Pentingnya Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Selama Pandemi Covid-19
Kamis, 14 Mei 2020 - 18:31 WIB
loading...
A
A
A
"Dari sini sangat rentan juga orang yang punya penyakit kardiovaskuler, diabetes melitus, terosklerosis penyumbatan pembuluh darah," imbuhnya.
Berdasarkan fakta tersebut, drg Anggi menekankan pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut di rumah. Tidak hanya dengan sikat gigi dua kali sehari, penting juga untuk membersihkan lidah, menggunakan pasta gigi mengandung flouride, hindari konsumsi makanan dengan pemanis buatan, gunakan benang gigi dan gunakan obat kumur untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut.
Di sisi lain, penggunaan obat kumur antiseptik secara rutin yakni dua kali sehari setelah makan dapat membantu mengurangi plak. Dengan demikian, kebersihan gigi dan mulut akan sempurna. Sedangkan, untuk kunjungan ke dokter, drg Anggi menyarankan boleh dilakukan jika diperlukan atau kondisi darurat.
Seperti halnya nyeri yang tidak tertahankan, gusi bengkak akibat infeksi, pendarahan yang tidak terkontrol dan trauma pada gigi dan tulang wajah akibat kecelakaan.
"Sikat gigi saja tidak cukup. Sikat gigi hanya menghilangkan 30-53% plak dan tidak bisa menjangkau area-area celah gigi sehingga banyak area yang terlewatkan. Plak bisa melekat diseluruh bagian rongga mulut, bukan hanya gigi," tandasnya.
Berdasarkan fakta tersebut, drg Anggi menekankan pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut di rumah. Tidak hanya dengan sikat gigi dua kali sehari, penting juga untuk membersihkan lidah, menggunakan pasta gigi mengandung flouride, hindari konsumsi makanan dengan pemanis buatan, gunakan benang gigi dan gunakan obat kumur untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut.
Di sisi lain, penggunaan obat kumur antiseptik secara rutin yakni dua kali sehari setelah makan dapat membantu mengurangi plak. Dengan demikian, kebersihan gigi dan mulut akan sempurna. Sedangkan, untuk kunjungan ke dokter, drg Anggi menyarankan boleh dilakukan jika diperlukan atau kondisi darurat.
Seperti halnya nyeri yang tidak tertahankan, gusi bengkak akibat infeksi, pendarahan yang tidak terkontrol dan trauma pada gigi dan tulang wajah akibat kecelakaan.
"Sikat gigi saja tidak cukup. Sikat gigi hanya menghilangkan 30-53% plak dan tidak bisa menjangkau area-area celah gigi sehingga banyak area yang terlewatkan. Plak bisa melekat diseluruh bagian rongga mulut, bukan hanya gigi," tandasnya.
(tdy)
Lihat Juga :