Hari AIDS Sedunia: Memutus Mata Rantai HIV di Masa Pandemi Covid-19

Selasa, 01 Desember 2020 - 12:30 WIB
loading...
Hari AIDS Sedunia: Memutus...
Di tengah pandemi COVID-19 yang masih meresahkan dunia, orang dengan HIV-AIDS (ODHA) mengalami kesulitan mengakses obat-obatan antiretroviral (ARV). Foto/Indianexpress.
A A A
JAKARTA - Data perkembangan HIV-AIDS di Indonesia 2020 menyebutkan bahwa terdapat penemuan kasus HIV baru dfi Indonesia sebanyak 21.220 orang dan 70% dari kasus HIV baru tersebut menginfeksi masyarakat usia subur berumur 25-49 tahun.

Sementara, di tengah pandemi COVID-19 yang masih meresahkan dunia, orang dengan HIV-AIDS (ODHA) mengalami kesulitan mengakses obat-obatan antiretroviral (ARV). (Baca juga: Pandemi, Edukasi HIV/AIDS di Papua Perlu Lebih Ditingkatkan )

Berdasarkan artikel ilmiah yang dirilis dalam Asia Pacific Journal of Public Health, sebelum pembatasan aturan perjalanan dalam negeri diberlakukan oleh pemerintah Indonesia, banyak ODHA yang kehilangan pekerjaan, terpaksa kembali ke daerah asal tempat tinggal masing-masing, dan terhenti terapi ARV-nya.

Selain itu, lockdown yang diberlakukan di India telah menghentikan suplai ARV yang masuk ke Indonesia, sesuatu yang sangat mengkhawatirkan, sebab Kementrian Kesehatan Indonesia mendapatkan sebagian besar stok ARV yang dibutuhkan penduduk Indonesia dari India. Jika kelangkaan ARV tidak segera ditangani, sekitar 10.000 ODHA terancam harus menghentikan terapi ARV mereka.

Tanpa ARV, ODHA menjadi lebih rentan terhadap infeksi dan gangguan penyakit, termasuk COVID-19. Untuk mencegah penyebaran HIV di Indonesia, dibutuhkan kerjasama dari seluruh lapisan masyarakat demi mengakhiri epidemi ini pada tahun 2030 serta terwujudnya “Three Zeroes”. DKT Indonesia sebagai organisasi pencegahan HIV-AIDS dan Keluarga Berencana terus melakukan edukasi terhadap masyarakat terkait dengan pentingnya kesehatan seksual reproduksi. (Baca juga: Ada Pendekatan Spiritual, Angka HIV/Aids Tulungagung Jadi 189 Kasus )

Menyambut Hari AIDS Sedunia yang jatuh pada 1 Desember, DKT Indonesia mempersembahkan berbagai macam rangkaian aktivitas untuk mengedukasi masyarakat dengan mengusung tema utama #SayaBeraniMencegah. Adapun kegiatan ini terdiri dari tujuh webinar yang menargetkan 3.500 dan kompetisi video TikTok #SayaBeraniMencegah yang menargetkan anak muda di Indonesia.

"Tahun ini, kami berfokus kepada dua hal yaitu edukasi secara digital melalui serangkaian webinar untuk menjangkau populasi kunci dan juga peningkatan kesadaran via aktivitas di social media. Mengingat realitanya, bertahan dengan HIV di masa pandemi sama sekali tidak mudah. Berbagai upaya pencegahan harus tetap dilakukan dengan sungguh-sungguh, dan kita harus senantiasa memberi semangat dan dukungan bagi mereka yang hidup dengan HIV-AIDS," kata Juan Enrique Garcia selaku President Director DKT Indonesia.

Sementara itu, dr. Dinda Derdameisya, Sp.OG selaku spesialis kandungan dari RS. Brawijaya Antasari menyebutkan bahwa ibu dengan HIV harus tetap berkontrasepsi untuk merencanakan kehamilan dan atau mencegah kehamilan tidak direncanakan khususnya di masa pandemi ini. Sebelum menentukan pilihan metode kontrasepsi, ibu dengan HIV harus melakukan pemeriksaan terlebih dahulu untuk melihat status pengobatan ARV-nya.

"Penggunaan KB hormonal seperti pil KB, KB suntik, dan implan bisa digunakan apabila ibu dengan HIV masih dalam terapi ARV 2. Sedangkan untuk penggunaan IUD non-hormonal dapat digunakan apabila tidak sedang dalam terapi ARV 3 pada saat pemasangannya. Kondom wajib digunakan pada setiap kali berhubungan seksual," jelas dr. Dinda. (Baca juga: Melalui Life Goes On, BTS Catat Sejarah Baru di Billboard Hot 100 )

Lebih lanjut, dr. Dinda menambahkan bahwa cara yang dapat diterapkan untuk mencegah penularan HIV adalah dengan abstinence atau tidak berhubungan intim sama sekali, bersikap setia dengan satu pasangan, dan selalu menggunakan kondom bagi pasangan yang aktif secara seksual.
(tdy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rekor! Pria Ini Terinfeksi...
Rekor! Pria Ini Terinfeksi Covid-19 selama 2 Tahun Nonstop
Varian Covid-19 Stratus...
Varian Covid-19 Stratus Dominan di Indonesia, Kemenkes Imbau Masyarakat Tak Panik
Varian Covid-19 XFG...
Varian Covid-19 XFG Stratus Muncul di 38 Negara, Gejalanya Unik
Sakit Tenggorokan Tajam...
Sakit Tenggorokan Tajam seperti Disayat Silet Jadi Gejala Covid-19 Varian Nimbus
Mengenal Varian Baru...
Mengenal Varian Baru Covid-19 NB.1.8.1 yang Merebak di 22 Negara
Kasus Influenza di China...
Kasus Influenza di China Meroket, Permintaan Obat Antivirus Tinggi
Eipstein Files : Covid-19,...
Eipstein Files : Covid-19, Konspirasi Tingkat Atas?
Epstein Files Singgung...
Epstein Files Singgung Bill Gates dan Simulasi Pandemi, Benarkah Covid-19 Sengaja Dibuat?
Ribka Tjiptaning Soroti...
Ribka Tjiptaning Soroti Tindakan Diskriminatif kepada Penyintas HIV/AIDS
Rekomendasi
Lulus PMKNU, Gus Salam...
Lulus PMKNU, Gus Salam Penuhi Syarat Administratif Calon Ketua Umum PBNU
PDIP Sebut Demonstrasi...
PDIP Sebut Demonstrasi Mahasiswa Alarm untuk Pemerintah
Elon Musk Jadi Kuadriliuner...
Elon Musk Jadi Kuadriliuner Pertama di Dunia, Seberapa Banyak Uangnya?
Berita Terkini
Penyanyi Oliver Tree...
Penyanyi Oliver Tree Dikabarkan Tewas dalam Kecelakaan Helikopter di Brasil
Jangan Sepelekan Kolesterol...
Jangan Sepelekan Kolesterol Tinggi, Diam-diam Sebabkan Serangan Jantung
Barongsai PRJ 2026 Sedot...
Barongsai PRJ 2026 Sedot Perhatian Pengunjung, Anak-Anak Antusias Beri Angpao
Hari Keempat PRJ 2026...
Hari Keempat PRJ 2026 Padat Pengunjung, Area Kuliner Paling Ramai
Rumah Anisa Rahma 80...
Rumah Anisa Rahma 80 Persen Terbakar, Ruang Berisi 3.500 Al-Quran Tetap Utuh
Audisi Miss Indonesia...
Audisi Miss Indonesia 2026 Yogyakarta Disambut Antusias, Jakarta Jadi Kota Terakhir Seleksi
Infografis
3 Keutamaan Surat Al...
3 Keutamaan Surat Al Mulk, Bisa Jadi Syafaat Kelak di Hari Kiamat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved