Sejarah Jamu dan Peraciknya Sejak Zaman Kerajaan

Selasa, 08 Desember 2020 - 05:20 WIB
loading...
Sejarah Jamu dan Peraciknya...
Belum banyak yang tahu tentang jamu sebagai salah satu warisan sejak era kerajaan di Nusantara. Foto/Facts of Indonesia
A A A
JAKARTA - Indonesia terkenal kaya akan rempah, namun bukan hanya sebagai bahan masakan di mana India dan negara lain juga menggunakannya. Rempah Indonesia dijadikan pula minuman tradisional yang menyehatkan dan sejak dulu sudah menjadi minuman sehari-hari.

Belum banyak yang tahu tentang jamu sebagai salah satu warisan sejak era kerajaan di Nusantara. Jamu sendiri berdasarkan Prasasti Madhawapura merupakan peninggalan zaman Majapahit yang dalam prasasti tersebut mencatat beberapa profesi yang ada pada jaman itu. Salah satunya acaraki selaku peracik jamu.

(Baca Juga: Pakai Rempah-rembah, Resep Soto Ayam Bening Ini Terasa Gurih Banget )

Kata "jamu" dipercaya berasal dari Bahasa Jawa kuno "Jampi" yang berarti doa, dan "Usodo" yang berarti kesehatan. Jadi jika digabungkan, jamu mempunyai arti "doa kesehatan". Oleh karena itu, para leluhur Indonesia memandang jamu bukan hanya sebagai obat, melainkan semua yang dilakukan untuk tujuan kesehatan dan dikukuhkan dengan doa. Itu sebabnya, perusahaan kecantikan di Indonesia menyebut produk perawatan kecantikan mereka seperti masker, lulur, sabun, dan lain-lain sebagai jamu.

Selain di masa Majapahit, ditemukan juga bukti adanya jamu dari penemuan artefak Cobek dan Ulekan, serta bukti-bukti lain seperti alat-alat membuat jamu yang banyak ditemukan di Yogyakarta dan Surakarta, tepatnya di Candi Borobudur pada relief Karmawipangga, Candi Prambanan, Candi Brambang, dan beberapa lokasi lain. Bahkan, konon di zaman dulu jamu merupakan rahasia kesehatan dan kesaktian para pendekar serta petinggi-petinggi kerajaan.

Setelah era kerajaan, pada masa penjajahan Jepang, sekitar tahun 1940-an, tradisi minum Jamu juga populer hingga dibentuknya Komite Jamu Indonesia. Kepercayaan terhadap khasiat jamu pun meningkat, sampai munculnya pabrik-pabrik jamu dan menyesuaikan dengan teknologi, yang di antaranya telah banyak dikemas dalam bentuk pil, tablet, atau bubuk instan agar mudah diseduh.

Jamu yang dibuat dari rempah-rempah tertentu dan racikan khusus saat ini makin dipercaya masyarakat sebagai salah satu minuman yang berkhasiat. Apalagi salah satu campuran rempahnya, yaitu jahe , memiliki khasiat sebagai antiinflamasi atau untuk mencegah peradangan dan menghangatkan badan.

“Secara umum, dengan adanya pandemi ini, masyarakat Indonesia maupun global akan lebih peduli terhadap kesehatan. Oleh karena itu, prospek jamu di masa yang akan datang sangatlah besar, karena bukan hanya di Indonesia, seluruh dunia sedang mencari cara alternatif untuk menjaga kesehatan diri,” sebut Jhony Yuwono, Owner Acaraki, salah satu kafe jamu di Jakarta.

(Baca Juga: Beli Kopi Cukup dengan Rp 1? Tunggu di Europhia 12:12! )

Namun, menurut Jhony, semua itu tergantung dari pengertian dan dukungan masyarakat terhadap jamu, karena, tambah dia, jika pengertian yang dangkal dan dukungan lemah, tetap akan ada kemungkinan untuk jamu tersingkirkan oleh suplemen ataupun obat asing.

Lebih dari sepuluh tahun pemerintah sudah melakukan saintifikasi jamu, namun secara ilmiah khasiat jamu untuk pengobatan belum bisa dibuktikan. Apalagi jika Anda hanya meminumnya sesekali saja, tentu khasiatnya akan berbeda. Mulai campuran kunyit dan asam, beras kencur untuk menambah nafsu makan, sampai temulawak dan jahe sebenarnya memiliki khasiat tertentu sesuai kegunaan. Jadi tunggu saja hasil upaya saintifikasi jamu yang masih terus dilakukan pemerintah agar jamu terbukti secara ilmiah.
(tsa)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jamu Aman Bebas Bahan...
Jamu Aman Bebas Bahan Kimia Obat Jadi Kunci Jaga Warisan Budaya Indonesia
Menguak Asal-Usul Candi...
Menguak Asal-Usul Candi Prambanan
Mengulas Kembali Tragedi...
Mengulas Kembali Tragedi Kelam Lubang Buaya: Fakta yang Terjadi
3 Oktober 2024 Hari...
3 Oktober 2024 Hari Apa? Ini Peristiwa yang Pernah Terjadi di Tanggal Tersebut
Sejarah TPU Tanah Kusir,...
Sejarah TPU Tanah Kusir, Tempat Peristirahatan Terakhir Marissa Haque
8 Khasiat Jamu Beras...
8 Khasiat Jamu Beras Kencur yang Harus Anda Tahu, Salah Satunya Bisa Turunkan Berat Badan
Permukiman Prasejarah...
Permukiman Prasejarah Ditemukan di Gurun Yordania
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Peristiwa Bersejarah...
Peristiwa Bersejarah 21 Mei 1998, BJ Habibie Ucapkan Sumpah Jabatan Presiden di Istana Merdeka
Rekomendasi
Tegang Sejak Pagi! 32...
Tegang Sejak Pagi! 32 Tim Terbaik Liga Bintang Juara Bersaing Menuju Jakarta
Perkuat Penetrasi Pasar,...
Perkuat Penetrasi Pasar, EVO Group Perbarui Kemasan Life Cat dan Ori Cat
Megah di Panggung, Sepi...
Megah di Panggung, Sepi di Tribun: Potret Pembukaan Piala Dunia 2026 di Kanada
Berita Terkini
Kasus Erin Berbalik...
Kasus Erin Berbalik Arah? Bukti Psikologis Nur Disebut Untungkan Herawati
Tak Hanya Ganggu Mental,...
Tak Hanya Ganggu Mental, Sering Marah-marah Bisa Melemahkan Daya Tahan Tubuh
Babak Baru Kasus Erin...
Babak Baru Kasus Erin Wartia, Pelapor Serahkan Dokumen LPSK ke Penyidik
Pesona China yang Berbeda:...
Pesona China yang Berbeda: Eksplor Keunikan Infrastruktur Chongqing dan Alam Zhangjiajie
Cut Meyriska Syok Hanania...
Cut Meyriska Syok Hanania Travel Bermasalah, Padahal Sudah Kantongi Akreditasi dan Rekor MURI
Desainer Indonesia Ditantang...
Desainer Indonesia Ditantang Jadi Agen Perubahan, Tak Lagi Sekadar Estetika
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved