Mutasi Virus Corona Telah Menyebar dari Hewan ke Manusia
Rabu, 11 November 2020 - 01:46 WIB
loading...
A
A
A
Rangkaian genom Denmark baru-baru ini dirilis pada database publik, memungkinkan para ilmuwan di negara lain untuk mencari bukti mutasi. Prof Wim van der Poel, seorang ahli kedokteran hewan di Universitas Wageningen, mengatakan, analisis data genetik dari Belanda mengungkapkan satu kasus mutasi sebelumnya di sebuah peternakan cerpelai pada awal Mei.
"Kami pernah melihat virus mutan dengan mutasi yang sebanding di wilayah pengkodean protein lonjakan di cerpelai di Belanda, tetapi mutan ini tidak menyebar ke manusia dan cerpelai dari peternakan yang terlibat dimusnahkan," kata Wim.
Belanda memusnahkan cerpelai secara luas, dalam sejumlah kecil kasus, terbukti manusia telah tertular virus corona dari cerpelai. Adalah normal bagi virus untuk berubah seiring waktu dan mengakumulasi mutasi, tetapi para ahli sangat prihatin ketika virus berpindah antara manusia dan hewan.
Sejumlah hewan telah tertular virus dari manusia, tetapi cerpelai tampaknya sangat rentan. Prof Dirk Pfeiffer dari Royal Veterinary College di London menyebutkan, mutasi pada virus terjadi sepanjang waktu saat menyebar, pertanyaannya adalah apakah ini mengubah karakteristik virus.
"Pada tahap ini, tampaknya ada masalah dengan efektivitas vaksin, tapi ini masih belum jelas," ujar Dirk.
"Kami pernah melihat virus mutan dengan mutasi yang sebanding di wilayah pengkodean protein lonjakan di cerpelai di Belanda, tetapi mutan ini tidak menyebar ke manusia dan cerpelai dari peternakan yang terlibat dimusnahkan," kata Wim.
Belanda memusnahkan cerpelai secara luas, dalam sejumlah kecil kasus, terbukti manusia telah tertular virus corona dari cerpelai. Adalah normal bagi virus untuk berubah seiring waktu dan mengakumulasi mutasi, tetapi para ahli sangat prihatin ketika virus berpindah antara manusia dan hewan.
Sejumlah hewan telah tertular virus dari manusia, tetapi cerpelai tampaknya sangat rentan. Prof Dirk Pfeiffer dari Royal Veterinary College di London menyebutkan, mutasi pada virus terjadi sepanjang waktu saat menyebar, pertanyaannya adalah apakah ini mengubah karakteristik virus.
"Pada tahap ini, tampaknya ada masalah dengan efektivitas vaksin, tapi ini masih belum jelas," ujar Dirk.
Lihat Juga :