Gamelan Jawa di Lereng Matterhorn, Logat Wong Tegal made in Swiss
Beberapa penabuh gamelan, kata Timothee, juga bisa memainkan multi instrumen. ''Itu memudahkan kami memainkan repertoire ini,'' katanya.
Linggawaty Hakim, mantan Dubes RI untuk Swiss, mengaku kagum dengan permainan murid Sekolah Musik 123. ''Mereka memiliki dasar sekolah musik, bukan hanya main gamelan semata. Apa yang ditampilkan, sangat mengagumkan, Ada latar belakang akademis musik, lalu main gamelan. Paduan yang sempurna,''puji Linggawati.
Baca Juga: Dipuji Mike Tyson, McGregor Janji Bakal Hajar Mayweather
Timothee mendalami gamelan Jawa sejak 2008. Empat kali dia melakukan perjalanan ke Indonesia untuk memperdalam pengetahuan gamelannya. Sejak usia belia, di bawah bimbingan Nicolem ibunya, dia juga sudah menekuni musik klasik di sekolah itu.
Timothee paduan musisi berlatar belakang akademis, lalu menekuni musik tradisional, gamelan Jawa khususnya. Keberadaannya, diharapkan membawa aura gamelan Jawa di Heidiland. ''Instrumen ini memang sangat cocok untuk sekolah kami. Ini bukan hanya kumpulan instrumen, namun untuk memainkannya harus bersama, harmoni dan tidak bisa sendiri sendiri,“ katanya