Usai Suntik Vaksin Tak Otomatis Langsung Kebal Covid-19, Ini Penjelasannya!
Jum'at, 22 Januari 2021 - 10:45 WIB
loading...
A
A
A
Produsen vaksin Pfizer dan Moderna yang diedarkan di Amerika Serikat, mengklaim vaksin mereka 95% efektif dalam mencegah orang sakit akibat gejala Covid-19. Tapi belum cukup bukti apakah vaksin juga mencegah infeksi dan penyebaran asimtomatik.
Maksudnya adalah orang yang terinfeksi yang tidak memiliki gejala (asimtomatik). Produsen vaksin mengatakan, penelitian masih dilakukan untuk mencari jawabannya. Tanpa vaksin, peneliti menekankan bahwa penyebaran asimtomatik mengakibatkan tingginya kasus Covid-19 yang terjadi.
Baca Juga : Sederet Manfaat Kesehatan Konsumsi Susu Almond
Karenanya, protokol kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan haruslah tetap dipegang hingga cakupan vaksin mendekati kekebalan kelompok, yaitu dimana sudah cukup banyak orang yang kebal terhadap penyakit sehingga penyebaran dapat dihentikan.
Beberapa studi telah memprediksi setidaknya populasi yang divaksin haruslah mencapai 75-80% agar mencapai kekebalan kelompok, dan bisa saja naik jika varian virus baru muncul. “Setiap orang harus tetap memakai masker dan melakukan upaya mengurangi transmisi virus sehingga dapat dikontrol,” kata Imunologis dan profesor dari University of Washington Marion Pepper dikutip dari Wsj.
Virus corona masuk ke tubuh lewat hidung atau mulut. Namun organ yang paling hebat merasakan dampaknya adalah paru. Vaksin disuntikkan ke tubuh pada jaringan otot di lengan kemudian antibodi berkembang di darah sebelum bergerak ke hidung untuk mencegah infeksi. “Antibodi dapat melintasi paru lebih mudah daripada di hidung atau tenggorokan.
Maksudnya adalah orang yang terinfeksi yang tidak memiliki gejala (asimtomatik). Produsen vaksin mengatakan, penelitian masih dilakukan untuk mencari jawabannya. Tanpa vaksin, peneliti menekankan bahwa penyebaran asimtomatik mengakibatkan tingginya kasus Covid-19 yang terjadi.
Baca Juga : Sederet Manfaat Kesehatan Konsumsi Susu Almond
Karenanya, protokol kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan haruslah tetap dipegang hingga cakupan vaksin mendekati kekebalan kelompok, yaitu dimana sudah cukup banyak orang yang kebal terhadap penyakit sehingga penyebaran dapat dihentikan.
Beberapa studi telah memprediksi setidaknya populasi yang divaksin haruslah mencapai 75-80% agar mencapai kekebalan kelompok, dan bisa saja naik jika varian virus baru muncul. “Setiap orang harus tetap memakai masker dan melakukan upaya mengurangi transmisi virus sehingga dapat dikontrol,” kata Imunologis dan profesor dari University of Washington Marion Pepper dikutip dari Wsj.
Virus corona masuk ke tubuh lewat hidung atau mulut. Namun organ yang paling hebat merasakan dampaknya adalah paru. Vaksin disuntikkan ke tubuh pada jaringan otot di lengan kemudian antibodi berkembang di darah sebelum bergerak ke hidung untuk mencegah infeksi. “Antibodi dapat melintasi paru lebih mudah daripada di hidung atau tenggorokan.
Lihat Juga :