alexametrics

Begini Cara Atasi Iritasi dan Luka Kulit Akibat Masker Wajah

loading...
Begini Cara Atasi Iritasi dan Luka Kulit Akibat Masker Wajah
Pemakaian masker wajah selama berjam-jam setiap hari selama masa pandemi Covid-19 bisa menyebabkan kerusakan kulit yang signifikan akibat keringat. (Real Simple)
A+ A-
Dokter dan perawat sebagai garda terdepan menangani Covid-19harus menggunakan masker wajah selama berjam-jam setiap hari. Tidak hanya para petugas kesehatan, saat ini masyarakat juga diimbau menggunakan masker wajah, terutama ketika beraktivitas di luar rumah sehingga terhindar dari penularan Covid-19.

Meski masker wajah memberikan perlindungan yang tak ternilai, tapi juga dapat menyebabkan kerusakan kulit yang signifikan melalui keringat dan ketika menggosok masker pada hidung. Ahli perawatan kulit di University of Huddersfield memperingatkan tentang risiko menggunakan masker wajah dalam waktu yang lama dan menyarankan solusi.

Dilansir dari News Medical, Profesor Karen Ousey, Direktur Universitas Institut Integritas Kulit dan Pencegahan Infeksi Universitas Huddersfield melakukan penelitian terperinci terhadap kerusakan yang disebabkan oleh berbagai peralatan medis, termasuk masker wajah. Temuan dan rekomendasi ini diterbitkan pada bulan Februari. (Baca Juga: 99% Pasien COVID-19 yang Pulih Mengembangkan Antibodi)



"Pemakaian masker yang berkeringat menyebabkan gesekan, sehingga menyebabkan kerusakan pada kulit. Terutama akibat tekanan pada hidung dan pipi. Adanya robekan di kulit bisa menyebabkan infeksi potensial," papar Profesor Ousey.

"Masker yang dikenakan oleh para profesional kesehatan harus dipasang pada wajah. Jadi jika menambahkan pelembab pada kulit, ada kemungkinan masker tidak akan lagi pas dengan benar," lanjutnya.

Agar tidak mudah iritasi saat menggunakan masker, Profesor Ousey menyarankan menjaga kulit tetap bersih, terhidrasi dengan baik dan lembab. Sementara, krim pelembab, harus dioleskan setidaknya setengah jam sebelum masker dipakai. (Baca Juga: Bisakah COVID-19 Menyebar Melalui Makanan Takeaway?)

"Dan kami menyarankan agar tekanan dari masker dikurangi setiap dua jam. Jadi, kamu menjauh dari pasien, mengurangi tekanan di tempat yang aman dan membersihkan kulit lagi," sarannya.

Sementara untuk masyarakat umum, Profesor Ousey menyarankan untuk menjaga kulit mereka tetap bersih, kering dan bebas dari keringat. "Dan jika merasa masker bergesekan, lepaskan secepat mungkin," kata dia.
(alv)
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak