Urgensi Kasus Kekerasan Seksual,The BodyShop Kampanyekan RUU PKS
Sabtu, 07 November 2020 - 13:00 WIB
loading...
A
A
A
“Di Indonesia, 86% Karyawan The Body Shop adalah perempuan dan bisa mewakili perjuangan untuk perubahan baik terutama bagi perempuan sehingga tidak ada lagi alasan bagi kami untuk tidak mengkampanyekan isu kekerasan seksual ini yang saat ini dalam kondisi darurat,” tambah Suzy.
Baca juga : The Body Shop Siapkan Produk Limited Edition Natal & Tahun Baru
Kampanye Semua Peduli, Semua Terlindungi #TBSFightForSisterhood ini, The Body Shop menggandeng pihak yang memiliki misi dan semangat yang sama dalam penghapusan kekerasan seksual seperti Yayasan Pulih, Magdalene, Key Opinion Leader, serta Makassar International Writers Festival yang berperan dalam pembuatan video kampanye yang mendampingi dan mengangkat suara para penyintas.
“Sepanjang kampanye ini akan ada empat seri video kampanye perjuangan dari korban kekerasan seksual yang akan membuka mata kita semua tentang nasib para korban dan mengapa perlu Undang - Undang yang berorientasi pada korban,” ujar aktivis dan Founder & Director Makassar International Writers Festival, Lily Yulianti Farid.
RUU PKS ini, tambah Lily menjadi salah satu upaya untuk menegakkan amanat konstitusi yang menegaskan jaminan hak setiap warga negara untuk mendapatkan rasa aman dan bebas dari segala bentuk diskriminasi.
Edukasi pencegahan kekerasan seksual sangat penting untuk terus digaungkan kepada masyarakat Indonesia. Hal itu diungkapkan oleh Public Relations Yayasan Pulih, Wawan Suwandi, bahwa memberikan informasi mengenai apa yang harus dilakukan bila sebagai korban, sebagai keluarga dan teman korban seandainya hal itu terjadi sangat penting sebagai upaya pencegahan.
Baca juga : The Body Shop Siapkan Produk Limited Edition Natal & Tahun Baru
Kampanye Semua Peduli, Semua Terlindungi #TBSFightForSisterhood ini, The Body Shop menggandeng pihak yang memiliki misi dan semangat yang sama dalam penghapusan kekerasan seksual seperti Yayasan Pulih, Magdalene, Key Opinion Leader, serta Makassar International Writers Festival yang berperan dalam pembuatan video kampanye yang mendampingi dan mengangkat suara para penyintas.
“Sepanjang kampanye ini akan ada empat seri video kampanye perjuangan dari korban kekerasan seksual yang akan membuka mata kita semua tentang nasib para korban dan mengapa perlu Undang - Undang yang berorientasi pada korban,” ujar aktivis dan Founder & Director Makassar International Writers Festival, Lily Yulianti Farid.
RUU PKS ini, tambah Lily menjadi salah satu upaya untuk menegakkan amanat konstitusi yang menegaskan jaminan hak setiap warga negara untuk mendapatkan rasa aman dan bebas dari segala bentuk diskriminasi.
Edukasi pencegahan kekerasan seksual sangat penting untuk terus digaungkan kepada masyarakat Indonesia. Hal itu diungkapkan oleh Public Relations Yayasan Pulih, Wawan Suwandi, bahwa memberikan informasi mengenai apa yang harus dilakukan bila sebagai korban, sebagai keluarga dan teman korban seandainya hal itu terjadi sangat penting sebagai upaya pencegahan.
Lihat Juga :