Penelitian: Virus Corona Baru Dapat Masuk ke Otak Melalui Hidung
Rabu, 02 Desember 2020 - 11:40 WIB
loading...
A
A
A
Untuk memperkuat klaim mereka, para ilmuwan menangkap gambar mikroskop elektron pertama dari partikel virus korona utuh di dalam lendir. Namun, penelitian tersebut tidak menetapkan bagaimana virus masuk ke otak dari titik ini. "Data kami menunjukkan bahwa virus berpindah dari sel saraf ke sel saraf untuk mencapai otak," jelas Dr Helena Radbruch, salah satu akademisi yang mengerjakan penelitian tersebut.
Menurut Dr Radbruch, kemungkinan besar virus juga ditularkan melalui pembuluh darah, karena bukti virus juga ditemukan di dinding pembuluh darah di otak. Studi tersebut juga mendeteksi keberadaan sel kekebalan dalam cairan otak, yang diaktifkan setelah infeksi.
Baca juga : Satgas Sebut Zona Merah Corona Bertambah Hampir 2 Kali Lipat
"Di mata kami, keberadaan virus di sel saraf mukosa penciuman memberikan penjelasan yang baik untuk gejala neurologis yang ditemukan pada pasien, seperti hilangnya indra penciuman atau rasa. Kami juga menemukannya di area otak yang mengontrol fungsi vital seperti pernapasan," ungkap Dr Heppner.
"Tidak dapat dikesampingkan bahwa pada pasien dengan COVID-19 yang parah keberadaan virus di area otak ini akan berdampak buruk pada fungsi pernapasan, menambah masalah pernapasan karena infeksi paru-paru," tambah Dr Heppner. Masalah serupa mungkin muncul dalam kaitannya dengan fungsi kardiovaskular.
Menurut Dr Radbruch, kemungkinan besar virus juga ditularkan melalui pembuluh darah, karena bukti virus juga ditemukan di dinding pembuluh darah di otak. Studi tersebut juga mendeteksi keberadaan sel kekebalan dalam cairan otak, yang diaktifkan setelah infeksi.
Baca juga : Satgas Sebut Zona Merah Corona Bertambah Hampir 2 Kali Lipat
"Di mata kami, keberadaan virus di sel saraf mukosa penciuman memberikan penjelasan yang baik untuk gejala neurologis yang ditemukan pada pasien, seperti hilangnya indra penciuman atau rasa. Kami juga menemukannya di area otak yang mengontrol fungsi vital seperti pernapasan," ungkap Dr Heppner.
"Tidak dapat dikesampingkan bahwa pada pasien dengan COVID-19 yang parah keberadaan virus di area otak ini akan berdampak buruk pada fungsi pernapasan, menambah masalah pernapasan karena infeksi paru-paru," tambah Dr Heppner. Masalah serupa mungkin muncul dalam kaitannya dengan fungsi kardiovaskular.
(wur)
Lihat Juga :