Pesona Jatiluwih Tetap Bisa Dinikmati saat Pandemi

loading...
Pesona Jatiluwih Tetap Bisa Dinikmati saat Pandemi
Pulau Bali selalu jadi tujuan favorit wisatawan. Tak hanya alamnya yang indah, juga sentuhan tradisinya yang kuat. Saat pandemi, Anda pun tetap bisa berkunjung. Foto/SINDO Media/Thomas Manggalla.
BALI - Pulau Bali selalu menjadi tujuan favorit wisatawan . Tak hanya alamnya yang indah, Pulau Dewata juga menghadirkan sentuhan tradisi yang begitu melekat di hati para turis. Apalagi, jika Anda berkunjung ke Tabanan, pesona sawah terasering menawarkan pesonanya yang menenangkan suasana hati.

SINDO Media atas undangan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan Garuda Indonesia berkesempatan untuk mengunjungi dan menikmati langsung keindahan Jatiluwih dengan cara trekking sejauh 2-3 km menuju Gong Jatiluwih Restaurant & Lounge, yang menjadi bagian edukasi masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan 3m dan CHSE ketika sedang melakukan kegiatan wisata. (Baca juga: Pulihkan Wisata Bali, Kemenparekraf dan Garuda Indonesia Kompak Terapkan Protokol Kesehatan )

Desa Jatiluwih menghadirkan konsep wisata pertanian, sehingga para wisatawan bisa melakukan aktivitas pertanian dengan menggunakan alat-alat tradisional dalam menggarap sawah para petani di Desa Jatiluwih. Kegiatan petani ini juga menjadi inspirasi para wisatawan untuk mengabadikan aktivitas mereka sebagai dokumentasi dan momen yang cantik.
Pesona Jatiluwih Tetap Bisa Dinikmati saat Pandemi

Hamparan sawah di Desa Jatiluwih juga membuat wilayah ini dikenal sebagai salah satu penghasil beras merah. Masyarakatnya pun banyak berinovasi membuat teh dari beras merah dan menjadi minuman khas yang popularitasnya sudah mendunia.

“Jatiluwih sudah siap untuk kembali dengan tangan terbuka menerima para wisatawan dan tentunya dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan yang harus ditaati, baik oleh para wisatawan maupun para pengelola dan pemilik hotel, penginapan, cafe, resto, para petani dan warga sekitar,” kata Ayu tour guide.



"Kami terus mengedukasi dan mensosialisasikan mengenai protokol kesehatan 3M mencuci tangan, menjaga jarak dan memakai masker dan CHSE agar pengunjung bisa aman dan nyaman selama berwisata di Jatiluwih," sambung dia.

Edukasi dan sosialisasi protokol kesehatan ini menjadi penting, mengingat sektor wisata memberi pemasukan yang besar bagi pemerintah. Apalagi, masyarakat juga merasakan langsung dampak pandemi ini.

Gurun Diana dan Gurun Ardha yang merupakan petani setempaty mengaku pendapatannya jatuh akibat pandemi. "Pandemi ini berdampak pada semua aspek kehidupan terutama wisata dan ekonomi, hasil panen petani padi, buah, sayuran melimpah, tapi engggak ada yang beli atau distribusi ke siapa akhirnya banyak yang dibuang dan otomatis gak ada pemasukan sama sekali untuk petani dan Pemda Tabanan bahkan sampai kehilangan income sekitar Rp3 miliar pendapatan terutama sektor wisata, menurunnya jumlah kunjungan dari tiket masuk wisata hotel, resto dan lainnya," jelas dia.
Pesona Jatiluwih Tetap Bisa Dinikmati saat Pandemi

"Semua saling bersinergi baik pemerintah pusat dan daerah untuk bisa kembali gairahkan wisata di Tabanan ini dan masyarakat harus sadar dan ikuti protokol kesehatan kalo pakai masker, jaga jarak dan cuci tangan," sambungnya. (Baca juga: Diganti Boy William, Daniel Mananta Datangi Audisi Indonesian Idol Spesial Seasons )



Beruntung, pada masa pandemi, Desa Jatiluwih masih beroperasi dengan edukasi protokol kesehatan sehingga bagi pengunjung bisa menikmati panorama dan udara segar.
(tdy)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top