Pentingnya Edukasi Masyarakat tentang Pengobatan Kanker di Indonesia

Kamis, 17 Desember 2020 - 03:03 WIB
loading...
Pentingnya Edukasi Masyarakat...
Dibutuhkan komitmen yang kuat serta waktu yang relatif panjang untuk menyempurnakan sistem kesehatan di Indonesia secara menyeluruh dan merata. Foto Ilustrasi/NY Times
A A A
JAKARTA - Berdasarkan data yang diterbitkan oleh CIMB Research ASEAN Institute, pada 2015 lebih dari 600.000 masyarakat Indonesia dengan penyakit kritikal seperti kanker maupun jantung, lebih memilih berobat ke luar negeri setiap tahun, dengan tujuan utama Malaysia dan Singapura.

Sebagian masyarakat Indonesia cenderung memilih berobat kanker ke luar negeri atas alasan ketepatan diagnosis, kurangnya mutu pelayanan dan pengawasan kesehatan di Indonesia, dan komunikasi dokter-pasien. Namun bagi pasien kanker, alasan memilih berobat jauh dari keluarga terkadang bukan hanya itu, melainkan beberapa jenis kanker memang belum sepenuhnya dapat dideteksi dan ditangani dengan fasilitas yang ada di Indonesia sehingga berobat ke luar negeri menjadi satu-satunya pilihan.

(Baca Juga: Ada Strain Baru Covid-19, Masyarakat Tidak Perlu Panik )

Ketua Umum Pengurus Pusat Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Prof. Dr. dr. Aru Sudoyo, SpPD KHOM mengatakan, sebagai salah satu negara terbesar di Asia Tenggara dan dengan jumlah penduduk terbanyak, tentu dibutuhkan komitmen yang kuat serta waktu yang relatif panjang untuk menyempurnakan sistem kesehatan di Indonesia secara menyeluruh dan merata, bukan hanya di kota besar.

“Selama masa pandemi global COVID-19, banyak pasien Indonesia yang biasanya berobat ke luar negeri tidak dapat melakukan perjalanan ke luar negeri dan mengharuskan mereka berobat di dalam negeri,” ucap Prof Aru dalam Webinar Awam bersama Johnson & Johnson Indonesia, belum lama ini.

Hal tersebut menurutnya bisa menyadarkan sebagian dari mereka, bahwa rumah sakit di Indonesia juga mampu menangani pengobatan kanker dengan baik, sehingga pada akhirnya memutuskan melanjutkan pengobatan seterusnya di Indonesia. “Oleh karena itu, penting untuk terus melakukan sosialisasi sekaligus edukasi berkesinambungan kepada masyarakat mengenai pengobatan kanker di Indonesia, agar lebih sadar dan paham mengenai penanganan kanker di Indonesia,” terang Prof Aru.

Dr. Dra. Rizka Andalucia, M.Pharm, Apt juga mengatakan bahwa BPOM telah melakukan berbagai upaya berkelanjutan dalam mendukung peningkatkan pengobatan kanker di Indonesia.

“Selain mengatur proses registrasi obat di Indonesia, BPOM juga melakukan pengawasan terhadap obat-obatan yang sudah mendapatkan izin edar untuk menerapkan prinsip Farmakovigilans demi melindungi pasien dan memantau efek samping yang terjadi setelah obat mendapatkan izin edar,” ungkap dr Rizka.

(Baca Juga: Disebut Lebih Menular, WHO Teliti Strain Baru Covid-19 di Inggris )

Selain itu, PT Johnson & Johnson Indonesia dan YKI bekerja sama untuk menginisiasi Kampanye “Ayo Berobat Kanker di Negeri Sendiri” yang bertujuan meningkatkan kesadaran serta mengedukasi masyarakat Indonesia bahwa pengobatan kanker dapat dilakukan di negara sendiri, dengan kualitas yang tidak kalah dengan pengobatan di luar negeri.

Di samping itu, kampanye ini juga merupakan call to action atau imbauan kepada para pemangku kepentingan di bidang masing-masing untuk terus berupaya dalam meningkatkan kapasitas pelayanan kanker bagi masyarakat Indonesia.
(tsa)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Wamenkes Dante: Kanker...
Wamenkes Dante: Kanker Tiroid pada Laki-laki Berisiko Lebih Ganas dibanding Wanita
Edukasi Jadi Kunci Perkembangan...
Edukasi Jadi Kunci Perkembangan Industri Estetika Medis
Mengenal William Adi,...
Mengenal William Adi, Kreator Konten yang Konsisten Edukasi Skincare dan Kesehatan Kulit
Isu Semprot Parfum di...
Isu Semprot Parfum di Leher Sebabkan Kanker dan Tiroid Ternyata Mitos, Ini Kata Dokter
Tips Sate Sehat Anti...
Tips Sate Sehat Anti Kanker ala Menkes, Cocok untuk Olahan Daging Kurban
Angka Kasus Kanker Tembus...
Angka Kasus Kanker Tembus 408 Ribu, Teknologi SPECT/CT Pertama Hadir untuk Putus Diagnosis Stadium Lanjut
BPJS Kesehatan Pastikan...
BPJS Kesehatan Pastikan Layanan Peserta Tanpa Diskriminasi
MNC Sekuritas Ajak Mahasiswa...
MNC Sekuritas Ajak Mahasiswa Universitas Trilogi Menjadi Investor Cerdas
Perumda Dharma Jaya...
Perumda Dharma Jaya Edukasi Ketahanan Pangan ke Siswa SMPN 51 Jakarta
Rekomendasi
Meksiko vs Korea Selatan...
Meksiko vs Korea Selatan Buntu di Babak Pertama
Meksiko vs Korea Selatan:...
Meksiko vs Korea Selatan: Duel Penentu ke Fase Gugur
PLN Rombak Jajaran Direksi,...
PLN Rombak Jajaran Direksi, Darmawan Masih Dirut dan Tambah Posisi Wadirut
Berita Terkini
5 Kebiasaan Buruk yang...
5 Kebiasaan Buruk yang Diam-diam Merusak Tubuh, dari Asupan Makanan hingga Stres
Davina Karamoy Kembalikan...
Davina Karamoy Kembalikan Uang Saku dari Hanania Travel ke Penyidik
Richard Lee Ajukan Penangguhan...
Richard Lee Ajukan Penangguhan Penahanan karena Sakit, Istri Jadi Jaminan
Davina Karamoy Dicecar...
Davina Karamoy Dicecar 30 Pertanyaan Terkait Kasus Hanania Travel
Komunikasi Terbuka Jadi...
Komunikasi Terbuka Jadi Kunci Hubungan yang Lebih Sehat
Tubuh yang Sehat dan...
Tubuh yang Sehat dan Percaya Diri lewat Pendekatan Medis Holistik
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved