Virus Nipah Disebut Akan Menjadi Epidemi Baru, Ini Penjelasan Epidemolog!
Rabu, 27 Januari 2021 - 17:30 WIB
loading...
A
A
A
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat, menyebutkan bahwa virus Nipah ini ditularkan lewat cairan, seperti darah, urin, dan air liur dari hewan yang terinfeksi virus tersebut.
Hewan yang terinfeksi ini seperti kelelawar atau babi. Dimana manusia melalukan kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi tersebut lewat cairan arau tubuh mereka.
Makanan pun dapat terkontaminasi cairan hewan yang telah terinfeksi tersebut. Contohnya buah-buahan yang terkena air liur atau air seni dari hewan yang sudah terinfeksi virus Nipah. Pasien yang terkena virus ini juga dapat menularkan ke orang lain.
Meski begitu, Epidemiolog dari Universitas Indonesia Pandu Riono mengatakan masyarakat tidak perlu khawatir berlebihan terhadap ancaman virus Nipah. Mengingat virus tersebut ditularkan lewat babi yang jarang atau amat rendah konsumsinya pada masyarakat di Tanah Air yang sebagian besar beragama muslim.
“Virus Nipah ini sudah ada sejak lama di negara tetangga. Penularannya lewat hewan babi, tapi sebagian besar masyarakat kita tidak konsumsi babi. Nah, di Malaysia dan Singapur pernah ada wabahnya,” kata Pandu saat dihubungi ponselnya.
Hewan yang terinfeksi ini seperti kelelawar atau babi. Dimana manusia melalukan kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi tersebut lewat cairan arau tubuh mereka.
Makanan pun dapat terkontaminasi cairan hewan yang telah terinfeksi tersebut. Contohnya buah-buahan yang terkena air liur atau air seni dari hewan yang sudah terinfeksi virus Nipah. Pasien yang terkena virus ini juga dapat menularkan ke orang lain.
Meski begitu, Epidemiolog dari Universitas Indonesia Pandu Riono mengatakan masyarakat tidak perlu khawatir berlebihan terhadap ancaman virus Nipah. Mengingat virus tersebut ditularkan lewat babi yang jarang atau amat rendah konsumsinya pada masyarakat di Tanah Air yang sebagian besar beragama muslim.
“Virus Nipah ini sudah ada sejak lama di negara tetangga. Penularannya lewat hewan babi, tapi sebagian besar masyarakat kita tidak konsumsi babi. Nah, di Malaysia dan Singapur pernah ada wabahnya,” kata Pandu saat dihubungi ponselnya.
Lihat Juga :