Ini Saran WFH Produktif dan Efektif Ala Bos Microsoft
Jum'at, 25 Desember 2020 - 22:30 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga : 3 Seleb dan Sosialita Kompak Pilih Sandal Teplek Rp9 juta Keatas
“Saya dan dan suami harus bekerja dari rumah, karena itu kami dapat bergantian saat merawat anak-anak dan memastikan pembagiannya adil. Ini dapat membuat pekerjaan saya jadi jauh lebih mudah,” ujar Dewi.
Selain itu penting bagi Dewi untuk menetapkan batasan dengan anak-anak ketika dia menjalankan WFH. Selama bekerja, Dewi biasanya membiarkan anak-anak menghabiskan waktu melakukan hal-hal yang disukai yang bisa membuat tetap sibuk, seperti menggambar, mewarnai, atau membaca.
Meski demikian Dewi tetap berusaha menjelaskan kepada anak-anaknya bahwa kondisi seperti ini hanya berlangsung sementara. Dia juga harus menerapkan kapan saja dia tidak bisa diganggu, sehingga anak-anak bisa mengerti dan tidak mengganggunya bekerja.
Baca juga : Merasakan Gejala COVID-19 Saat Berlibur? Jangan Panik, Ini yang Harus Dilakukan!
“Mengejutkanya, anak-anak bisa menjadi sosok yang sangat pengertian. Sekarang saya tidak harus menjelaskan secara panjang lebar, mereka sudah paham,” ujar perempuan yang pernah menjalani program MACH Microsoft Academy for College Hires ini. Selain komunikasi dan memberikan batasan, Dewi juga menerapkan disiplin. Selama pembelajaran di sekolah anak-anaknya dialihkan ke rumah, maka Dewi kini harus berperan sebagai seorang guru dan memperhatikan anak.
“Saya dan dan suami harus bekerja dari rumah, karena itu kami dapat bergantian saat merawat anak-anak dan memastikan pembagiannya adil. Ini dapat membuat pekerjaan saya jadi jauh lebih mudah,” ujar Dewi.
Selain itu penting bagi Dewi untuk menetapkan batasan dengan anak-anak ketika dia menjalankan WFH. Selama bekerja, Dewi biasanya membiarkan anak-anak menghabiskan waktu melakukan hal-hal yang disukai yang bisa membuat tetap sibuk, seperti menggambar, mewarnai, atau membaca.
Meski demikian Dewi tetap berusaha menjelaskan kepada anak-anaknya bahwa kondisi seperti ini hanya berlangsung sementara. Dia juga harus menerapkan kapan saja dia tidak bisa diganggu, sehingga anak-anak bisa mengerti dan tidak mengganggunya bekerja.
Baca juga : Merasakan Gejala COVID-19 Saat Berlibur? Jangan Panik, Ini yang Harus Dilakukan!
“Mengejutkanya, anak-anak bisa menjadi sosok yang sangat pengertian. Sekarang saya tidak harus menjelaskan secara panjang lebar, mereka sudah paham,” ujar perempuan yang pernah menjalani program MACH Microsoft Academy for College Hires ini. Selain komunikasi dan memberikan batasan, Dewi juga menerapkan disiplin. Selama pembelajaran di sekolah anak-anaknya dialihkan ke rumah, maka Dewi kini harus berperan sebagai seorang guru dan memperhatikan anak.
Lihat Juga :