Seseorang Masih Bisa Terinfeksi COVID-19 usai Divaksinasi, Ini Alasannya
Selasa, 12 Januari 2021 - 23:00 WIB
loading...
A
A
A
(Baca Juga: BPOM Umumkan Efikasi Vaksin Sinovac 65,3%, Apa Itu Efikasi? )
Tidak ada yang tahu berapa lama vaksin akan melindungi orang dari infeksi. Perlindungan yang diberikan oleh vaksin dapat memudar seiring waktu, dan beberapa vaksin memerlukan suntikan penguat bertahun-tahun kemudian. Misalnya, CDC merekomendasikan orang dewasa untuk mendapatkan suntikan penguat tetanus setiap 10 tahun. Selama wabah campak atau gondok, CDC mengatakan, beberapa orang disarankan untuk mendapatkan dosis tambahan vaksin MMR untuk perlindungan tambahan.
Ada juga kemungkinan bahwa virus corona baru bermutasi dengan cara yang membuat vaksin menjadi kurang efektif. Strain virus influenza bermutasi secara konstan dan itulah salah satu alasan orang membutuhkan vaksin flu segar setiap tahun. Namun, dokter berharap virus corona tidak bermutasi seperti flu.
Tidak ada yang tahu berapa lama vaksin akan melindungi orang dari infeksi. Perlindungan yang diberikan oleh vaksin dapat memudar seiring waktu, dan beberapa vaksin memerlukan suntikan penguat bertahun-tahun kemudian. Misalnya, CDC merekomendasikan orang dewasa untuk mendapatkan suntikan penguat tetanus setiap 10 tahun. Selama wabah campak atau gondok, CDC mengatakan, beberapa orang disarankan untuk mendapatkan dosis tambahan vaksin MMR untuk perlindungan tambahan.
Ada juga kemungkinan bahwa virus corona baru bermutasi dengan cara yang membuat vaksin menjadi kurang efektif. Strain virus influenza bermutasi secara konstan dan itulah salah satu alasan orang membutuhkan vaksin flu segar setiap tahun. Namun, dokter berharap virus corona tidak bermutasi seperti flu.
(tsa)
Lihat Juga :