Peneliti Sebut Covid-19 Bisa Menyebabkan Diabetes, Begini Penjelasannya!

Jum'at, 05 Februari 2021 - 16:10 WIB
loading...
Peneliti Sebut Covid-19...
Peneliti ungkap Covid-19 ternyata juga bisa memicu penyakit diabetes. Foto/Istimewa
A A A
JAKARTA - Diabetes menjadi salah satu komorbid yang dapat memperparah kejadian Covid-19 bahkan bisa berujung pada kematian. Namun kini para peneliti tengah mencari hubungan sebaliknya, yaitu bagaimana infeksi Covid-19 dapat memicu kasus baru diabetes. Bukti dari hubungan keduanya datang dari metaanalisis dan ulasan sistematik yang dipublikasikan di jurnal Diabetes, Obesity, and Metabolism pada bulan November 2020.

Peneliti melakukan data pooling dari delapan studi yang dilakukan di China, Italia, dan AS antara Januari-Mei 2020, untuk melihat prevalensi onset baru diabetes pada pasien Covid-19. Dari 3.711 total pasien Covid-19, 492 diantaranya (14,4%) menderita kasus baru diabetes. Bukan berarti infeksi virus corona pasti menjadi penyebab diabetes yang diderita responden.

Baca Juga : Covid-19 Bisa Perburuk Penyakit Saraf dan Timbulkan Kecacatan

Tapi ada kemungkinan virus corona memiliki peran dalam hal ini. Bukti menunjukkan, ada hubungan antara Covid-19 dengan kasus baru diabetes baik tipe 1 maupun tipe 2. Walau bukti tersebut masih awal, namun kemungkinan Covid-19 dapat berkontribusi pada tipe 1 diabetes tidaklah mengejutkan bagi peneliti yang sekaligus spesialis anak Dyan Hes, M.D. Bahkan ilmuwan telah meneliti hubungan antara infeksi virus secara umum dan onset diabetes tipe 1 sebelum pandemi Covid-19. Kini mereka semakin melihat hubungan tersebut secara lebih nyata.

Peneliti mengaku tidak mengerti proses autoimun yang komplek yang bisa sebabkan diabetes tipe 1. Namun faktor genetik dan lingkungan, termasuk virus dapat memainkan andil disini, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit CDC. Peneliti sekarang tengah menginvestigasi apakah SarsCov2 dapat memicu kasus baru diabetes. Bagaimana persisnya virus ini bisa menyebabkan diabetes, belum diketahui.

Tapi para ahli memiliki teori, dimana SarCov2 menghancurkan insulin, dan memproduksi sel beta di pankreas kemungkinan dengan mengikat reseptor ACE2, menurut surat pendek yang dipublikasikan di New England Journal of Medicine. Reseptor ini terdapat di pankreas, usus, dan ginjal. Virus kemudian menggunakan reseptor ini untuk menginfeksi tubuh, kemungkinan dengan cara mengubah jalannya sel yang mengandung reseptor ACE2 dalam prosesnya.

Baca Juga : Studi: Berpikir Positif Dapat Tingkatkan Kesehatan Kardiovaskular dan Panjang Umur

Hal ini dapat menjelaskan kasus baru diabetes tipe 2. Seperti tipe 1, diabetes tipe 2 disebabkan oleh beragam faktor termasuk gen dan gaya hidup, menurut National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. “Jika peneliti dapat mengetahui bagaimana infeksi virus dapat merusak sel beta, atau apa peran virus dalam mengembangkan penyakit, ini bisa jadi titik balik,” beber Katie Colbert Coate, Ph.D., peneliti diabetes dari Vanderbilt University Medical Center.

Untuk sekarang, peneliti masih mengumpulkan lebih banyak bukti dan melihat kasus ini lebih dekat agar semakin paham. Beberapa orang dalam penelitian, mungkin saja menderita diabetes walau tidak mengidap Covid-19. Yang lain mungkin saja memiliki riwayat keluarga dengan diabetes atau autoimun, yang menjadi faktor risiko penyakit diabetes.

Baca Juga : Perlu Diketahui, Begini Tanda-Tanda Daya Tahan Tubuh Anda Mulai Melemah

Dikarenakan Covid-19 adalah penyakit global yang diasosiasikan dengan kasus diabetes dan sedang diteliti di berbagai negara, peneliti kemudian mengumpulkan data pasien secara global dengan registrasi yang dinamakan CoviDIAB. Mereka berhadap dapat mempelajari lebih kauh hubungan Covid-19 dengan diabetes dan cara terbaik menangani pasien.
(wur)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mengenal Terapi Regeneratif,...
Mengenal Terapi Regeneratif, Pendekatan Medis untuk Peremajaan dan Pemulihan Jaringan
Dokter Ungkap Bahaya...
Dokter Ungkap Bahaya Sering Melewatkan Sarapan, Risiko Diabetes Bisa Meningkat
Kebiasaan Duduk Lama...
Kebiasaan Duduk Lama Bisa Sebabkan Diabetes, Ini Penjelasan Dokter!
Jelang Iduladha, Aldi...
Jelang Iduladha, Aldi Taher Serukan Makan Daging Tanpa Takut Kolesterol
Jangan Tunggu Keluhan,...
Jangan Tunggu Keluhan, Pemeriksaan Mata Anak Perlu Dilakukan Sejak Dini
5 Manfaat Kopi yang...
5 Manfaat Kopi yang Jarang Diketahui, Bikin Panjang Umur hingga Cegah Penyakit Kronis
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
BPJS Kesehatan Pastikan...
BPJS Kesehatan Pastikan Layanan Peserta Tanpa Diskriminasi
Transformasi Rejuve...
Transformasi Rejuve Dorong Kebiasaan Hidup Sehat
Rekomendasi
UU Polri Baru Dinilai...
UU Polri Baru Dinilai Perkuat Transformasi Polri dan Dukung Asta Cita
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
BKKBN Tekankan Peran...
BKKBN Tekankan Peran Ayah Kunci Pembentukan Karakter Anak
Berita Terkini
Mau Nyaman Liburan ke...
Mau Nyaman Liburan ke Bali? Perhatikan Ini Sebelum Memilih Tour Wisata
Dari Sopir Bus Mendadak...
Dari Sopir Bus Mendadak Jadi Pemimpin Negara? Ini Serunya Microdrama Love In A Fallen Nation di V+Short
Wujudkan Liburan Impian...
Wujudkan Liburan Impian Tanpa Beban dengan Cashback Rp350.000
Sneaker Louis Vuitton...
Sneaker Louis Vuitton Combi Rancangan Pharrell Williams Dikritik, Disebut Mirip Vans Authentic
Quick Marriage with...
Quick Marriage with Twins: A Dazzling Mom's Tale di V+Short, Kisah Ibu Tangguh yang Menemukan Cinta Lamanya
Jangan Cuma Istri, Suami...
Jangan Cuma Istri, Suami Juga Harus Periksa Kesuburan saat Program Hamil
Infografis
Apakah Makan Tempe dan...
Apakah Makan Tempe dan Tahu Bisa Menyebabkan Asam Urat?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved