (komobid) dan lanjut usia memang lebih rentan mengalami risiko komplikasi bila terinfeksi Covid-19.
“Kalau penderita diabetes terkena Covid-19 , mereka akan lebih sulit diobati dan membuat imunitas tubuh mereka menjadi cepat turun. Sehingga lebih mudah terjadinya infeksi dan lebih berat,” ujar Prof. Sidartawan dalam webinar Press Conference World Diabetes Day 2020 Bersama Diabetasol, Sayangi Dia, Selasa (3/11/2020).
Lihat Juga :