APSI Serap Sampah Galon Sekali Pakai untuk Didaur Ulang
Kamis, 03 Desember 2020 - 00:10 WIB
loading...
A
A
A
Saut mengutarakan bahwa kabar yang diembuskan warganet dari beberapa akun yang seolah-olah mewakili LSM lingkungan tersebut sangat menyesatkan. Pasalnya, apabila menyangkut sampah, utamanya sampah plastik, maka APSI dan para pengelola daur ulang lebih tahu kondisi sebenarnya di lapangan.
APSI menduga ada upaya pihak tertentu yang ingin mendiskreditkan salah satu merek produk air mineral dalam kemasan. "Sebaiknya sebagai LSM/perorangan yang mengakui penggiat lingkungan hidup seperti Green Peace dan Aliansi Zero Waste sebagai garda terdepan masyarakat, dapat memberikan informasi yang kredibel bukan menggiring opini yang menyesatkan masyarakat," tandas Saut.
"Bahkan, saat ini ada penggalangan petisi yang sangat disayangkan pembuatnya mungkin tidak memahami konsep sirkular ekonomi yang digaungkan oleh pemerintah," ucapnya. "Pemberitaan yang menggiring opini dan pembelokan fakta dapat merugikan seluruh pihak yang mendukung sirkular ekonomi yang digaungkan oleh KLH (Kementerian Lingkungan Hidup)."
Lebih jauh, Saut memaparkan jika galon plastik sekali pakai dan botol air kemasan PET justru sangat membantu ekonomi rakyat kecil. "Lebih bagus (galon) sekali pakai untuk mendukung pendapatan pemulung dan pengepul sampah," ungkapnya.
Menurut Saut, persoalan yang sangat mendesak di depan mata sekarang adalah kemiskinan. "Pekerjaan yang paling gampang adalah memungut sampah bernilai. Terpaksa masyarakat harus mencari kerja demi perut. Lihat di TPST Bantar Gebang ada 6.000 pemulung yang mencari sampah untuk menghidupi anak dan istri," terangnya.
APSI menduga ada upaya pihak tertentu yang ingin mendiskreditkan salah satu merek produk air mineral dalam kemasan. "Sebaiknya sebagai LSM/perorangan yang mengakui penggiat lingkungan hidup seperti Green Peace dan Aliansi Zero Waste sebagai garda terdepan masyarakat, dapat memberikan informasi yang kredibel bukan menggiring opini yang menyesatkan masyarakat," tandas Saut.
"Bahkan, saat ini ada penggalangan petisi yang sangat disayangkan pembuatnya mungkin tidak memahami konsep sirkular ekonomi yang digaungkan oleh pemerintah," ucapnya. "Pemberitaan yang menggiring opini dan pembelokan fakta dapat merugikan seluruh pihak yang mendukung sirkular ekonomi yang digaungkan oleh KLH (Kementerian Lingkungan Hidup)."
Lebih jauh, Saut memaparkan jika galon plastik sekali pakai dan botol air kemasan PET justru sangat membantu ekonomi rakyat kecil. "Lebih bagus (galon) sekali pakai untuk mendukung pendapatan pemulung dan pengepul sampah," ungkapnya.
Menurut Saut, persoalan yang sangat mendesak di depan mata sekarang adalah kemiskinan. "Pekerjaan yang paling gampang adalah memungut sampah bernilai. Terpaksa masyarakat harus mencari kerja demi perut. Lihat di TPST Bantar Gebang ada 6.000 pemulung yang mencari sampah untuk menghidupi anak dan istri," terangnya.
Lihat Juga :