Mutasi Virus Corona Telah Menyebar dari Hewan ke Manusia
Rabu, 11 November 2020 - 01:46 WIB
loading...
Mutasi pada virus terjadi sepanjang waktu saat menyebar, pertanyaannya adalah apakah ini mengubah karakteristik virus. / Foto: Ilustrasi/The Conversation
A
A
A
JAKARTA - Virus corona yang bermutasi telah menyebar dari hewan ke manusia di Denmark. Menurut seorang ahli terkemuka di Belanda, virus telah terdeteksi secara retrospektif di sebuah peternakan cerpelai di Belanda. Bulu hewan itu dimusnahkan dan mutasinya tidak menginfeksi manusia di sana.
(Baca juga: Jangan Remehkan Manfaat Minum Teh Hijau Sebelum Tidur )
Sebanyak enam negara telah melaporkan wabah virus corona di peternakan cerpelai. Negara tersebut termasuk Belanda, Denmark, Spanyol, Swedia, Italia, dan Amerika Serikat. Cerpelai diketahui rentan terhadap Sars-CoV-2, virus penyebab Covid-19 , yang dapat menyebar dengan cepat dari hewan ke hewan dalam kondisi di mana ribuan hewan dipelihara dalam jarak dekat.
Seperti dilaporkan BBC, Selasa (10/11), hewan mirip musang yang dibudidayakan ini telah terinfeksi oleh pekerja pertanian selama pandemi. Terkadang hewan tersebut menularkan virus ke manusia sehingga meningkatkan risiko virus memperoleh mutasi.
Ilmuwan Denmark khawatir bahwa perubahan genetik dalam bentuk virus yang berhubungan dengan cerpelai, yang menginfeksi belasan orang, berpotensi membuat vaksin di masa depan menjadi kurang efektif. Perubahan genetik ada pada protein lonjakan virus, yang penting dalam respons kekebalan tubuh, dan target utama vaksin.
(Baca juga: Jangan Remehkan Manfaat Minum Teh Hijau Sebelum Tidur )
Sebanyak enam negara telah melaporkan wabah virus corona di peternakan cerpelai. Negara tersebut termasuk Belanda, Denmark, Spanyol, Swedia, Italia, dan Amerika Serikat. Cerpelai diketahui rentan terhadap Sars-CoV-2, virus penyebab Covid-19 , yang dapat menyebar dengan cepat dari hewan ke hewan dalam kondisi di mana ribuan hewan dipelihara dalam jarak dekat.
Seperti dilaporkan BBC, Selasa (10/11), hewan mirip musang yang dibudidayakan ini telah terinfeksi oleh pekerja pertanian selama pandemi. Terkadang hewan tersebut menularkan virus ke manusia sehingga meningkatkan risiko virus memperoleh mutasi.
Ilmuwan Denmark khawatir bahwa perubahan genetik dalam bentuk virus yang berhubungan dengan cerpelai, yang menginfeksi belasan orang, berpotensi membuat vaksin di masa depan menjadi kurang efektif. Perubahan genetik ada pada protein lonjakan virus, yang penting dalam respons kekebalan tubuh, dan target utama vaksin.
Lihat Juga :