Bukan Vaksin yang Sebabkan Bupati Sleman Positif COVID-19, Ini Kata Para Pakar
Senin, 25 Januari 2021 - 09:09 WIB
loading...
A
A
A
Vaksinasi COVID-19 membutuhkan dua kali dosis penyuntikan sebab sistem imun perlu waktu lewat paparan yang lebih lama untuk mengetahui bagaimana cara efektif melawan virus. Suntikan pertama dilakukan untuk memicu respons kekebalan awal. Dilanjutkan suntikan kedua untuk menguatkan respons imun yang telah terbentuk. Hal ini memicu respons antibodi yang lebih cepat dan efektif di masa mendatang.
Suntikan kedua juga berfungsi sebagai booster untuk membentuk antibodi secara optimal dan imunitas baru terbentuk tiga minggu setelah suntikan kedua. Perlu dipahami bersama, meskipun sudah divaksinasi COVID-19 masih ada risiko terpapar virus COVID-19, namun diharapkan dapat mengurangi kemungkinan sakit berat. Proses pemberian vaksinasi tetap dilakukan seperti yang sudah ditargetkan. Penting bagi seluruh masyarakat untuk tetap menjalankan protokol kesehatan.
“Karena selain tetap harus menjaga diri sendiri, juga masih dibutuhkan waktu untuk bersama-sama bagi seluruh masyarakat Indonesia mencapai kekebalan kelompok. Sehingga upaya 3M, 3T, dan vaksinasi harus tetap dijalankan secara bersamaan,” pesan dr. Siti.
Sementara itu, dr. Tolhas Banjarnahor, Sp.PD-FINASIM, Dokter Spesialis Penyakit Dalam Primaya Hospital Tangerang mengatakan, vaksin COVID-19 merangsang sistem imun tubuh untuk membentuk antibodi terhadap bagian virus SarsCov2 yang ada dalam vaksin.
“Antibodi yang terbentuk ini akan melindungi kita apabila virus SarsCov2 masuk ke dalam tubuh. Dengan vaksinasi, seseorang dapat terhindar dari infeksi virus SarsCov2 atau paling tidak hanya gejala ringan saja yang akan dialami oleh seseorang jika terpapar virus ini,” terang dr. Tolhas.
Suntikan kedua juga berfungsi sebagai booster untuk membentuk antibodi secara optimal dan imunitas baru terbentuk tiga minggu setelah suntikan kedua. Perlu dipahami bersama, meskipun sudah divaksinasi COVID-19 masih ada risiko terpapar virus COVID-19, namun diharapkan dapat mengurangi kemungkinan sakit berat. Proses pemberian vaksinasi tetap dilakukan seperti yang sudah ditargetkan. Penting bagi seluruh masyarakat untuk tetap menjalankan protokol kesehatan.
“Karena selain tetap harus menjaga diri sendiri, juga masih dibutuhkan waktu untuk bersama-sama bagi seluruh masyarakat Indonesia mencapai kekebalan kelompok. Sehingga upaya 3M, 3T, dan vaksinasi harus tetap dijalankan secara bersamaan,” pesan dr. Siti.
Sementara itu, dr. Tolhas Banjarnahor, Sp.PD-FINASIM, Dokter Spesialis Penyakit Dalam Primaya Hospital Tangerang mengatakan, vaksin COVID-19 merangsang sistem imun tubuh untuk membentuk antibodi terhadap bagian virus SarsCov2 yang ada dalam vaksin.
“Antibodi yang terbentuk ini akan melindungi kita apabila virus SarsCov2 masuk ke dalam tubuh. Dengan vaksinasi, seseorang dapat terhindar dari infeksi virus SarsCov2 atau paling tidak hanya gejala ringan saja yang akan dialami oleh seseorang jika terpapar virus ini,” terang dr. Tolhas.
Lihat Juga :