Operasi Elektif Aman Dilakukan Selama Pandemi
Jum'at, 06 November 2020 - 13:19 WIB
loading...
A
A
A
“Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa operasi ortopedi elektif tidak berhubungan dengan peningkatan jumlah kasus Covid-19. Durasi operasi, lama waktu rawat inap, tipe anestesi, dan komorbiditas bukan merupakan faktor risiko infeksi Covid-19 dalam penelitian ini,” sebut dr Achmad, dari keterangan pers yang diterima.
Meskipun demikian, pasien dan tenaga kesehatan patut waspada karena ada penelitian sebelumnya yang menyatakan bahwa semakin lama waktu rawat inap, semakin besar kemungkinan pasien terinfeksi Covid-19 secara nosokomial. Selain itu, keterbatasan pada penelitian ini adalah pemeriksaan yang digunakan untuk mengonfirmasi, apakah pasien terinfeksi virus korona atau tidak, hanya rapid test.
Oleh karena itu, penelitian lebih lanjut dengan menggunakan hasil pemeriksaan RT-PCR dari hasil usap hidung dan tenggorok dapat dipertimbangkan untuk dilakukan berikutnya. Menanggapi hasil penelitian ini, Dekan FKUI Prof Dr dr Ari Fahrial Syam SpPD-KGEH mengatakan, pandemi Covid-19 membuat jumlah operasi elektif di berbagai rumah sakit, termasuk RSCM menurun. (Baca juga: Deteksi Dini Penting untuk Antisipasi Diabetes)
“Melalui penelitian ini, kami ingin menyampaikan bahwa jika berdasarkan penilaian dokter ternyata pasien memang perlu menjalani operasi elektif di masa pandemi ini, pasien tidak perlu khawatir tertular virus korona selama pasien dan tenaga kesehatan tetap menerapkan protokol kesehatan di sepanjang prosesnya,” tutur Prof Ari.
Operasi elektif atau operasi terencana adalah operasi yang tidak harus segera dilakukan karena tidak memiliki indikasi ancaman pada nyawa atau kecacatan. Seperti operasi hernia, kosmetik, rekonstruksi, bariatrik (untuk menurunkan berat badan), termasuk operasi ortopedi. (Sri Noviarni)
Meskipun demikian, pasien dan tenaga kesehatan patut waspada karena ada penelitian sebelumnya yang menyatakan bahwa semakin lama waktu rawat inap, semakin besar kemungkinan pasien terinfeksi Covid-19 secara nosokomial. Selain itu, keterbatasan pada penelitian ini adalah pemeriksaan yang digunakan untuk mengonfirmasi, apakah pasien terinfeksi virus korona atau tidak, hanya rapid test.
Oleh karena itu, penelitian lebih lanjut dengan menggunakan hasil pemeriksaan RT-PCR dari hasil usap hidung dan tenggorok dapat dipertimbangkan untuk dilakukan berikutnya. Menanggapi hasil penelitian ini, Dekan FKUI Prof Dr dr Ari Fahrial Syam SpPD-KGEH mengatakan, pandemi Covid-19 membuat jumlah operasi elektif di berbagai rumah sakit, termasuk RSCM menurun. (Baca juga: Deteksi Dini Penting untuk Antisipasi Diabetes)
“Melalui penelitian ini, kami ingin menyampaikan bahwa jika berdasarkan penilaian dokter ternyata pasien memang perlu menjalani operasi elektif di masa pandemi ini, pasien tidak perlu khawatir tertular virus korona selama pasien dan tenaga kesehatan tetap menerapkan protokol kesehatan di sepanjang prosesnya,” tutur Prof Ari.
Operasi elektif atau operasi terencana adalah operasi yang tidak harus segera dilakukan karena tidak memiliki indikasi ancaman pada nyawa atau kecacatan. Seperti operasi hernia, kosmetik, rekonstruksi, bariatrik (untuk menurunkan berat badan), termasuk operasi ortopedi. (Sri Noviarni)
(ysw)
Lihat Juga :