Waspada, Dampak Serius Diabetes Melitus Mengakibatkan Kebutaan
Sabtu, 12 Desember 2020 - 01:33 WIB
loading...
A
A
A
Diabetes Mellitus merupakan penyakit gangguan metabolik menahun akibat pankreas tidak memproduksi cukup insulin atau tubuh tidak dapat menggunakan insulin yang diproduksi secara efektif. Insulin adalah hormon yang mengatur keseimbangan kadar gula darah. Retinopati Diabetik terjadi saat kadar darah yang tinggi merusak pembuluh darah di retina mata. Pembuluh darah akan bocor sehingga muncul bintik-bintik perdarahan di retina. Hal ini menyebabkan penglihatan kabur hingga buta.
“Kerusakan pada retina ini sering tidak dirasakan oleh pasien terutama pada fase-fase awal penyakit, sehingga banyak pasien yang datang berobat pada keadaan yang sudah lanjut; dan perlu diingat Kondisi ini akan bersifat permanen apabila tidak segera ditangani dengan tepat. Walaupun masih pandemi, para pasien diabetes diimbau untuk tetap melakukan konsultasi dan pemeriksaan rutin, tentunya dengan tetap mengikuti protokol kesehatan yang berlaku. Hal ini perlu dilakukan guna memastikan penyakitnya tetap terkendali serta mengantisipasi kemungkinan terjadinya perburukan penglihatan," jelas Prof. dr. Arief S Kartasasmita, SpM(K), PhD.
Berdasarkan hasil survei Rapid Assessment of Avoidable Blindness (RAAB) yang dilakukan oleh PERDAMI dalam kurun 2014 hingga 2016, sebanyak delapan juta orang mengalami gangguan penglihatan, 1,6 juta menderita kebutaan, dan 6,4 juta menderita gangguan penglihatan skala sedang hingga berat. (Baca juga: Dimas Ahmad Izin Kencan, Raffi Ahmad Langsung Pinjami Mobil )
Hanum Yahya, Country Head of Public Affairs, Communications & Patient Advocacy Novartis Indonesia mengatakan, untuk dapat mencegah dan mengobati Retinopati Diabetik diperlukan pemeriksaan dini agar dapat diketahui perawatan serta pengobatan yang tepat. Data yang akurat dapat juga memberikan indikasi beban sosial dan ekonomi yang dapat disebabkan oleh kebutaan. Karena itu penting bagi kami untuk memberikan edukasi kepada masyarakat dalam upaya pencegahan gangguan penglihatan, khususnya yang diakibatkan oleh penyakit diabetes, agar lebih banyak mata yang dapat diselamatkan.
Menurut WHO, setidaknya 2,2 miliar orang secara global memiliki gangguan penglihatan atau kebutaan. Sekitar 1 miliar orang diantaranya memiliki gangguan penglihatan yang sebenarnya bisa dicegah atau belum ditangani, dan 3 juta orang memiliki gangguan penglihatan atau buta akibat Retinopati Diabetik.
“Kerusakan pada retina ini sering tidak dirasakan oleh pasien terutama pada fase-fase awal penyakit, sehingga banyak pasien yang datang berobat pada keadaan yang sudah lanjut; dan perlu diingat Kondisi ini akan bersifat permanen apabila tidak segera ditangani dengan tepat. Walaupun masih pandemi, para pasien diabetes diimbau untuk tetap melakukan konsultasi dan pemeriksaan rutin, tentunya dengan tetap mengikuti protokol kesehatan yang berlaku. Hal ini perlu dilakukan guna memastikan penyakitnya tetap terkendali serta mengantisipasi kemungkinan terjadinya perburukan penglihatan," jelas Prof. dr. Arief S Kartasasmita, SpM(K), PhD.
Berdasarkan hasil survei Rapid Assessment of Avoidable Blindness (RAAB) yang dilakukan oleh PERDAMI dalam kurun 2014 hingga 2016, sebanyak delapan juta orang mengalami gangguan penglihatan, 1,6 juta menderita kebutaan, dan 6,4 juta menderita gangguan penglihatan skala sedang hingga berat. (Baca juga: Dimas Ahmad Izin Kencan, Raffi Ahmad Langsung Pinjami Mobil )
Hanum Yahya, Country Head of Public Affairs, Communications & Patient Advocacy Novartis Indonesia mengatakan, untuk dapat mencegah dan mengobati Retinopati Diabetik diperlukan pemeriksaan dini agar dapat diketahui perawatan serta pengobatan yang tepat. Data yang akurat dapat juga memberikan indikasi beban sosial dan ekonomi yang dapat disebabkan oleh kebutaan. Karena itu penting bagi kami untuk memberikan edukasi kepada masyarakat dalam upaya pencegahan gangguan penglihatan, khususnya yang diakibatkan oleh penyakit diabetes, agar lebih banyak mata yang dapat diselamatkan.
Menurut WHO, setidaknya 2,2 miliar orang secara global memiliki gangguan penglihatan atau kebutaan. Sekitar 1 miliar orang diantaranya memiliki gangguan penglihatan yang sebenarnya bisa dicegah atau belum ditangani, dan 3 juta orang memiliki gangguan penglihatan atau buta akibat Retinopati Diabetik.
(tdy)
Lihat Juga :