Peneliti Terus Kembangkan Obat Kutu Ivermectin untuk Obat COVID-19

Jum'at, 08 Januari 2021 - 15:13 WIB
loading...
Peneliti Terus Kembangkan...
Para peneliti terus mengembangkan manfaat obat kutu ivermectin untuk mengatasi keparahan COVID-19. Foto/Istimewa
A A A
JAKARTA - Ivermectin berfungsi untuk mengobati infeksi akibat cacing. Obat ini bekerja dengan cara mencegah cacing dewasa bereproduksi dan membunuh larva cacing di dalam tubuh penderita. Ivermectin juga bisa mengobati kutu rambut, kudis, dan sebagainya. Menariknya, obat yang terlihat sepele ini berpotensi untuk mengobati pasien yang kritis.

Virologis Dr. Andrew Hill dari Liverpool University yang meneliti tentang hal ini, mengklaim obat tersebut dapat bertransformasi dalam melawan virus. Tetapi peneliti lain bersikap skeptis atas temuan ini. Mereka mengataskan dibutuhkan lebih banyak data sebelum menjadikan obat itu sebagai pengobatan yang potensial.

Baca juga : Peneliti Ungkap Usia di Bawah 20 Tahun Paling Berisiko Tertular Varian Baru Corona asal Inggris

Peneliti lain menyebut obat lain seperti hydroxychloroquine dan tocilizumab, yang menunjukkan harapan besar di awal akan tetapi belakangan diketahui tidak ada manfaatnya. Dari hasil 11 studi yang dilakukan, ivermectin yang digunakan untuk mengobati kutu rambut, dapat membantu pasien virus corona .

Hingga saat ini, penelitian mengenai obat bersangkutan apakah bisa mengobati COVID-19 , masih dilakukan. Darj analisa 11 studi yang dilakukan, ivermectin dapat menekan risiko kematian serta mempercepat waktu penyembuhan pasien. Namun ilmuwan berpendapat temuan itu masih prematur dan masih dibutuhkan data lebih banyak hingga bisa disimpulkan.

Ivermectin ditemukan tahun 1970an dan secara cepat menjadi obat yang ampuh untuk mengobati infeksi parasir seperti kutu rambut dan scabies. Dikutip dari Dailymail, investigasi terus dilakukan menyusul keyakinan obat itu bisa berpotensi menyembukan virus SARS-CoV-2 dan mencegah virus bereplikasi.

Baca juga : Serang Dr Dre, Begini Gejala dan Penyebab Aneurisma Otak

Peneliti mengkombinasikan hasil dari 11 penelitian terkait ivermectin yang melibatkan 1.400 pasien. Hasilnya, hanya delapan pasien COVID-19 dari 573 pasien yang menerima ivermectin dan meninggal. Ini jika dibandingkan dengan 44 orang dari 510 orang yang menerima plasebo.

Waktu yang digunakan untuk melenyapkan virus dari tubuh menggunakan ivermectin ternyata juga lebih cepat. Dalam penelitian di Mesir, 100 pasien dengan gejala ringan, virus di tubuh mereka bisa hilang hanya dalam waktu lima hari. Hal ini jika dibandingkan dengan 100 pasien yang memerlukan waktu sekira 10 hari untuk virus hilang dari tubuh mereka menggunakan obat yang lain.

Selain itu dari 100 pasien yang berjuang dengan gejala yang berat, berhasil melenyapkan COVID-19 dari tubuh mereka dalam waktu hanya enam hari sejak mereka mendapatkan ivermectin.

Baca juga : Merasa Lapar saat Berolahraga, Hindari Makanan Berat dan Berkadar Gula

Dibandingkan dengan pasien yang tidak mendapatkan ivermectin dimana mereka sembuh selama 12 hari. Lebih lama daripada yang mendapat ivermectin. Hasil yang sama juga ditemukan pada penelitian di Bangladesh.

Penelitian itu dibiayai oleh WHO, penelitian dilakukan di Argentjna dan Mesir selain Bangladesh. Pasien mendapatkan dosis ivermectin antara 0,2 hingga 0,6 mg/kg. Namun di penelitian lain ada juga yang mendapatkan 12 mg. Sri Noviarni

(wur)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jelang Iduladha, Aldi...
Jelang Iduladha, Aldi Taher Serukan Makan Daging Tanpa Takut Kolesterol
Jangan Tunggu Keluhan,...
Jangan Tunggu Keluhan, Pemeriksaan Mata Anak Perlu Dilakukan Sejak Dini
5 Manfaat Kopi yang...
5 Manfaat Kopi yang Jarang Diketahui, Bikin Panjang Umur hingga Cegah Penyakit Kronis
Nunung Tekankan Pentingnya...
Nunung Tekankan Pentingnya Perawatan Alami untuk Kesehatan Tubuh dan Benjolan
Gaya Hidup Sehat Perempuan...
Gaya Hidup Sehat Perempuan Dimulai dari Deteksi Dini
Imunodefisiensi Primer...
Imunodefisiensi Primer Masih Sulit Terdeteksi, IPIPS Ungkap Fakta dan Tantangan di Indonesia
BPJS Kesehatan Pastikan...
BPJS Kesehatan Pastikan Layanan Peserta Tanpa Diskriminasi
Transformasi Rejuve...
Transformasi Rejuve Dorong Kebiasaan Hidup Sehat
Perjuangkan Nasib Dokter...
Perjuangkan Nasib Dokter Muda, PDMI Minta Pemerintah Buka Kembali Akses Ujian Kompetensi
Rekomendasi
Pengamat: Dugaan Manipulasi...
Pengamat: Dugaan Manipulasi Ekspor Minyak Sawit Harus Diusut demi Kepastian Hukum
Harga BBM Naik 37%,...
Harga BBM Naik 37%, Saatnya Percepat Adopsi Kendaraan Listrik
Rahasia Emblem Emas...
Rahasia Emblem Emas Harry Kane di Jersey Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Soundrenaline 2026 Digelar...
Soundrenaline 2026 Digelar di 5 Kota, Hadirkan DIIV, Last Dinosaurs, hingga Efek Rumah Kaca
Sudah Diet Tapi Berat...
Sudah Diet Tapi Berat Badan Kembali Naik? Ini Penjelasan Dokter
Bukan Sekadar Healing,...
Bukan Sekadar Healing, Ini Tren Wisata Psikologis yang Sedang Berkembang di Indonesia
Perselingkuhan Membuka...
Perselingkuhan Membuka Rahasia Kelam Seorang Polisi di Microdrama V+Short The Next Door Detective
Malih Tong Tong Doakan...
Malih Tong Tong Doakan Haji Bolot Cepat Sembuh, Akui Rindu Kerja Bareng Lagi
Davina Karamoy Penuhi...
Davina Karamoy Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya Terkait Kasus Hanania Travel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved