Diabetesi Tidak Terdiagnosis Masih Cukup Tinggi
Selasa, 10 November 2020 - 14:30 WIB
loading...
A
A
A
Karena angka diabetesi yang tidak terdiagnosis cukup tinggi, maka semua orang yang berisiko tinggi menderita penyakit ini hendaknya melakukan skrining untuk gula darah . Beberapa orang berisiko tinggi di antaranya mereka yang kegemukan atau obesitas, lingkar perut melebihi angka normal, ada riwayat diabetes dalam keluarga, dan perempuan yang melahirkan bayi lebih dari 4 kilogram. Tindakan skrining dimaksudkan sebagai deteksi dini terhadap penyakit agar dapat ditangani lebih awal.
Skrining diabetes bisa dilakukan secara mandiri dengan cara tes gula darah. Dengan melihat hasil pengukuran gula darah, bisa diketahui apakah seseorang mengidap diabetes atau tidak. Dokter biasanya akan menganjurkan pengidap untuk menjalani tes gula darah pada waktu dan dengan metode tertentu.
Ketua Umum Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI) Prof. Dr. dr. Ketut Suastika, SpPD-KEMD mengatakan, siapa pun harus aware dengan kondisi tubuh.
"Harus ingat bahwa gejala klasik diabetes yang bisa didiagnosa dari awal adalah banyak minum, banyak kencing, juga berat badan yang turun drastis," kata Prof. Suastika.
Bagi diabetesi, penting untuk mengecek kadar gula darah secara rutin dan melakukan pencegahan, terlebih saat pandemi COVID-19 sekarang. Diabetes adalah salah satu komorbid atau penyakit penyerta yang banyak ditemukan pada pasien virus COVID-19. Tepatnya di peringkat kedua yaitu sebanyak 34,4% kasus di Indonesia.
Skrining diabetes bisa dilakukan secara mandiri dengan cara tes gula darah. Dengan melihat hasil pengukuran gula darah, bisa diketahui apakah seseorang mengidap diabetes atau tidak. Dokter biasanya akan menganjurkan pengidap untuk menjalani tes gula darah pada waktu dan dengan metode tertentu.
Ketua Umum Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI) Prof. Dr. dr. Ketut Suastika, SpPD-KEMD mengatakan, siapa pun harus aware dengan kondisi tubuh.
"Harus ingat bahwa gejala klasik diabetes yang bisa didiagnosa dari awal adalah banyak minum, banyak kencing, juga berat badan yang turun drastis," kata Prof. Suastika.
Bagi diabetesi, penting untuk mengecek kadar gula darah secara rutin dan melakukan pencegahan, terlebih saat pandemi COVID-19 sekarang. Diabetes adalah salah satu komorbid atau penyakit penyerta yang banyak ditemukan pada pasien virus COVID-19. Tepatnya di peringkat kedua yaitu sebanyak 34,4% kasus di Indonesia.
Lihat Juga :