Seseorang Masih Bisa Terinfeksi COVID-19 usai Divaksinasi, Ini Alasannya
Selasa, 12 Januari 2021 - 23:00 WIB
loading...
Orang dapat terpapar COVID-19 tepat sebelum divaksinasi atau setelahnya. Foto Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Pada 18 Desember lalu, seorang perawat ruang gawat darurat RS di San Diego, Amerika Serikat (AS), diberi suntikan vaksin COVID-19 . Seminggu kemudian, dia dinyatakan positif terinfeksi virus corona baru.
Perlu waktu bagi vaksin untuk membangun kekebalan, dan vaksin COVID-19 memerlukan dua dosis, diberikan selang beberapa minggu untuk melatih sistem kekebalan tubuh. Orang dapat terpapar COVID-19 tepat sebelum divaksinasi atau setelahnya, dan tidak akan ada waktu bagi tubuh untuk mengembangkan pertahanannya.
(Baca Juga: Jahe, Tanaman Obat yang Punya Segudang Manfaat Kesehatan )
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) mengatakan, membangun kekebalan biasanya membutuhkan waktu beberapa minggu. Ini artinya ada kemungkinan seseorang dapat terinfeksi COVID-19 tepat sebelum atau setelah vaksinasi dan tetap sakit. Angka kemanjuran 95% untuk vaksin COVID-19 juga mengasumsikan beberapa waktu tunggu bawaan.
Melansir CNN, Moderna mengukur kemanjuran vaksinnya mulai 14 hari setelah dosis kedua. Sementara Pfizer mengukurnya mulai tujuh hari setelah dosis kedua. Tidak ada vaksin yang 100% efektif, dan pembuat vaksin COVID-19 masih mengevaluasi apakah vaksin melindungi dari semua infeksi atau hanya yang menyebabkan gejala.
Perlu waktu bagi vaksin untuk membangun kekebalan, dan vaksin COVID-19 memerlukan dua dosis, diberikan selang beberapa minggu untuk melatih sistem kekebalan tubuh. Orang dapat terpapar COVID-19 tepat sebelum divaksinasi atau setelahnya, dan tidak akan ada waktu bagi tubuh untuk mengembangkan pertahanannya.
(Baca Juga: Jahe, Tanaman Obat yang Punya Segudang Manfaat Kesehatan )
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) mengatakan, membangun kekebalan biasanya membutuhkan waktu beberapa minggu. Ini artinya ada kemungkinan seseorang dapat terinfeksi COVID-19 tepat sebelum atau setelah vaksinasi dan tetap sakit. Angka kemanjuran 95% untuk vaksin COVID-19 juga mengasumsikan beberapa waktu tunggu bawaan.
Melansir CNN, Moderna mengukur kemanjuran vaksinnya mulai 14 hari setelah dosis kedua. Sementara Pfizer mengukurnya mulai tujuh hari setelah dosis kedua. Tidak ada vaksin yang 100% efektif, dan pembuat vaksin COVID-19 masih mengevaluasi apakah vaksin melindungi dari semua infeksi atau hanya yang menyebabkan gejala.
Lihat Juga :