Plasma Darah Tingkatkan Angka Kesembuhan Pasien COVID-19
Rabu, 20 Januari 2021 - 08:08 WIB
loading...
A
A
A
PMI pun membuka pintu bagi masyarakat yang ingin menjadi donor. PMI menentukan syarat pendonor adalah diutamakan laki-laki, dan bagi wanita belum pernah hamil dan belum memiliki anak. Untuk penyintas COVID-19 yang akan mendonorkan plasmanya, perlu menunjukkan tes swab PCR negatif, bebas gejala COVID-19 selama 14 hari setelah dirawat di rumah sakit atau isolasi mandiri.
Baca Juga: Mengenal Terapi Plasma Darah untuk Pasien Covid-19
Di samping itu, terkait rincian terapi plasma konvalesen ini, Wiku merujuk pada hasil penelitian terkini bahwa terapi tersebut dapat mencegah perkembangan gejala yang lebih parah. "Terapi plasma konvalesen adalah penggunaan plasma darah yang mengandung antibodi dari orang-orang yang telah sembuh dari COVID-19 sebagai pengobatan pasien COVID-19," ungkapnya.
Penelitian yang dilakukan Libster dan tim terkait terapi ini terhadap sejumlah pasien COVID-19 berusia di atas 65 tahun di Argentina menunjukkan hasil yang baik. Penelitian ini menyatakan, pasien yang diberikan plasma konvalesen dengan titer antibodi virus corona baru yang tinggi dalam kurun waktu 72 jam setelah munculnya gejala ringan, menunjukkan adanya penurunan risiko untuk mengalami gangguan pernapasan berat atau severe respiratory disease yang merupakan salah satu penyebab kematian tersering COVID-19.
Baca Juga: Mengenal Terapi Plasma Darah untuk Pasien Covid-19
Di samping itu, terkait rincian terapi plasma konvalesen ini, Wiku merujuk pada hasil penelitian terkini bahwa terapi tersebut dapat mencegah perkembangan gejala yang lebih parah. "Terapi plasma konvalesen adalah penggunaan plasma darah yang mengandung antibodi dari orang-orang yang telah sembuh dari COVID-19 sebagai pengobatan pasien COVID-19," ungkapnya.
Penelitian yang dilakukan Libster dan tim terkait terapi ini terhadap sejumlah pasien COVID-19 berusia di atas 65 tahun di Argentina menunjukkan hasil yang baik. Penelitian ini menyatakan, pasien yang diberikan plasma konvalesen dengan titer antibodi virus corona baru yang tinggi dalam kurun waktu 72 jam setelah munculnya gejala ringan, menunjukkan adanya penurunan risiko untuk mengalami gangguan pernapasan berat atau severe respiratory disease yang merupakan salah satu penyebab kematian tersering COVID-19.
(tsa)
Lihat Juga :