Bisa Perburuk Kondisi, Penderita Diabetes Jangan Abai Risiko Covid-19
Kamis, 05 November 2020 - 11:16 WIB
loading...
A
A
A
Berdasarkan pada studi systematic review and meta analysis di Wuhan, risiko angka kematian pasien COVID-19 dengan penyakit diabetes tiga kali lebih tinggi dibandingkan dengan penderita secara umum (7,3 persen berbanding 2,3 persen). Sementara itu Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menyebutkan bahwa banyak pasien dengan penyakit penyerta yang mendapat perawatan di rumah sakit.
Pasien dengan penyakit penyerta ini, ternyata 12 kali lebih mungkin meninggal akibat Covid-19 dibanding pasien lain yang tidak memiliki komorbid. Dikutip dari Covid19.go.id, pengidap diabetes melitus yang terkena Covid-19 ditemukan sebanyak 34,4%. (Baca juga: Banyak Persoalan, MPR Minta Kemendikbud Evaluasi Pelaksanaan PJJ)
Dikatakan Ketua Umum Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI) Prof. Dr. dr. Ketut Suastika, SpPD-KEMD, sejak pandemi ada hambatan bagi penderita diabetes untuk melakukan kontrol ke rumah sakit. Maka itu bagi penyandang diabetes diharapkan untuk selalu menerapkan protokol kesehatan yang menjadi prinsip dasar.
“Sedangkan prinsip khususnya adalah monitoring gula darah, minum obat teratur, melakukan gaya hidup sehat, olahraga, pola makan sehat, dan tidak merokok,” kata dr. Suastika. Presiden PB Persada Terpilih 2020-2023 Dr. dr. Sony Wibisono, SpPD-KEMD, FINASIM menyarankan agar penyandang diabetes tidak bepergian jika tidak ada keperluan.
Penderita diabetes juga harus memperhatikan nutrisi yang tepat dengan perhitungan kalori yang direkomendasikan. “Yaitu 50 sampai 60 persen karbohidrat, 20 persen protein, dan 30 persen lemak,” kata dr. Sony. Lebih jauh, ketika diabetesi terkena infeksi virus, mereka akan lebih sulit diobati sebagai akibat dari fluktuasi level gula darahnya dan kemungkinan hadirnya komplikasi diabetes. (Baca juga: Kabar Baik, Pasien Sembuh Covid-19 Terus Meningkat)
Pasien dengan penyakit penyerta ini, ternyata 12 kali lebih mungkin meninggal akibat Covid-19 dibanding pasien lain yang tidak memiliki komorbid. Dikutip dari Covid19.go.id, pengidap diabetes melitus yang terkena Covid-19 ditemukan sebanyak 34,4%. (Baca juga: Banyak Persoalan, MPR Minta Kemendikbud Evaluasi Pelaksanaan PJJ)
Dikatakan Ketua Umum Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI) Prof. Dr. dr. Ketut Suastika, SpPD-KEMD, sejak pandemi ada hambatan bagi penderita diabetes untuk melakukan kontrol ke rumah sakit. Maka itu bagi penyandang diabetes diharapkan untuk selalu menerapkan protokol kesehatan yang menjadi prinsip dasar.
“Sedangkan prinsip khususnya adalah monitoring gula darah, minum obat teratur, melakukan gaya hidup sehat, olahraga, pola makan sehat, dan tidak merokok,” kata dr. Suastika. Presiden PB Persada Terpilih 2020-2023 Dr. dr. Sony Wibisono, SpPD-KEMD, FINASIM menyarankan agar penyandang diabetes tidak bepergian jika tidak ada keperluan.
Penderita diabetes juga harus memperhatikan nutrisi yang tepat dengan perhitungan kalori yang direkomendasikan. “Yaitu 50 sampai 60 persen karbohidrat, 20 persen protein, dan 30 persen lemak,” kata dr. Sony. Lebih jauh, ketika diabetesi terkena infeksi virus, mereka akan lebih sulit diobati sebagai akibat dari fluktuasi level gula darahnya dan kemungkinan hadirnya komplikasi diabetes. (Baca juga: Kabar Baik, Pasien Sembuh Covid-19 Terus Meningkat)
Lihat Juga :